fbpx

Pergerakan Pelajar di Negara-negara ASEAN Masih Menjadi Tantangan

Dengan 20 juta pelajar yang menempuh studi di tingkat perguruan tinggi dan berada di lebih dari 7.000 universitas, negara-negara di ASEAN telah menjadi rumah dari 10% pemuda berbakat di dunia. Sayangnya, ternyata pergerakan pelajar di dalam negara-negara ASEAN tercatat sangat rendah dibandingkan di kawasan lainnya.

Pergerakan pelajar di negara-negara ASEAN

pergerakan pelajar asean
Sumber: ump.edu.my

Berdasarkan laporan dari SHARE, European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region dan mitra, terungkap bahwa pergerakan pelajar ke luar dan ke dalam Kawasan ASEAN meningkat pada tahun 2013 sampai 2018. Sayangnya, jumlah pergerakan di antara negara-negara ASEAN tidak sampai mencapai angka 10%.

“Meningkatan pergerakan pelajar di dalam negara-negara ASEAN masih menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan dan institusi pendidikan tinggi,” jelas laporan tersebut.

“Negara-negara ASEAN memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda dalam hal internasionalisasi pendidikan tinggi. Kemudian, terdapat destinasi di luar ASEAN yang lebih diminati oleh para pelajar.”

Negara-negara yang menjadi destinasi favorit dari para pelajar ASEAN adalah, Australia, Amerika Serikat. Inggris, dan juga Jepang. Selain itu, preferensi untuk memilih China dan Korea Selatan juga masih tinggi. Alhasil, negara-negara di ASEAN menjadi negara tujuan pilihan kedua.

Apa yang bisa dilakukan?

pergerakan pelajar asean
Sumber: aunsec.org

Dalam rangka memajukan pendidikan tinggi di ASEAN, laporan dari SHARE menyarankan supaya terdapat ASEAN Student Pass. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengganti penggunaan visa pelajar per negara.

Meskipun demikian, tidak semua tantangan bagi pergerakan pelajar internasional di ASEAN dapat mudah diatasi. ASEAN Focus Group menyatakan bahwa faktor keamanan dan kesejahteraan menjadi sangat penting. 

Sebagai contoh, instabilitas yang terjadi di Thailand memunculkan keraguan bagi para pelajar untuk melanjutkan studi di sana. Apalagi, memang terdapat tekanan antara pelajar lokal dan asing yang terjadi akhir-akhir ini.

Akan tetapi, pada dasarnya preferensi dari pelajar lebih condong kepada negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Sebagai contoh, lebih banyak pelajar yang memilih untuk melanjutkan studi di Singapura atau Australia dibandingkan di negara lain di ASEAN yang non Inggris.

Pada akhirnya, negara-negara di ASEAN masih harus terus mengembangkan diri untuk bisa menjadi destinasi tujuan dari pelajar internasional. Apabila pergerakan di antara negara-negara tersebut terus meningkat secara signifikan, maka hal tersebut menjadi faktor penarik pelajar dari luar kawasan ASEAN untuk berkuliah di negara-negara ASEAN.

Baca juga penjelasan mengenai ASEAN University Network (AUN).

For Your Information

Bagaimana kondisi pergerakan pelajar di negara-negara ASEAN?

Berdasarkan laporan dari SHARE, European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region dan mitra, terungkap bahwa pergerakan pelajar ke luar dan ke dalam Kawasan ASEAN meningkat pada tahun 2013 sampai 2018. Sayangnya, jumlah pergerakan di antara negara-negara ASEAN tidak sampai mencapai angka 10%.

Apa penyebab rendahnya pergerakan pelajar di antara negara-negara ASEAN?

Banyak faktor. Mulai dari atraksi destinasi lainnya di luar ASEAN hingga isu keamanan.

Ingin mengetahui cerita lain di Jakarta?