fbpx

Virus Corona, Ragam Cara Pemerintah di 5 Negara Menangkalnya

Januari 2020 publik dikejutkan oleh virus baru bernama 2019-nCov atau kerap dikenal sebagai Novel Coronavirus. Para ahli kesehatan dan World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa belum ada obat atau vaksin untuk melumpuhkan Virus Corona ini. Maka dari itu, mereka menghimbau pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia untuk preventif karena penyebarannya yang sangat cepat dan melalui human to human transmission. Pasalnya, penyebarannya semakin meluas hingga ke 25 negara saat tulisan ini dibuat (02/02/2020). Lantas bagaimana cara pemerintah di 5 negara melindungi rakyatnya dari virus berbahaya? Berikut ulasannya.

1. Jepang

Pemakain masker operasi sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Sumber: img.theculturetrip.com

Hampir seluruh negara di Asia Timur terdampak Virus Corona, seperti Jepang. Berdasarkan dari laporan berita Kompas.com (2019), Kementerian Kesehatan Jepang telah mengkonfirmasi 4 kasus positif terinfeksi Virus Corona dan semuanya memiliki riwayat pernah bepergian ke Wuhan. Pemerintah menerapkan skala darurat untuk melindungi rakyatnya. Kabar terbarunya, Pemerintah Jepang menaikkan skala dari satu menjadi dua dan meminta masyarakat untuk menghindari perjalanan ke sana jika tidak terlalu mendesak. Jika korban positif terinfeksi terus bertambah, maka pemerintah akan mendesak warganya untuk sama sekali tidak melakukan perjalanan ke wilayah Wuhan dan Cina serta mengevakuasi mereka yang terlanjur berada di sana.

Kabar terbaru, Pemerintah Jepang melarang kunjungan wisatawan dari Provinsi Hubei meskipun tidak menunjukkan gejala Corona.

2. Korea Selatan

Pasien positif terinfeksi Virus Corona di Korea Selatan bertambah menjadi 6 orang. Kasus terbaru yaitu pasien positif ke-6 tidak memiliki riwayat bepergian ke Wuhan, tetapi pernah kontak dengan pasien positif ke-3 sepulang dari sana. Youtuber Jang Hansol pada kanalnya bercerita bahwa pasien positif ke-3 diduga telah berinteraksi dengan 95 orang dan bepergian ke 6 tempat di Korea sebelum ia sakit. Penemuan terbaru tersebut membuat Pemerintah Korea Selatan menaikkan status darurat Corona dari skala dua ke skala tiga. Daerah dan seluruh lini transportasi publik diberi desinfektan agar virusnya tidak semakin menyebar.

Upayanya tidak hanya itu, Pemerintah Korea Selatan bersikap preventif dengan memberikan masker dan antiseptik gratis di seluruh area publik. Kemudian, jika merasakan demam dan gejala lainnya, maka jangan langsung pergi ke rumah sakit, melainkan hubungi badan atau lembaga yang berwajib (1339) terlebih dahulu untuk mendapatkan arahan dan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan. Hal tersebut juga mencegah penyebaran virus di rumah sakit ke orang sakit dan sehat. Pemerintah juga berupaya mengevakuasi warganya yang berada di Wuhan, lalu dikarantina di rumah sakit selama 2 minggu.

3. Singapura

Tim medis memakai pelindung lengkap untuk mengobati pasien Corona. Sumber: http://www.batamnews.co.id

Negara tetangga Indonesia ini juga melakukan langkah antisipatif dan kontrol agar penyebaran virus tidak semakin meluas. Seluruh penumpang pesawat yang tiba dari Cina langsung diperiksa dan diawasi oleh petugas bandara. Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa tim medis siap mengobati siapapun yang terinfeksi Virus Corona dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Adanya pasien positif Virus Corona di Singapura membuat pemerintah berencana menerapkan langkah tambahan.

4. Uni Emirat Arab

Virus Corona juga ada di Timur Tengah. Sumber: http://www.arabnews.jp/en/

Virus Corona juga dikonfirmasi ada di Uni Emirat Arab. Ini menjadi kasus Virus Corona pertama yang ditemukan di Timur Tengah. Hal tersebut membuat Pemerintah Arab Saudi juga bersiap-siap dan melakukan langkah pencegahan, seperti menyusun regulator penerbangan langsung dan tidak langsung dari China. Pun, kasus ini juga dapat menjadi travel warning bagi muslim yang hendak melaksanakan umroh.

5. Perancis

Perancis menjadi negara Eropa pertama yang menemukan kasus Virus Corona. Sumber: http://www.businessinsider.sg/

Virus Corona juga membuat sejumlah negara di Eropa kalang kabut, seperti Perancis. Perancis menjadi negara Eropa pertama yang menemukan kasus ini. Setidaknya, ada 3 pasien positif Virus Corona dan memiliki riwayat bepergian ke Wuhan. Otoritas setempat juga yakin bahwa masih ada kasus lain mengingat pasien positif sudah berada di Perancis dan melakukan kontak dengan belasan orang lainnya. Kini, orang terdekat pasien juga berada di bawah pemantauan Pemerintah Perancis untuk mencegah penyebaran virus melalui human to human transmission.

Itulah ragam cara pemerintah di 5 negara dalam menangkal Virus Corona. Pemerintah Indonesia sendiri belum menemukan adanya kasus mengerikan ini. Sejumlah pasien suspect yang dirawat masih dalam kondisi pemantauan tim medis. Meskipun begitu, lebih baik kita mencegah sesuai standar WHO daripada terlambat, apalagi virus baru ini belum ada obatnya. Butuh waktu lama bagi peneliti untuk mengembangkan vaksin dengan melibatkan sejumlah universitas. Ingatlah untuk selalu jaga kebersihan dan gunakan masker jika keluar rumah.