Beragam Perayaan Unik Saat Ramadhan di Negara Minoritas Muslim

Tidak terasa bulan puasa sudah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan kewajiban menahan lapar dan dahaga dari shubuh hingga matahari terbenam. Berbagai negara bersuka cita menyambut Ramadhan, bahkan di beberapa negara minoritas muslim terdapat tradisi cukup unik dalam menyongsong bulan suci ini. Bagaimana antusiasmenya? Mari simak ulasannya berikut ini!

1. Berburu Manisan di Jerman untuk Buka Puasa

Sumber : Qraved.co

Sebagian besar umat muslim di Jerman merupakan imigran yang berasal dari Turki. Maka dari itu, atmosfer Turki dapat memenuhi pedestrian di beberapa wilayah Jerman ketika Ramadhan. Jangan khawatir kelaparan karena kamu dapat berbuka puasa dengan suus, yaitu minuman berbahan baku gula hitam, lalu dschellab yang rupanya seperti gula dan sirup kurma. Jika tenggorokanmu rindu dengan jus, maka teguklah qamruddin (jus aprikot). Tak ketinggalan pula qata’ef atau kue kering yang direndam sirup gula dan kalladsch, yakni adonan pilo isi kacang-kacangan. Ingat, jangan kalap, ya!

Umat muslim di sana juga membangun gaya hidup sehat dengan memeriksakan diri ke dokter sebelum puasa, terutama bagi lansia dan anak-anak. Hal ini dilakukan supaya mereka dapat menjalani puasa dengan lancar. Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan dan kebugaran, ya!

2. Pernak-Pernik Ramadhan Menghiasi Perancis

Sumber : blogspot.com

Negara yang identik dengan kualitas anggur terbaik itu juga memiliki cara tersendiri ketika Ramadhan datang. Seperti halnya imigran Arab di Couronne, Perancis. Mereka menyemarakkan Ramadhan dengan berbelanja berbagai makanan dan pernak-pernik . Pierre Tumbot merupakan kawasan paling favorit untuk belanja. Tidak kalah seru dengan Indonesia, bukan?

Biasanya, puasa jatuh ketika mendekati ujian akhir, maka dari itu para perantau belum bisa pulang ke rumah. Tapi, anak rantau khususnya asal Indonesia tetap bisa merasakan euforianya. Beberapa masjid di Perancis juga membagikan hidangan berbuka (ta’jil) layaknya masjid di Indonesia. Umumnya ta’jil yang disiapkan yaitu kurma dan susu, lalu perantau atau warga negara Perancis yang muslim buka bersama dengan suasana hangat.

3. Sahur dengan Bubur Rempah Khas India

Sumber : jadimandiri.org

Umat muslim di India pun menyambut bulan puasa dengan suka cita. Sebutan khas untuk bulan agung ini ialah Ramazan. Menjelang hingga saat puasa, penjualan bihun menjadi meningkat karena itu merupakan menu wajib saat berbuka puasa. Lalu, hidangan lain yang harus selalu ada di meja ketika maghrib yaitu buah-buahan dan ganghui (sup dari terigu, beras, dan potongan daging). Sedap, bukan?

Tak jauh berbeda dengan tanah air tercinta kita, penduduk muslim di India juga menambah stamina ketika sahur. Biasanya mereka minum harir, yakni minuman kacang-kacangan dan biji-bijian. Mereka juga menyantap bubur rempah seperti haleem atau nonbu kanji supaya dapat menjalani puasa dengan semangat.


4. Menjalani Puasa dengan Durasi Panjang di Rusia

Rusia merupakan salah satu negara dengan durasi puasa terlama di dunia, yakni 17 jam. Namun, jangan khawatir karena kamu tetap bisa melewatinya meskipun berat. Anak rantau muslim tidak perlu merasa ketakutan menjalaninya karena terdapat 8000 masjid, 20 juta umat muslim di Rusia dan 2 juta diantaranya tinggal di Moscow. Masjid siap menampungmu dengan beragam hidangan pelepas lapar dan dahaga seperti kurma, buah-buahan, dan roti isi labu atau keju (khingalsh) serta gandum (galnash).


5. Tradisi MTQ di Masjid di Korea Selatan

Negeri gangnam style itu juga memiliki tradisi unik untuk menyambut Ramadhan. Meskipun umat muslim di Korea Selatan hanya 0,05%, namun semangat menjalankan puasa tidak luntur begitu saja. Sedikitnya jumlah masjid di Korea Selatan justru membuat perayaan puasa semakin meriah. Hal tersebut dapat dilihat dari membludaknya jamaah ketika tarawih. Selain itu, Korean Muslim Federation (KMF) mengadakan perlombaan mengaji Al-Qur’an (MTQ) setiap jumat di bulan Ramadhan. Acara tersebut diadakan di Seoul Central Mosque sebagai upaya mempererat ikatan pertemanan antar warga muslim di negeri ginseng.

Nah, itulah beragam perayaan unik saat Ramadhan di negara minoritas muslim. Bagaimana? Apakah kamu tertarik berkunjung ke sana ketika Ramadhan? Jangan takut untuk terus berpetualang ke negeri orang meskipun sedang puasa. Meskipun tantangannya lebih berat, akan tetapi banyak orang baik dari lintas negara dan budaya yang akan menolongmu. Selamat menunaikan ibadah puasa dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!