fbpx

Universitas di Korea Akan Kembalikan Sebagian Biaya Perkuliahan

Korean Council for University Education (KCUE) baru-baru ini mengumumkan bahwa hampir 40% universitas di Korea Selatan akan mengembalikan setengah dari biaya perkuliahan. Hal ini termasuk 30 universitas negeri dan 50 swasta.

Seluruh mahasiswa yang mengalami kesulitan selama COVID-19 akan mendapatkan kompensasi, termasuk pelajar internasional. Menurut National Institute for International Education, terdapat 123.850 pelajar internasional di Korea Selatan pada April 2017.

Permintaan dari pelajar

Juru bicara dari KCUE menjelaskan bahwa pengembalian biaya perkuliahan ini merupakan hasil dari permintaan para pelajar. 

“Semenjak universitas menghentikan pembelajaran secara tatap muka dan menggantinya menjadi perkuliahan daring, membatalkan sejumlah acara seperti orientasi mahasiswa baru ataupun upacara wisuda, para pelajar meminta pengembalian biaya perkuliahan,” ujar juru bicara KCUE.

Berdasarkan hasil survei, terdapat 99.2% pelajar di Korea Selatan yang menginginkan pengembalian biaya perkuliahan untuk semester musim gugur. Universitas-universitas di Korea bukanlah universitas pertama yang mengembalikan biaya perkuliahan, akan tetapi mereka merupakan kelompok paling besar yang mencapai konsensus tersebut sejauh ini.

Langkah awal dari Konkuk University

Konkuk University. Sumber: trungcaptaichinhhanoi.edu.vn

Pada bulan Juni, Konkuk University yang berada di Seoul menjadi universitas swasta pertama yang berjanji untuk mengembalikan biaya perkuliahan sebesar 8.3%. Hal ini dilakukan setelah pelajar merasa keberatan dengan standar dari jalannya perkuliahan daring.

Setelah melakukan diskusi bersama dengan badan mahasiswa, akhirnya pihak universitas setuju untuk menyediakan beasiswa musim gugur bagi para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan semester musim semi. Dengan demikian, ada sekitar 15.000 mahasiswa yang akan mendapat potongan biaya perkuliahan.

Langkah dari Konkuk University ini pada akhirnya menuntun KCUE untuk meninjau kembali subsidi yang bisa diberikan pada mahasiswa semasa COVID-19 ini. 

Bahkan, Perdana Menteri Korea, Chung Sye-kyun memerintahkan kementerian pendidikan untuk meninjau pengembalian biaya perkuliahan ini. Sejak saat itu, pihak kementerian akan memberikan dukungan finansial bagi institusi yang mengembalikan atau mengurangi biaya perkuliahan bagi mahasiswa.

Langkah universitas lainnya

Busan Korea Maritime University. Sumber: wikimedia.org

Sejak bulan Juli, banyak institusi yang mengikuti jejak dari Konkuk University.

Dilansir dari The Korea Herald, National Korea Maritime & Ocean University di Busan mengumumkan pengembalian biaya perkuliahan sebesar 10% untuk semester musim semi. Kemudian, Pusan National University dan Pukyong National University juga akan mengambil langkah yang sama.

Sejumlah universitas swasta seperti Dong-Eui University dan Tongmyong University menawarkan “beasiswa khusus” senilai KRW 100.000. Lalu, Daegu University memberikan KRW 100.000 untuk 17.000 mahasiswa dan mengembalikan biaya perkuliahan hingga KRW 430.000.

Tentu langkah ini disambut positif oleh para mahasiswa. Akan tetapi, tidak semua universitas di dunia akan melakukan hal yang sama. Sampai saat ini, universitas-universitas di Inggris dan Amerika Serikat masih memasang biaya penuh bagi para mahasiswa meskipun pembelajaran dilakukan secara daring.

Baca juga isu kenaikan biaya perkuliahan yang menambah beban pelajar internasional.

For Your Information

Bagaimana biaya perkuliahan di Korea selama COVID-19?

Korean Council for University Education (KCUE) baru-baru ini mengumumkan bahwa hampir 40% universitas di Korea Selatan akan mengembalikan setengah dari biaya perkuliahan.

Mengapa universitas mengembalikan biaya perkuliahan?

Penjelasan lebih lengkap dapat kamu baca di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Busan?