fbpx

Para Ahli Khawatirkan Pembukaan Kembali Universitas di Inggris

Perkumpulan pendidikan tinggi terbesar di Inggris menyatakan bahwa kesehatan dan keselamatan dari para staf pengajar dan mahasiswa haruslah diprioritaskan. Kekhawatiran ini berasal dari kekhawatiran akan risiko penyebaran COVID-19 akibat pembukaan kembali universitas di Inggris.

Salah satu laporan yang dikeluarkan oleh Scientific Advisory Group for Emergencies (Sage) menekankan bahwa perlu adanya koordinasi dari berbagai institusi untuk merespons penyebaran COVID-19. Tidak hanya itu, Sage juga menyatakan perlunya pemeriksaan massal yang harus dilakukan.

Menyarankan pelaksanaan kuliah daring

Jo Grady. Sumber: feweek.co.uk

Jo Grady, sekretaris jenderal dari University and College Union menyatakan bahwa dalam laporan tersebut juga disarankan bahwa pelaksanaan perkuliahan sebaiknya dilakukan secara daring hingga Natal mendatang.

“Apa yang kita butuhkan sekarang adalah respons serius dari universitas dan juga pemerintah,” ujar Dr. Grady. “Kesehatan dari staf, mahasiswa, dan juga komunitas yang lebih luas begitu penting dan sebaiknya tidak dipertaruhkan. Hal ini bukanlah sekadar tentang bisnis seperti biasa.”

Laporan Sage

Berdasarkan laporan Sage yang diterbitkan pada 4 September, seluruh universitas harus bersiap menghadapi kemungkinan merebaknya kasus COVID-19. Apabila pihak universitas bersikeras untuk membuka kampus kembali, maka potensi penyebaran akan semakin besar.

Akhir dari semester musim gugur dinyatakan sebagai masa yang cukup berbahaya. Hal ini disebabkan oleh potensi penyebaran virus di kampus pada minggu pertama perkuliahan dan ketika mereka kembali ke rumah sebelum Natal.

Sage menyatakan bahwa sangatlah penting bagi universitas untuk mengambil tindakan pada bulan Desember untuk mencegah pembibitan dan penyebaran virus pada bulan Desember.

Sumber: studytours.gr

“Dengan demikian, sangatlah penting untuk melakukan koordinasi antara pemerintah, National Institute for Health Protection, Institusi pendidikan tinggi, dan tim kesehatan masyarakat lokal untuk membuat strategi dalam merespons penyebaran COVID-19.

Sage juga menyebutkan sangatlah penting untuk membuat strategi nasional dalam rangka pengadaan pemeriksaan tambahan di perguruan tinggi. Pemeriksaan berskala luas dapat menjadi salah satu cara untuk mengontrol dan mencegah penyebaran COVID-19.

Pada akhirnya, pembukaan kembali universitas di Inggris memang masih penuh risiko. Akan tetapi bukan berarti seluruh universitas tidak memiliki persiapan. Sejumlah universitas telah membuat mekanisme tersendiri untuk menghadapi kembalinya para mahasiswa ke kampus untuk pertama kalinya setelah penyebaran pandemi COVID-19.

Dalam hal ini, Tim Rantau ingin mengingatkan Kawan Rantau bahwa masing-masing negara di dunia memiliki kebijakan masing-masing. Maka dari itu, akan sangat baik apabila kamu terus mencari tahu informasi terbaru dari universitas atau negara tujuanmu. Melaksanakan kuliah di luar negeri pada tahun 2020 atau 2021 awal bukan suatu hal yang tidak mungkin, Kawan Rantau. Tetap awas dan stay safe!

Baca juga pernyataan King’s College London mengenai pentingnya kolaborasi semua bidang untuk tanggulangi COVID-19.

For Your Information

Apa yang dikhawatirkan ketika universitas kembali dibuka?

Potensi penyebaran COVID-19 masih terbuka lebar untuk sekarang ini, Kawan Rantau. Maka dari itu, para ahli mengkhawatirkan langkah yang diambil oleh pemerintah dan perguruan tinggi di Inggris.

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menanggulangi COVID-10?

Kerja sama antar semua pihak menjadi solusinya. Baca pembahasan lengkapnya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di London?