3 Manfaat “Gap Year” Jika Tidak Lolos Ujian Masuk Kuliah

Perjuangan masuk kuliah memang tidak mudah. Kamu harus melewati beragam soal sulit untuk bisa mendapatkan universitas favoritmu. Kamu gagal di SBMPTN dan Ujian Mandiri? Jangan sedih, kamu bisa ambil gap year sambil menunggu tes di tahun berikutnya. Menurut Gap Year Association seperti dikutip Forbes, makna sebutan tersebut ialah mengambil pengalaman belajar selama satu semester atau satu tahun setelah sekolah menengah atas (SMA) atau sebelum kuliah. Gap Year bukan berarti kamu tidak akan pernah merasakan dunia kampus, melainkan waktu untuk refleksi diri sambil menyusun strategi yang lebih baik. Yuk, hapus air matamu dan nikmati masa proses diri melalui 3 manfaat gap year ini!

1. Menemukan Minat dan Cara Terbaik untuk Meraihnya

Sumber: Pexels

Ini adalah manfaat pertama dari gap year. Ngaku, siapa yang sering kebingungan menentukan minat selepas SMA? Para siswa seringkali dilanda kebingungan saat menentukan tempat kuliah dan jurusan yang sesuai. Belum lagi tekanan orang sekitar mewajibkan untuk masuk ke perguruan tinggi dan prodi prestisius membuatmu tidak realistis. Kebahagianmu seperti terenggut, bukan?

Sekarang, tarik napas dalam-dalam dan biarkan rasa frustasimu menguap. Gap year menjadi pilihan tepat untuk melepas beban dan tekanan ujian. Selama masa ini, kamu dapat mempelajari minatmu dengan mengikuti beragam materi softskill baik online maupun offline. Mengambil jeda juga dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan hasil lebih baik di penerimaan mahasiswa baru tahun depan. Cobalah incar beasiswa untuk kuliah di luar negeri jika itu baik buatmu.

2. Dapat Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda

girl from Hmong hill tribe

Melansir dari Forbes, survei Gap Year Association menunjukkan bahwa 90% siswa setuju gap year dapat meningkatkan pemahaman lebih baik dan rasa hormat terhadap perbedaan budaya. Bumi dan seisinya bukanlah monokrom, melainkan beragam warna yang harus kamu jelajahi. Kamu memang dapat mempelajarinya lewat buku atau film, namun melihatnya langsung di lapangan akan membuatmu lebih bijaksana dalam menilai hidup. Pun, jajaran kampus Ivy League di Amerika Serikat juga menerapkan hal positif ini. Mencuplik dari Huffington Post, universitas seperti Harvard dan Princeton mendorong para mahasiswanya untuk gap year sesaat setelah diterima.

3. Menambah Pengalaman

Sumber: www.wastatepta.org

Isilah waktu luangmu dengan kegiatan bermanfaat yang dapat menambah pengalaman dan wawasan. Banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk mengembangkan keahlian, seperti magang, menjadi relawan, atau les bahasa. Selain produktif, relasimu juga bertambah. Ayo, jangan malas-malasan!

Demikian 3 manfaat gap year yang dapat kamu rasakan. Mengambil jeda untuk pembelajaran diri bukanlah hal tercela, melainkan kesempatan fantastis untuk mengenal diri sendiri dan dunia. Seperti pepatah, pengalaman adalah guru terbaik, maka dari itu nikmati masa muda sebelum kerumitan menghampirimu. Menentukan kuliah tidak perlu buru-buru, yang penting tepat. Semangat, ya!