fbpx

Yang Akan Kamu Hadapi Saat Kuliah di Luar Negeri Pada Tahun 2020

Dear, Kawan Rantau. Awal perkuliahan untuk semester musim gugur akan segera datang. Apakah kamu sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri pada tahun 2020? Kalau iya, maka inilah sejumlah hal yang kamu hadapi saat lanjutkan kuliah di luar negeri pada tahun 2020.

Perkembangan terbaru

Sumber: studyinternational.com

Mulai Agustus 2020, banyak pelajar internasional yang telah diperbolehkan untuk kembali ke negara tempat mereka berkuliah. Meskipun negara asal mereka termasuk negara berisiko tinggi untuk COVID-19.

Well, hingga saat ini pun, Indonesia belum bisa keluar sebagai negara bebas COVID-19. Akan tetapi, apabila kamu berniat untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, ada kemungkinan kamu bisa tetap berangkat. Hal ini tergantung dari kebijakan negara tujuan dan juga universitasmu.

Kewajiban karantina

Baik kamu berencana tinggal di asrama kampus atau tidak, maka kamu wajib melakukan karantina mandiri ketika sampai di negara asal. Tentunya, kamu juga harus terlebih dahulu menjalani tes COVID-19 sebelum sampai ke asrama.

Dilansir dari Radio NL, Thompson Rivers University di Kanada telah menyiapkan sekitar 100 tempat tidur untuk pelajar internasional yang menjalani karantina pada tahun 2020.

Matt Milovich selaku wakil rektor menyatakan bahwa tempat tidur tersebut disediakan bagi pelajar yang berencana untuk tinggal di luar kampus dan membutuhkan tempat karantina.

“Kami akan menyiapkan logistik dan pelayanan lainnya bagi para siswa selama masa karantina. Tentu hal ini tidak mudah untuk menjalani karantina selama dua minggu di tempat yang tidak familiar. Semoga, dengan adanya upaya ini, para pelajar internasional merasa nyaman untuk kembali.”

Sedangkan, para pelajar di University of Calgary, Kanada akan menjalani masa karantina di hotel lokal yang telah diatur. Pihak universitas menekankan bahwa seluruh pelajar dari negara mana saja wajib melakukan karantina. Tidak ada pengecualian untuk hal ini.

Lalu, di Inggris, sejumlah universitas besar di sana seperti University of Manchester, Imperial College London, dan University College London memperbolehkan pelajar internasional untuk tiba di Inggris dua minggu sebelum tanggal yang seharusnya. 

Mereka bisa menjalani masa karantina di asrama kampus yang tersedia.

Di Australia, aturan tersebut juga berlaku. Sejumlah hotel lokal dan pusat karantina khusus telah disiapkan untuk menyambut para pelajar internasional.

Aturan penjarakan sosial

Sumber: utk.edu

Tentu saja salah satu hal yang pasti berlaku untuk mencegah penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan penjarakan sosial.

Imperial College dan University College London telah mengatur supaya para pelajar yang telah sampai di kampus tidak ditempatkan di kamar twin maupun kamar single yang menggunakan kamar mandi bersama.

Selain itu, para pelajar nantinya akan sering menemukan upaya pembersihan dan desinfektan di seluruh bagian kampus. Kemudian, juga akan ada pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki kelas.

Wajib memakai masker

Salah satu pencegahan lainnya yang wajib dilakukan adalah menggunakan kampus. Sejumlah kampus di dunia telah mewajibkan para siswanya untuk menggunakan masker saat berada di kampus, bahkan ketika kelas berlangsung.

Kabar baik apabila kamu memilih University of Exeter dan Manchester karena kedua universitas ini menyediakan masker yang dapat dipakai berkali-kali dicuci sebagai welcome packs untuk pelajar internasional yang kembali pada tahun 2020.

Baik universitasmu mewajibkan memakai masker atau tidak, pada dasarnya memakai masker merupakan cara yang efektif untuk mencegah tertular COVID-19.

Well, bersiap-siap dengan membawa masker dan sabun cuci tangan menjadi penting sebelum kamu berangkat. Semangat, Kawan Rantau!

Baca juga peran mahasiswa seni dan fashion dalam hadapi COVID-19.

For Your Information

Apakah pelajar internasional dapat kembali pada tahun 2020?

Tergantung dari kebijakan negara dan universitas tujuanmu.

Apa yang akan saya hadapi saat lanjutkan kuliah di luar negeri pada tahun 2020?

Baca pembahasannya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di London?