Ini Bedanya Sistem Perkuliahan di Belanda dan di Indonesia

Ingin tahu mengenai bedanya sistem perkuliahan di Belanda dan di Indonesia? Berikut 3 perbedaan mendasar yang wajib kamu ketahui:

1. Sistem Block vs Semester

Sumber gambar: surgentcpareview.com

Di Belanda, perkuliahan menggunakan sistem block, dimana satu semester (setengah tahun) dibagi menjadi 2-3 block dengan masing-masing block terdiri atas 2-4 mata kuliah. Berbeda dengan sistem perkuliahan di Indonesia yang umumnya menggunakan sistem semester dengan sekitar 4-8 mata kuliah sekaligus yang berjalan dalam kurun waktu setengah tahun. Hal ini menyebabkan perkuliahan di Belanda lebih fast-paced, dalam waktu 1-2 bulan saja mata kuliah akan selesai dan dilakukan ujian akhir, sehingga metode SKS (Sistem Kebut Semalam) tidak memungkinkan untuk diterapkan.

2. Partisipasi Aktif vs Pasif

Sumber gambar: facultyfocus.com

Perkuliahan di Belanda cenderung lebih menekankan keaktifan berpendapat. Untuk beberapa jurusan bahkan dilakukan penilaian partisipasi aktif, dimana mahasiswa diharuskan tidak hanya hadir di kelas tetapi juga berpendapat dalam diskusi, berbeda dengan sistem penilaian umum di Indonesia yang berdasarkan absen (kehadiran) saja.

3. Sistem Penilaian dan Resit

Sumber gambar: thoughtco.com

Sistem penilaian di Belanda memakai skala 1-10, dengan nilai kelulusan minimum 5,5. Jika tidak lulus dari nilai minimum, mahasiswa umumnya diperkenankan untuk mengikuti 1x remedial (resit), dan nilai resit akan menjadi nilai akhir dari ujian tersebut. Namun ada batas maksimum resit jika ingin lulus dengan predikat cum-laude.

Tertarik berkuliah di Belanda? Untuk informasi lebih lanjut mengenai beasiswa yang tersedia untuk berkuliah di Belanda, dapat dilihat melalui website Nuffic Neso Indonesia.