Indonesia Kalah Jauh dari Malaysia Dalam Industri 4.0

Untuk dapat menghadapi industri 4.0 tidak bisa hanya melalui inisiatif masing-masing individu saja, tetapi juga harus ada langkah nyata yang dilakukan pemerintah. Sekarang bukan saatnya untuk cuek terhadap keadaan politik yang terjadi, malah sebaliknya di era keterbukaan informasi ini kita harus bisa mendorong pemerintah untuk lebih baik lagi. Kembali ke pertanyaan awal, sebenarnya seberapa siap pemerintah Indonesia untuk menghadapi industri 4.0 ke depannya?

Related image

Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan mengetahui terlebih dahulu, faktor-faktor yang dapat membuat sebuah negara siap menyambut industri 4.0. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh World Economic Forum dalam laporan “Readiness for the Future of Production Report 2018”, faktor yang perlu menjadi perhatian untuk kita semua adalah: Driver of Production atau faktor kunci yang dapat mendorong negara mengadaptasi industri 4.0 dalam faktor produksi seperti dalam gambar berikut:


Sumber : World Economic Forum. (2018). Readiness for the Future of Production Report 2018. Geneva : World Economic Forum.

Dari ke-6 faktor pengaruh tersebut banyak yang menjelaskan tentang kesiapan pemerintah akan pengembangan teknologi informasi, investasi, kesiapaan lembaga, besaran pasar, ataupun aktivitas industri. Tidak perlu semuanya kamu pusingkan, yang perlu diperhatikan ada pada faktor Human Capital. Faktor ini mengukur kesiapan masyarakat melalui kepemilikan skill-skill yang tepat dalam memanfaatkan teknologi industri 4.0 yang ada. Faktor yang sangat penting untuk kita refleksikan bersama sudah seberapa siapkah kita akan perubahan di masa depan. 

Setelah dilakukan pengukuran dari 100 negara yang ada di dunia, Indonesia berada pada peringkat 59 dengan kategori Nascent Country, apa maksudnya?


Sumber: World Economic Forum. (2018). Readiness for the Future of Production Report 2018. Geneva : World Economic Forum.

Negara yang termasuk ke dalam Nascent Country berarti negara yang belum memiliki aset produksi dan faktor pendorong produksi yang dijelaskan pada gambar 1 di atas. Dilaporkan bahwa keuntungan ekonomi Indonesia masih berfokus pada industri manufaktur dan pertanian saja, belum masuk ke dalam produksi barang ekonomi yang lebih kompleks. Lalu sebenarnya negara manakah yang sudah siap untuk menyambut industri 4.0? Tidak perlu jauh-jauh untuk melirik ke negara di Benua Eropa, negara tetangga kita Malaysia sudah termasuk ke dalam negara dalam kategori Leading.


Sumber : World Economic Forum. (2018). Readiness for the Future of Production Report 2018. Geneva : World Economic Forum.

Malaysia berada dalam peringkat 20 melebih negara maju seperti Denmark dan Canada. Negara-negara yang berada dalam kategori Leading banyak berfokus pada pengembangan kualitas manusia dengan memastikan pendidikan dasar dan pendidikan lanjut masyarakatnya terjangkau. Tidak hanya itu, mereka juga banyak melakukan program R&D (Research and Development) untuk mengembangkan teknologi-teknologi baru. 

Image result for mobil esemka
Mobil Esemka

Tentunya kita pernah mendengar anak SMK yang merakit mobil sendiri, namun harus berhenti disitu saja tanpa tindak lanjut. Berbeda dengan negara yang Leading, mereka memastikan hasil inovasi anak negeri di manufaktur secara massal seperti mobil Hyundai dari Korea Selatan yang mendunia. 

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Sedihnya adalah berita-berita nasional sering kali mengabarkan pemerintah yang sudah siap Industri 4.0 dengan jargon-jargon “Indonesia Siap Industri 4.0” tapi nyatanya kita masih jauh tertinggal dari negara tetangga kita sendiri. Langkah sederhana yang bisa anda lakukan adalah memulainya dengan peka terhadap isu-isu seperti ini. Lalu kita bisa mulai lebih lanjut dengan mempersiapkan diri sendiri yang dapat kamu temukan di tulisan berikutnya.