fbpx

Sosok Wanita Penyembuh Malaria yang Raih Penghargaan Nobel

Apabila kita membahas sosok yang mampu menyelamatkan jutaan jiwa manusia, maka kita tidak bisa melewatkan nama Tu Youyou begitu saja. Tu merupakan bagian dari tim yang bertugas menganalisis pengobatan tradisional China untuk pengobatan malaria. Penemuan Tu Youyou tersebutlah yang mengantarkan Tu sebagai perempuan asal China pertama yang mendapatkan penghargaan nobel.

Masa kecil Tu Youyou

Sumber: scmp.com

Tu Youyou lahir di Ningbo, sebuah kota di dataran timur China pada 30 Desember 1930. Meskipun Tu lahir pada saat kondisi China tidak begitu stabil, Tu cukup beruntung berhasil menyelesaikan pendidikannya, mulai dari pendidikan dasar hingga sekolah menengah.

Ayah dari Tu bekerja di Bank, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga biasa. Tu merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga tersebut. Bagi keluarga Tu, pendidikan merupakan hal yang paling penting. Maka dari itu, orang tua Tu selalu berusaha agar anak-anaknya masuk ke sekolah terbaik di Ningbo.

Hal tersebutlah yang berhasil menghantarkan Tu untuk menempuh pendidikan di Departemen Farmasi di Medical School of Peking University.

Tu Youyou dan Farmasi

Sumber: pandaily.com

Keputusan Tu untuk mengambil jurusan farmasi disebabkan oleh ketertarikannya terhadap dunia perobat-obatan. Selain itu, ia memiliki keinginan untuk mencari obat-obatan baru untuk para pasien.

Ketika menjalani perkuliahan di Peking University tersebut, Tu Youyou tidak hanya belajar mengenai ilmu farmasi, tapi juga hal lainnya seperti bagaimana memilih bahan yang tepat untuk sebuah obat dan bagaimana mengklasifikasikan bahan yang dapat digunakan. Bagaimanapun, pengobatan tradisional China memiliki kedudukan yang setara dengan pengobatan modern di China.

Setelah lulus pada tahun 1955, Tu mulai bekerja di Insitute of Chinese Materia Medica, sebuah akademi pengobatan tradisional China yang berjalan di bawah arahan Kementerian Kesehatan, China.

Tu Youyou dan Malaria

Malaria merupakan salah satu penyakit epidemik yang mengancam jiwa. Maka dari itu, dibituhkan upaya untuk mengembangkan penelitian untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Pada saat itu, akhirnya Tu Youyou ditunjuk untuk melakukan penelitian mengenai obat anti malaria dengan menggunakan pengobatan tradisional China.

Banyak sekali pengorbanan yang harus dilakukan oleh Tu Youyou untuk mengerjakan penelitian ini. Akan tetapi, akhirnya ia berhasil menemuka Artemisinin, hasil pengembangan dari penelitian yang ia lakukan.

Tu Youyou dan Penghargaan Nobel

Sumber: vox.com

Pada tahun 2015, Tu Youyou berhasil mendapatkan penghargaan nobel di bidang fisiologi atau kedokteran. Tentu hal ini menjadi suatu pencapaian yang luar biasa karena inilah pertama kalinya seorang perempuan asal China berhasil mendapatkan penghargaan nobel.

Keberhasilan dari Tu Youyou ini seolah mengingatkan bahwa perempuan juga bisa berkarya di bidang STEM. Tak hanya laki-laki saja yang menguasai bidang tersebut. Maka dari itu, Tu Youyou merupakan contoh nyata bahwa perempuan dari negara non-barat yang berhasil membuktikan diri.

Kemudian, sebagai tambahan, pada tahun 2020 ini, Tu Youyou berhasil menjadi 100 Women of The Year. Proyek 100 Women of the Year merupakan proyek yang dibuat oleh majalah TIMES untuk mengakui para perempuan yang memiliki pengaruh penting dalam berbagai kehidupan di dunia.

Sumber time.com

Pada akhirnya, seorang perempuan akan terus berusaha untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Maka dari itu, keberadaan dari perempuan-perempuan seperti Tu Youyou bisa menjadi inspirasi tersendiri bagi para perempuan di seluruh dunia.

Baca juga jejak para perempuan Indonesia di bidang STEM.

For Your Information

Siapa itu Tu Youyou?

Tu Youyou merupakan seorang peneliti China di bidang farmasi. Penelitiannya akan obat dari Malaria berhasil mengantarkan Tu mendapatkan penghargaan nobel.

Di mana Tu Youyou menempuh pendidikannya?

Tu Youyou berkuliah di Departemen Farmasi, Peking University.

Apa yang bisa kita pelajari dari Tu Youyou?

Kamu bisa membaca informasi lengkapnya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Beijing?