fbpx

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Untuk Menjadi Digital Nomaden yang Sukses

Kembali lagi ke artikel Anak Rantau. Di zaman internet serba cepat ini, apakah kamu familiar dengan istilah “digital nomaden?” Digital nomaden atau kerap disebut sebagai pengendara digital merupakan tipe seseorang yang menggunakan teknologi untuk mencari rezeki dan menjalani kehidupan dengan berpindah tempat. Nah, disadari atau tidak digital nomaden sudah menjadi tren saat ini dengan adanya pekerja lepas atau freelancer.

Jenis pekerja seperti itu dapat digeluti oleh mahasiswa yang sedang mencari penghasilan tambahan karena waktunya fleksibel. Pun, pekerja kantoran juga bisa menjadi digital nomaden, loh! Kamu pasti pernah menemukan seseorang membawa laptop ke kafe untuk bekerja sambil menyeruput kopi. Nah, bagi anak rantau yang hendak atau sedang menjadi digital nomaden, inilah 5 penting yang harus diperhatikan supaya tetap sukses!

1. Menyiapkan Mental Sebaik Mungkin

Sumber: pexels

Menjadi digital nomaden akan memiliki pengalaman bekerja rasa liburan. Hal ini akan menantang mental kamu dalam menyiapkan pekerjaan sebaik mungkin. Selama bekerja dan berpindah tempat, mungkin kamu akan menemukan sesuatu yang belum kamu lihat atau alami sebelumnya. Segala kemungkinan dapat mengecilkan semangat kamu dalam bekerja. Maka dari itu, mental kamu harus siap siaga menghadapi situasi terburuk.

Demi tetap waras, maka alangkah lebih baik kamu melakukan aktivitas yang menyenangkan sebelum bertugas jauh selama berminggu-minggu. Kegiatannya harus dilaksanakan rutin supaya kebiasaan tersebut tetap bertahan ketika stres melanda, contohnya yaitu minum air putih 8 gelas per hari, olahraga ringan di pagi hari, menonton film, dan aktivitas enteng lainnya. Ingatlah, jika mentalmu sehat, maka jasmanimu juga sehat.

2. Membuat Anggaran Keuangan Supaya Tidak Berat di Kantong

Day 4

Menjadi pengembara digital membuat kamu harus pintar mengatur keuangan, baik pekerja tetap atau freelance. Kamu harus membuat spreadsheet mengenai pengeluaran tak terduga. Maka dari itu, kamu juga harus menyiapkan dana darurat sebagai antisipasi. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan?

3. Wajib Hukumnya Membuat Cadangan Dokumen

Sumber: pexels

Digital nomaden tidak memiliki tempat yang tetap untuk bekerja. Kamu akan sering berpindah tempat dan tidak jarang mengalami mobilitas tinggi. Supaya tetap bekerja secara maksimal, maka cadangkan dokumen-dokumen penting secara digital. Saat ini, terdapat banyak aplikasi sejenis G-drive atau Dropbox untuk menyimpan file kerja secara online. Gunakan sarana digital semaksimal mungkin untuk mengakses dokumen pekerjaan secara mudah dan cepat.

4. Siap Teknologi dan Tetap Tersambung dengan Koneksi Internet

Sumber: pexels

Pastikan laptop dan gawai kamu dalam kondisi prima sebelum bepergian. Sesuaikan kebutuhan teknologi dengan bidang pekerjaan kamu dan siapkan semuanya secara matang demi menghindari membeli secara dadakan di perjalanan. Selain itu, kamu juga harus menemukan cara untuk selalu tersambung dengan internet di manapun kamu berada. Hal tersebut harus diperhatikan supaya koordinasi di kantor menjadi aman dan kamu pun juga dapat menghubungi keluarga sambil melepas rindu karena belum sempat pulang ke rumah.

5. Kerja Itu Kewajiban, Liburan Adalah Bonus

Sumber: pexels

Kamu harus pintar membagi waktu antara bermain dengan bekerja di tengah fleksibilitas tiada batas. Jangan sampai pasak lebih besar daripada tiang. Jalan-jalan keliling dunia sambil bekerja memang asyik, namun harus berbanding lurus dengan proyek yang didapatkan. Ingatlah, kamu harus prioritaskan pekerjaan sebelum leha-leha untuk liburan.

Menjadi digital nomaden tidak semudah yang dibayangkan, apabila tidak disiplin waktu, maka alih-alih bekerja malah keterusan main internet. Hal tersebut dapat membuat jam kerja menjadi berantakan. Selain itu, pekerjaan dapat menjadi molor karena kurangnya tekanan dalam menyelesaikannya. Semoga artikel kali ini dapat membuka pandangan bahwa menjadi pengembara digital tidak semudah yang dilihat karena mereka harus lebih jago mengatur waktu yang padat dengan aktivitas utamanya. Selamat bekerja, Anak Rantau!