fbpx

Berhati-hatilah, Mungkin Pekerjaanmu Selanjutnya yang Digantikan Mesin

Kekhawatiran ketika teknologi akan menggantikan pekerjaan manusia sebenarnya bukanlah hal yang baru. Ini sudah terjadi semenjak tahun 1931 saat seorang ekonom Amerika bernama John Maynard Keynes berkata bahwa “pegangguran akibat perkembangan teknologi disebabkan karena pemanfaatan teknologi mengalahkan laju pemikiran manusia untuk memanfaatkan tenaga kerja yang ada”. Singkatnya kita akan kelabakan karena kita tidak tahu akan “mengapakan” tenaga kerja yang terganti oleh teknologi.

Jenis-jenis teknologi baru akan menjadi ancaman bagi pekerjaan manusia saat ini jika kita tidak siap, bisa dilihat tulisan sebelumnya tentang teknologi-teknologi baru abad ini (Industry 4.0 adalah…)

Jenis-jenis pekerjaan yang akan tergantikan adalah pekerjaan mekanikal yang repetitif seperti yang terjadi di pabrik-pabrik ketika buruh yang harus menggantikan tutup pasta gigi diganti oleh mesin. Namun, pekerjaan-pekerjaan yang tergantikan tidak hanya akan berhenti pada ranah pekerjaan pabrik saja.

Pekerjaan seperti pengacara, analis finansial, dokter, jurnalis, akuntan, pustakawan akan sangat mungkin di automasi. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Tiongkok, ketika Xinhua News Agency telah merilis News Anchor wanita pertama yang sepenuhnya digerakkan oleh kecerdasan buatan.

Peneliti dari Oxford Martin School (Carl Benedikt dan Michael Osborne) melakukan penelitian terhadap 702 profesi yang ada dan melakukan pengurutan jenis pekerjaan yang mungkin diautomasi sampai yang paling tidak mungkin. Berikut adalah jenis-jenis pekerjaan yang paling mungkin digantikan oleh mesin:

Sebelumnya saya menyebutkan bahwa pekerjaan seperti jurnalis akan tergantikan oleh mesin, hal tersebut sudah terjadi melalui percobaan yang dilakukan oleh The New York Times. Kantor berita ternama ini menggunakan software dengan algoritma canggih yang dapat membuat narasi berita yang dibandingkan dengan produksi berita oleh jurnalis biasa. Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang tidak bisa membedakan berita yang diproduksi oleh mesin dan manusia biasa.

Kristian Hammond, co-Founder dari Narrative Science memprediksi prediksi bahwa pada pertengahan 2020 nanti, 90% produksi berita akan diciptakan oleh algoritma saja, dengan intervensi minim dari manusia (manusia hanya berperan sebagai pembuat algoritma itu saja).

Pekerjaan konvensional berbasis mekanikal nantinya di masa depan akan kalah berharga dibandingkan pekerjaan berbasis teknologi terbarukan yang ada dari Industri 4.0. Lihat saja valuasi perusahaan Go-jek yang saat ini telah mencapai Rp. 138 Trilliun, atau 22 kali lipat lebih besar dari valuasi perusahaan maskapai penerbangan ternama Garuda yang hanya mencapai Rp. 6,16 Trilliun.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, jenis-jenis pekerjaan apa saja yang kira-kira dibutuhkan oleh dunia di masa depan? Apakah hanya pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi saja? Pastikan kamu menemukan jawabannya di tulisan kami berikutnya!


Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?