fbpx

Jejak Margaret Chan, dari WHO hingga Tsinghua University

Margaret Chan merupakan salah seorang praktisi di bidang kesehatan masyarakat. Sebelumnya, Margaret Chan menjabat sebagai direktur utama dari World Health Organisation (WHO) dan kali ini ditunjuk untuk menjadi dekan Vanke School of Public Health di Tsinghua University. Penunjukkan ini mulai berlaku dari tanggal 2 April 2020.

Harapan tanggulangi pandemi COVID-19

margaret chan who
Margaret Chan. Sumber: vhai.org

Melalui video yang dibagikan di akun Twitter Tsinghua, Margaret Chan menyatakan bahwa Vanke School akan menjadi “rising star in the night of the pandemic“. Hal ini menyusul arahan dari Kementerian Pendidikan China kepada universitas terkemuka di China untuk lebih proaktif dalam menemukan vaksin untuk Sars-Cov-2, virus yang menyebabkan pandemi COVID-19.

Dr. Chan memiliki banyak sekali pengalaman di bidang penanggulangan wabah penyakit. Ia pernah menjabat sebagai kepala kesehatan Hong Kong pada tahun 1994 hingga 2003. Hal ini berarti ia menjalani peran saat flu burung H5N1 menyerang pada tahun 1997 dan wabah Sars pada tahun 2003.

Pada tahun 2003 pula, Margaret Chan akhirnya bergabung dengan WHO dan memimpin badan dunia tersebut dari tahun 2006 hingga 2017. Baru kemudian ia digantikan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menjabat sekarang.

Dengan demikian, jejak Margaret dapat dibilang sungguh gemilang dan mampu memegang tanggung jawab sebagai dekan sekolah kesehatan terbaik di China tersebut.

Fokus Tsinghua selanjutnya

margaret chan who
Sumber: caixinglobal.com

Pihak Tsinghua menyatakan bahwa mereka akan mengadaptasi model baru untuk kerja sama dan pendidikan yang interdisiplin. Nantinya, sejumlah penelitian yang digarap di Tsinghua akan berfokus pada empat bidang, yakni:

  1. Preventative medicine
  2. Comprehensive healthcare
  3. Big data in healthcare
  4. Public health policy and management

Kemudian, sekolah kesehatan terbaik di China tersebut akan berupaya terus bekerja sama dengan WHO. Dengan dipimpin oleh Margaret, Tsinghua Vanke School akan terus berkembang dan berupaya mencari solusi atas masalah kesehatan yang ada. Yang pasti, kebutuhan akan penemuan vaksin Sars-cov-2 ini telah menjadi tujuan utama dari para peneliti di dunia.

Baca juga tentang sosok perempuan penyembuah Malaria yang raih penghargaan nobel.

Ingin mengetahui cerita lain di Beijing?