Pelarangan Daging di Sejumlah Universitas di Inggris: Apakah Perlu?

Beberapa tahun terakhir, sejumlah universitas di Inggris melakukan pelarangan daging untuk disediakan di kantin maupun kafetaria di kampus. Hal ini disebutkan sebagai salah satu upaya pihak kampus untuk menghadapi perubahan iklim.

Dari Goldsmiths, University of London hingga UAE

Goldsmiths, University of London. Sumber: gold.ac.uk

Sejalan dengan misi netral karbon pada tahun 2024, Goldsmiths, University of London menjadi salah satu universitas yang melakukan pelarangan daging. Hal ini berbarengan dengan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai seperti gelas dan botol plastik.

Tentu, langkah Goldsmiths untuk melarang penjualan daging di lingkungan kampus merupakan langkah yang berani. Akan tetapi, ternyata langkah dari Goldsmith sini pun diikuti oleh universitas lainnya di Inggris.

Sebagai contoh, ada The University of East Anglia yang didorong oleh organisasi mahasiswa, meminta untuk menghentikan penjualan daging di lingkungan kampus.

UAE pun menginisiasi kebijakan Meat Free Monday dengan menekankan pilihan makanan-makanan vegan di kafetaria kampus. Salah satu organisasi non profit Movin Animal membantu pihak kampus dalam menjalankan kebijakan ini.

University of Edinburgh dan Kontemplasi Urgensi

Edinburgh - Kota Pelajar Inggris
Sumber: booking.com

Universitas paling baru yang menjalankan kebijakan pelarangan daging adalah University of Edinburgh. Semangat untuk menyelamatkan lingkungan masih menjadi akar utama mengenai kebijakan ini.

Akan tetapi, ternyata sejumlah institusi memandang bahwa upaya pelarangan daging ini bersifat prematur. Apalagi, pelarangan tersebut tidak melalui konsultasi yang mendalam dengan pihak terkait. Alhasil, pelarangan ini menyulut kemarahan sejumlah petani dan kelompok agama tertentu.

Memang kebijakan pelarangan daging ini telah sesuai dengan upaya peduli lingkungan yang terus dicanangkan. Bagaimanapun, produksi daging dapat merusak lingkungan sedemikian rupa karena sapi menghasilkan lebih banyak metana.

Sayangnya, pada saat kebijakan ini diambil oleh organisasi mahasiswa di University of Edinburgh, sejumlah kelompok yang menentang pelarangan ini seolah tidak mendapat kesempatan untuk membela diri.

Banyak yang merasa bahwa keputusan pelarangan daging ini tidak mempertimbangkan kehidupan para petani. Bahkan, menurut Sarah Whitelaw, mahasiswi Royal School of Veterinary Studies, yang dilansir oleh Student International, penghapusan produk daging sapi dari menu universitas tidak akan membantu perwujudan tujuan dari gerakan peduli lingkungan itu sama sekali.

Menurut Sarah, bidang pertanian di Inggris merupakan salah satu industri paling berkelanjutan yang patut dibanggakan. Mayoritas lanskap serta pedesaan yang ada di Inggris tidak dapat dimanfaatkan untuk hal lain selain pertanian dan peternakan.

“Argumen yang diajukan untuk mendukung pelarangan daging masih lemah dan penuh kesalahan informasi,” ujar Sarah.

Pada akhirnya, banyak yang merasa bahwa kebijakan tanpa daging ini merupakan kebijakan yang salah dan tidak demokratif. Proses pengambilan kebijakan tanpa melakukan konsultasi dengan pihak universitas lainnya dan tanpa adanya referendum menjadikan kebijakan ini dipertanyakan urgensinya.

Baca juga ulasan kami tentang Ilmu Bumi yang mampu membantu selamatkan planet dari musibah.

Mengapa universitas di Inggris melakukan pelarangan daging?

Kebijakan pelarangan daging ini pada dasarnya merupakan salah satu upaya peduli lingkungan, khususnya perubahan iklim. Bagaimanapun, produksi daging dapat merusak lingkungan sedemikian rupa karena sapi menghasilkan lebih banyak metana.

Universitas mana sajakah yang melakukan pelarangan daging?

Goldsmiths, University of London menjadi salah satu universitas yang vokal dalam mejalankan kebijakan ini. Diikuti oleh The University of East Anglia dan University of Edinburgh.

Apakah universitas perlu melakukan pelarangan daging?

Pembahasan mengenai perlu tidaknya pelarangan daging di sejumlah universitas–dalam hal ini di Inggris, akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini. Silakan membaca untuk tahu jawabannya.