fbpx

3 Kiat Jitu Mendapatkan Letter of Acceptance (LOA)

Letter of Acceptance atau disingkat LoA merupakan elemen penting ketika melamar beasiswa kuliah ke luar negeri. Tanpanya, kamu tidak bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya karena dianggap tidak memiliki izin belajar oleh pihak kampus tujuan. Tak jarang pelamar beasiswa gagal mendapatkan LoA karena tidak memenuhi persyaratan kampus, padahal telah dinyatakan lolos seleksi oleh donatur. Nah, supaya mimpi buruk itu tidak terjadi, berikut 3 kiat jitu untuk mendapatkan surat sakti tersebut!

1. Tentukan Negara dan Kampus Tujuan

Sumber: Pexels

Langkah krusial pertama adalah kamu harus tahu dan kenal dengan negara tujuan. Jika belum pernah ke sana, kamu bisa menjelajah sejarahnya melalui internet, e-book, dan portal berita daring. Setelah negara, maka ketik di mesin pencarian Google jurusan yang kamu ingin tekuni, lalu nanti akan muncul daftar universitas beserta detail untuk cek kredibilitasnya. Usahakan pilih universitas yang menduduki peringkat 200 besar di dunia. Mumpung dikasih kesempatan sekolah ke luar negeri gratis, maka pilihlah tempat yang dapat membangun kualitas dirimu menjadi lebih baik.

2. Perhatikan Baik-Baik Persyaratan Berkas Letter of Acceptance yang Diperlukan

Sumber: Pexels

Kamu wajib mengetahui bahwa LoA memiliki dua jenis, yaitu LoA Conditional dan Unconditional. LoA Unconditional artinya mahasiswa asing sudah resmi diterima di kampus impian tanpa memerlukan persyaratan lainnya. Lain hal dengan LoA Conditional, artinya terdapat syarat yang harus dipenuhi, seperti menyertakan sertifikat bukti kemampuan bahasa Inggris (TOEFL atau IELTS) atau bahasa asing lainnya. Pendaftarannya ada yang gratis dan berbayar, ya! Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pihak kampus.

Beberapa negara sudah menggunakan sistem online untuk pendaftaran universitas. Perhatikan syarat dokumen yang harus diunggah. Ingatlah, jangan menunda hingga mendekati tenggat waktu demi menghindari gangguan jaringan internet atau website.

Selain online, ada pula kampus yang mewajibkanmu untuk mengirimkan hard copy. Baca baik-baik dokumen yang diminta untuk menjadi mahasiswa di sana. Sesuaikan waktu pengiriman pos dengan waktu di negara tujuanmu supaya tidak ada kesalahan jam penerimaan dokumen.

Selain perbedaan cara pengumpulan dokumen, tiap negara juga memiliki kebijakan yang berbeda. Biasanya, kampus di Eropa cenderung lebih mudah menerbitkan LoA ketimbang kampus di Asia. Misalnya, kampus di Inggris meminta IELTS, lalu kampus di Jepang meminta surat rekomendasi calon pembimbing di kampus tujuan, dan Amerika Serikat mensyaratkan calon mahasiswa memiliki hasil tes GRE/GMAT.

3. Cantumkan Alamat Rumah dan Surel Secara Lengkap

Sumber: Pexels

Pihak kampus memerlukan waktu untuk memutuskan pantas atau tidaknya kamu menjadi mahasiswa di sana. Jika pihak admisi kampus memberikan kabar baik, maka LoA akan dikirimkan melalui surel (e-mail) atau pos. Maka dari itu, jangan cantumkan alamat e-mail yang aneh dan alay. Supaya instan, kamu bisa mencantumkan alamat rumahmu di tanda signing out surel.

Mana Lebih Dulu, Letter of Acceptance atau Beasiswa?

Sebenarnya keduanya bisa didahulukan, tergantung kondisi dan beasiswa. Beasiswa prestisius seperti LPDP memasukkan LoA sebagai syarat pendaftaran untuk melihat seberapa serius dan mantapnya kamu melanjutkan pendidikan di luar negeri. LoA bisa menjadi senjata dan menambah kepercayaan diri kamu ketika mencoba menembus beasiswa. Lagipula, surat resmi kampus relatif lebih mudah didapatkan ketimbang mengejar beasiswa.

Itulah 3 kiat jitu untuk mendapatkan LoA yang dapat kamu terapkan ketika memutuskan kuliah ke luar negeri. Agar kamu tidak kebingungan, anak rantau telah menyiapkan panduan menulis motivation letter untuk apply beasiswa kuliah di luar negeri sebelum ke tahap meminta LoA. Jangan sampai terlewat, ya!


Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?