fbpx

Dampak COVID-19: Pelaksanaan Tes SAT dan ACT Dibatalkan

Merujuk pada himbauan berbagai pihak, mengurangi kontak sosial dengan orang lain dan menghindari kerumunan menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran COVID-19. Penyelenggaraan konser musik, pameran, hingga ujian terstandar pun ikut terdampak. Pada akhirnya, sejumlah pelaksanaan tes, termasuk SAT dan ACT dibatalkan.

Pembatalan pelaksanaan tes SAT

Sumber: venturecake.com

Mulanya, ujian SAT akan diselenggarakan pada hari Sabtu (14/03/2020) di seluruh dunia. Akan tetapi, akibat dampak dari penyebaran COVID-19, pelaksanaan ujian SAT di lebih dari 15 negara ini dibatalkan. Sejumlah universitas penyelanggara ujian ini menutup operasional mereka, alhasil, ujian SAT tidak dapat dilaksanakan.

Ujian SAT memang dikenal dilaksanakan secara bersamaan di seluruh dunia. Tahun ini, mulanya ujian ini akan dilaksanakan di lebih dari 20 negara, mulai dari di China, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Yunani, dan juga Italia.

Pihak penyelanggara SAT memberitahukan kepada para peserta bahwa akan ada penjadwalan ulang untuk tes yang dibatalkan. Akan tetapi, apabila tidak memungkinkan, pihak SAT akan mengembalikan uang pendaftaran untuk peserta. Meski tidak secara penuh.

Tes ACT juga terdampak

Selanjutnya, pelaksanaan ujian ACT dijadwalkan akan dilaksanakan pada 4 April 2020. Untuk pendaftarannya sendiri terakhir ditutup pada Jumat (13/03/2020). Akan tetapi, dilansir dari situs resmi ACT, pelaksanaan ACT masih dalam pertimbangan. Apakah akan dibatalkan atau dijadwalkan.

Berdampak pada pendaftaran universitas

Sumber: canterbury.ac.nz

Dengan adanya pembatalan sejumlah tes terstandar seperti SAT dan ACT, dikhawatirkan hal ini akan berdampak pada proses pendaftaran di universitas. Bagaimanapun, hasil dari tes ini memang diperlukan untuk mendaftar universitas tujuan.

Kemudian, banyak pendaftar yang telah mendaftarkan diri di satu universitas juga khawatir akan proses pendaftaran mereka. Mereka khawatir akan kemungkinan dampak dari COVID-19 akan berpengaruh pada keputusan akhir pendaftaran mereka. Akan tetapi, sejumlah universitas menyatakan bahwa proses pendaftaran masih dapat berjalan dengan lancar.

Princeton University melalui akun resminya menyatakan bahwa penyebaran COVID-19 tidak aka berdampak sama sekali dalam penilaian aplikasi pendaftar. Setiap pendaftaran akan diperlakukan sama dan dipertimbangkan.

Di sisi lain, pihak universitas mengkhawatirkan terjadinya penurunan jumlah pelajar asing yang akan mendaftar di universitas masing-masing. Apalagi, ada banyak universitas yang bergantung pada tingginya jumlah pelajar asing.

Pada akhirnya, proses pendaftaran di universitas beserta printilan lainnya masih mengalami ketidakpastian. Hal ini tentu dapat memberikan kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah orang. Bagaimanapun, ketika ujian SAT atau ACT dibatalkan, banyak siswa yang akan kesulitan menyelesaikan tahapan pendaftarannya di universitas.

Kamu juga bisa membaca perbedaan dari GMAT dan GRE. Mana yang sebetulnya cocok untukmu?

For Your Information

Apa dampak COVID-19 terhadap bidang pendidikan?

Bagi para siswa yang ingin mendaftar universitas tahun ini, mereka kesulitan karena sejumlah tes terstandar seperti SAT dan ACT dibatalkan.

Apakah ada solusi untuk pembatalan tes SAT?

Pihak SAT menyatakan akan ada penjadwalan ulang dan apabila tidak memungkinkan, mereka bersedia mengembalikan uang pendaftaran.

Apa dampak COVID-19 terhadap proses pendaftaran di universitas?

Membuat proses pendaftaran cukup terhambat dan penuh ketidakpastian. Informasi lengkapnya dapat kamu baca di artikel yang satu ini.