fbpx

Idul Fitri 2020, Harus Sabar di Kala Pandemi Covid-19

Usai Ramadan, maka tibalah bulan Syawal 1441 Hijriyah yang diawali dengan momen Idul Fitri 2020. Biasanya, lebaran selalu ramai untuk ajang silaturahmi, akan tetapi tahun ini sangat berbeda. Adanya pandemi Covid-19 di seluruh dunia membuat perayaan keagamaan seperti Idul Fitri harus mengalami adaptasi.

Ketidakpastian di tengah pandemi membuat umat beragama harus beradaptasi dalam melakukan perayaan. Hingga saat ini, uji vaksin masih terus dilakukan oleh peneliti.

Meskipun beberapa negara di luar negeri menunjukkan kurva melandai, hendaknya kita terus menjaga kesehatan supaya dapat melewati situasi sulit ini. Praktik hidup jaga jarak ini kemungkinan masih akan terus dilakukan untuk beberapa waktu lagi. Apa sajakah?

1. Solat Idul Fitri 2020 Berjamaah di Rumah

Sumber: images.unsplash.com

Masjid yang terletak di pusat kota dengan daerah memiliki ukuran yang berbeda, seperti masjid di Jerman. Dilansir BBC, terdapat sebuah masjid kecil atau mushola yang hanya dapat menampung jamaah muslim dalam jumlah terbatas. Adanya peraturan jaga jarak menyebabkan masjid membutuhkan tempat yang lebih luas lagi. Akhirnya, sebuah gereja di Jerman menawarkan bantuan dengan mengadakan shalat Jumat di akhir Ramadan.

Ketidakpastian ibadah jamaah saat Ramadan masih berlanjut hingga Idul Fitri. Bagi umat muslim yang tinggal di zona merah, maka mereka melakukan solat Idul Fitri di rumah. Memang ada beberapa masjid yang dibuka, akan tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak 1 meter hingga 2 meter.

Beberapa siasat cerdas dapat membuat kamu terhindar dari penularan, seperti solat di dalam kendaraan, di teras rumah, atau tempat tertutup lainnya. Berhubung penelitian tentang covid-19 masih terus berkembang, maka bisa saja solat Idul Fitri di rumah terus dilakukan hingga vaksin ditemukan. Bagaimana menurutmu?

2. Tradisi Kirim Parsel Idul Fitri 2020

Sumber: images.unsplash.com

Parsel atau hantaran merupakan tradisi berbagi hadiah pada saat hari keagamaan. Biasanya barang diantarkan sembari ketemu secara fisik dengan penerima, akan tetapi tahun ini berbeda. Dilansir Analitic Data Advertising (ADA) dari Katadata.com (2020) bahwa terjadi kelonjakan aktivitas belanja daring hingga 300 persen. Banyak penjual yang mencoba bisnis daring, termasuk penggiat usaha hantaran.

Dilansir dari The Conversation (2020), tetap berhubungan dengan teman dan orang yang dicintai dapat meningkatkan oksitosin dan mengurangi stres dengan memberikan dukungan sosial yang kita semua butuhkan selama jarak fisik. Pengiriman parsel menjadi salah satu cara untuk berhubungan jarak jauh saat lebaran di tengah pandemi.

Parsel juga bisa berbentuk kiriman paket sembako atau pakaian. Adanya pembatasan sosial menyebabkan banyak keluarga menunda mudik atau berkunjung ke sanak saudara lainnya ketika Idul Fitri. Supaya tetap terasa dekat secara batin, maka kiriman paket menjadi cara untuk menunjukkan kasih sayang jarak jauh.

3. Takbiran dan Salam Virtual

Sumber: Liputan6.com

Suasana lebaran di tengah pandemik membuat sejumlah perayaan beradaptasi dengan cara beribadah virtual. Seperti di Inggris, malam takbiran Idul Fitri dilakukan secara virtual oleh pengurus masjid. Selain itu, umat muslim di Inggris juga melakukan salam secara virtual untuk saling meminta maaf.

Salam virtual dapat dilakukan melalui media sosial, seperti video call, mengirim foto gambar tangan seolah mengajak berjabat, atau meme lucu lainnya.

4. Selalu Siap Masker dan Disinfektan

Sumber: image.unsplash.com

Masjid di beberapa negara tetap merayakan Idul Fitri dengan sholat berjamaah dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, seperti di masjid Seoul, Korea Selatan. Kondisi pandemi di sana telah menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan kurva melandai atau penularan rendah antar masyarakat lokal. Meskipun sudah mengalami penurunan pasien positif Covid-19, masyarakat tetap harus jaga jarak di manapun dan memakai masker jika keluar rumah.

Para jamaah solat Idul Fitri memakai masker dan jaga jarak sekitar 1 hingga 2 meter. Sebelum hari raya, masjid dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan disinfektan.

Idul Fitri sangat identik dengan interaksi dan pelukan, akan tetapi kali ini perayaannya berbeda. Hingga belum ditemukan vaksin, sepertinya kamu tetap harus menjaga kesabaran ketika menghadapi Idul Fitri yang akan datang. Jika kamu bisa menjaga kesehatan diri, maka artinya kamu juga peduli dengan keluarga dan orang sekitarmu. Semoga kita semua sehat selalu, ya!

For Your Information

Bagaimana Idul Fitri di Tengah Pandemi?

Menjaga jarak untuk sementara terlebih dahulu dengan solat berjamaah bersama keluarga, kirim paket lebaran, dan selalu siap masker serta disinfektan.

Ingin mengetahui cerita lain di Abu Dhabi?