fbpx

Pelajar Internasional di Universitas China Keluhkan Ketidakpastian untuk Kembali

Pelajar internasional tidak dapat kembali ke China untuk melanjutkan studi mereka. Alhasil, mereka meminta kepada kedutaan besar masing-masing untuk menanyakan kemungkinan pembukaan larangan perbatasan kepada Pemerintah China. Hal ini disebabkan oleh kualitas perkuliahan daring tidaklah memenuhi standar.

Perbatasan telah dibuka, tapi tidak untuk pelajar

Pelajar internasional di universitas China keluhkan ketidakpastian
Sumber: dipost.com

Untuk beberapa minggu terakhir, China telah mulai membuka perbatasan mereka bagi para warga asing, akan tetapi tidak untuk pemegang visa pelajar. Padahal, China merupakan negara tujuan pelajar internasional terbesar ketiga dengan jumlah pelajar mencapai 492.185 pada tahun 2018.

“Tahun ini untuk libur musim dingin, saya memutuskan untuk kembali ke rumah dan menunggu untuk bisa kembali (ke China) selama 9-10 bulan,” ujar salah seorang pelajar di universitas yang ada di Wuhan kepada The PIE News.

“Kami menjalani perkuliahan secara daring, tapi standar yang diberikan sangatlah rendah,” tambahnya.

“Pihak universitas tidak menghubungi kami. Apabila kami mengirimkan pesan, tidak akan ada balasan. Para pelajar China bisa tetap melanjutkan studi ke Inggris (atau negara mana saja), bahkan terdapat penerbangan khusus bagi mereka. Akan tetapi, mereka tidak melakukan apa-apa untuk pelajar internasional.”

Sejumlah pelajar lainnya menekankan kurangnya komunikasi dari universitas mereka serta manajemen yang sangat kurang di situasi sekarang ini.

“Sudah sembilan bulan kami terdampar di sini, melihat teman sekelas kami di China.. Sembari duduk dan melihat video daring dan berdoa semoga bisa cepat bergabung dengan mereka,” ujar pelajar lainnya.

Kesulitan para mahasiswa kedokteran

Pelajar internasional di universitas China keluhkan ketidakpastian
Sumber: usmedicabroad.com

Pada dasarnya, studi kedokteran menjadi salah satu program yang paling diminati oleh para pelajar internasional di China. Sayangnya, dalam keadaan seperti sekarang ini, para pelajar menghadapi kesulitan. Bagaimanapun, perkuliahan kedokteran tidak dapat dilakukan secara daring.

Mereka pada akhirnya mengharapkan bahwa pihak kampus memperbolehkan para pelajar untuk kembali ke kampus dan melaksanakan kerja laboratorium dan lainnya.

“Kami membutuhkan laboratorium. Kami juga membutuhkan sejumlah kunjungan ke rumah sakit. Tidak ada seorangpun di dunia yang akan menerima lulusan kedokteran dengan hanya mengikuti kelas daring,” ujar seorang pelajar asal Qingdao University.

Karena awal mula terjadinya pandemi berbarengan dengan libur musim dingin, banyak pelajar yang telah kembali ke negara asal atau sedang berkunjung ke negara lainnya. Bagi mereka yang masih berada China, tidak diperbolehkan untuk kembali ke kampus dan “dipaksa” untuk menemukan dan mendanai akomodasinya secara mandiri.

Bagi para pelajar yang masih berada di luar China, belum ada tanda-tanda kapan mereka dapat diperbolehkan untuk kembali. Akan tetapi, sejumlah pihak mengantisipasi bahwa para pelajar ini bisa kembali sebelum semester selanjutnya pada tahun 2021 dimulai.

Bagi kamu yang akan melanjutkan studi di China, khususnya pada tahun-tahun ini, ada baiknya kamu terus melakukan kontak dengan pihak universitas. Hal ini untuk mengetahui regulasi seperti apa yang akan dijalankan.

Baca juga daftar 3 kota ramah pelajar yang ada di China.

For Your Information

Mengapa pelajar internasional di universitas China ingin kembali?

Hal ini disebabkan oleh kualitas perkuliahan daring yang sangat kurang.

Apa tanggapan dari pihak universitas mengenai permintaan tersebut?

Temukan pembahasan lengkapnya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Beijing?