fbpx

Irlandia Kembali Terapkan Kebijakan Lockdown Selama 6 Minggu

Ketika sejumlah negara di dunia mulai membuka kembali perbatasan mereka untuk tujuan pariwisata, kebijakan berkebalikan diambil oleh Irlandia. Adanya kenaikan jumlah kasus COVID-19 di negara tersebut mendorong Pemerintah Irlandia menerapkan kebijakan lockdown kembali.

Kebijakan lockdown di Irlandia

Sumber: curiouserland.ie

Dengan kebijakan tersebut, maka Irlandia menjadi negara Eropa pertama yang kembali melakukan lockdown secara nasional. Seluruh ritel bisnis non esensial diperintahkan untuk ditutup. Jadi, kamu tidak akan bisa menemukan tempat gym, pudat kebudayaan, atau bahkan tempat potong rambut yang buka pada saat kebijakan ini dilakukan. Para warga pun diminta untuk tetap berada di rumah. Sekolah dan juga layanan esensial lainnya akan tetap dibukan.

Dilansir dari NPR, jumlah kasus COVID-19 di Irlandia meningkat sebanyak 75% sejak awal September.

“Kami melakukan pencegahan sepenuhnya untuk menghadapi virus ini,” ujar wakil Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadakar, “sebelum terlambat. Tujuan kami adalah untuk mengubah struktur dari virus dan meratakan kurva kembali supaya berada di bawah kontrol.”

Detail kebijakan

Sumber: http://www.barrons.com

Penerapan kebijakan ini juga dibarengi dengan adanya sistem denda dan penalti bagi para warga yang melanggar beraturan. Untuk pertemuan sosial diperbolehkan hanya untuk dua rumah tangga saja. Itu pun harus memenuhi persyaratan tertentu. 

Kemudian, bagi para warga yang menggunakan transportasi umum untuk bepergian, harus diketahui bahwa selama lockdown, mereka hanya akan beroperasi sebanyak 25% dari kapasitas. Pemeriksaan jalanan pun akan dilakukan untuk menjamin semua orang menghargai pembatasan perjalanan yang diterapkan.

Perdana Menteri Micheal Martin menyatakan, “Apabila kita menerapkan hal ini bersama untuk enam minggu ke depan, kita bisa merayakan Natal dengan lebih bermakna. Perjalanan ini memang tidak mudah akan tetapi masa depan akan tetap berada di tangan kita.”

Pelaksanaan kebijakan lockdown ini direncanakan akan dilaksanakan selama enam minggu. Akan tetapi, pelaksanaan lanjutannya akan ditinjau kembali setelah empat minggu berjalan.

COVID-19 di Irlandia dan pelajar internasional

Meski COVID-19 melanda, pada dasarnya Irlandia tetap siap dalam menyambut kedatangan pelajar internasional. Tentunya, para pelajar tersebut ketika sampai harus menjalani masa karantina terlebih dahulu. Sayangnya, keterbatasan akses terhadap aktivitas dan dukungan sosial secara normal membuat para pelajar merasa terisolasi dan mengalami homesick.

Maka ketika kebijakan lockdown diterapkan, kemungkinan kondisi para pelajar internasional di Irlandia dapat menjadi lebih parah. Hal inilah yang mendorong pemerintah Irlandia menggelontorkan dana untuk memenuhi layanan kesehatan mental bagi para pelajar. Tentunya, banyak pihak yang mengharapkan seluruh universitas akan memprioritaskan pendanaan yang ada untuk kesehatan mental para pelajar selama menjalani perkuliahan di Irlandia.

Baca juga alasan-alasan mengapa kamu harus memilih untuk kuliah di Irlandia.

For Your Information

Mengapa Irlandia menerapkan kebijakan lockdown kembali?

Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah kasus COVID-19 di negara tersebut secara signifikan.

Apa saja dampak dari penerapan kebijakan lockdown ini?

Sejumlah tempat-tempat non-esensial diperintahkan untuk ditutup. Pemberian denda dan juga hukuman akan ditegakkan bagi mereka yang melanggar.

Ingin mengetahui cerita lain di Dublin?