fbpx

Wow! Ternyata ini Budaya-Budaya Unik di Bangladesh

Bangladesh adalah negara di Asia Selatan yang terletak di delta Sungai Padma dan Jamuna. Negara yang juga dijuluki sebagai Land of Bengals ini memiliki berbagai macam budaya unik yang jarang diketahui orang. Kali ini, Rida Nadiatul, mahasiswi di Asian University Women (AUW) berbagi cerita mengenai sejumlah budaya unik di Bangladesh yang ia temui selama berkuliah di sana.

Kira-kira, seperti apa saja budaya unik yang ada di Bangladesh? Apakah mirip dengan negara tetangganya seperti India dan Pakistan? Simak obrolan kami dengan Rida berikut ini.

Selama kamu tinggal di Bangladesh, apa saja hal unik yang sempat kamu amati? 

Banyak kayaknya. Unik di sini, dalam artian beda sama Indonesia, ya.

Kalau ngomongin soal makanan, dari mulai makanannya yang kebanyakan mereka pakai kunyit. Yang paling menyedihkan buat aku, mereka kayaknya kalau masak enggak pakai MSG atau micin.

Terus, cara makan orang Bangladesh itu selalu pakai tangan. Mau makan nasi goreng atau yang ada kuahnya. Menurutku aneh, sih, kalau lihat pemandangan kayak gitu. Soalnya di Indonesia, makan pakai tangan itu cuma untuk makanan yang kering.

Nah, cara makan pakai tangan ini juga berlaku di tempat makan. Temen-temenku banyak yang kurang nyaman kalau lihat itu. Makanya, kalau di sini mereka makannya pakai sendok-garpu. Padahal, biasanya kalau di rumahnya sendiri mereka makan pakai tangan.

Selain tentang cara makan, adakah hal lainnya yang unik dari Bangladesh? Perayaan atau festival, mungkin?

Sumber: dokumentasi pribadi Rida.

Di sini banyak perayaan. Kalau kalian pernah menonton film India, itu sama seperti di Bangladesh. Perayaannya banyak banget. Ada yang namanya festival Holi, Pohela Falgun (perayaan musim semi), dan lainnya.

Selain perayaan keagamaan seperti Eid dan Muharam untuk umat muslim, ada juga perayaan atau festival lain. Pas aku di kampus, suka ada acara-acara, gitu. Halloween, natal, Eid, Pohela Falgun, Nawruz (tahun baru Afghanistan), tahun baru Bangla, Festival Lunar New Year, dan lainnya.

Aku pernah ikut Pohela Falgun, perayaan hari pertama di musim semi. Waktu itu aku sama teman sekelasku pakai sari (baju tradisional Bangladesh).

Biasanya, perempuan-perempuan Bangladesh pakai sari khusus di hari ini. Warnanya umumnya kuning atau merah. Kuning, merah, sama oranye itu simbol musim semi di Bangladesh. Perayaan Pohela Falgun biasanya ditandai dengan berbagai dekorasi bunga. Ketiga warna ini menandakan bahwa festival ini merupakan festival warna. Coherence sama hati dan awal kehidupan baru.

Waktu aku di sana, aku enggak tahu, aku pakainya sari warna hijau. Well, aku enggak punya sari. Waktu aku minjem dari teman yang orang Sri Lanka.

Kalau perayaan di kampus, biasanya banyak yang jualan makanan khas Bangladesh. Ada juga dekorasi bunga-bunga, dancing, dan lainnya.

Oh, iya, karena Bangladesh itu dulunya bagian dari India, jadi budaya di sini hampir mirip sama India. Dari mulai pakaian, bahasa, makanan, hampir sama kayak di sana. 

Sari kan bukan cuma baju tradisional Bangladesh. India, Pakistan, Sri Lanka juga. Makanan yang aku pikir makanannya orang Pakistan (Biriyani), ternyata di Bangladesh juga ada. Paratha yang sering aku lihat ada di film India, di sini jadi menu sarapan aku tiap pagi.

Apa lagi hal unik lainnya yang menjadi ciri khas Bangladesh?

Sumber: drewbnsky.com

Yang unik dari Bangladesh lagi, salah satunya Rickshaw. Kalau udah keluar kampus, aku sering naik itu. Di Indonesia kayaknya becak udah jarang, ya. Sayang banget.

Tapi di sini Rickshaw (becaknya Bangladesh), udah kayak ojek online (ojol), banyaaaak banget. Kalau di Indonesia, apa-apa naik ojol. Di Bangladesh, transportasi umum yang murah itu ya Rickshaw.

Aku kalau ke toko souvenir suka lihat barang-barang kecil buat oleh-oleh yang bentuknya Rickshaw kecil. Lucu.

Menurutku, mungkin Rickshaw ini sudah jadi khasnya Bangladesh.

Bagaimana sikap penduduk Bangladesh terhadap pendatang?

Sumber: dokumentasi pribadi Rida

Selama aku di Bangladesh, tiap keluar kampus, suka diliatin sama orang. Mungkin karena cara berpakaianku yang agak beda sama warna kulit yang lebih putih dari mereka.

Aku pernah diminta nyanyi buat Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mothers Language Day). Di sana kebetulan aku sama mahasiswa asing lainnya nyanyi buat anak-anak sekolahan. Jadi, akhirnya aku nyanyi lagu kebangsaan Bangladesh. Amar Bhaier Rokte Rangano judulnya.

Sebetulnya, orang-orang Bangladesh itu lancar dalam bahasa Inggris. Bahkan anak-anak yang aku temui, meskipun masih kecil, tapi bahasa Inggrisnya sudah fasih. Keren. Kebanyakan karena medium-instruction yang dipakai di sekolah itu Bahasa Inggris.Tapi, ada juga temanku yang walaupun enggak pakai English mediumnya, Bahasa Inggris mereka fasih.

Jadi, kalau ke Bangladesh, meskipun enggak bisa bahasa Bengali, kita masih bisa pakai Bahasa Inggris. Kalau ke minimarket, belanja-belanja pakai Bahasa Inggris. Tapi kalau aku pribadi, aku juga belajar Bahasa Bangladesh dikit-dikit. Biar aku kalau pas ikut volunteer bisa komunikasi sama orang-orang yang aku temuin.

Demikianlah cerita Rida mengenai budaya-budaya unik yang ada di Bangladesh. Tentu menarik apabila kamu ingin melanjutkan kuliah atau sekadar berkunjung ke negara satu ini. Kalau kamu ingin melanjutkan kuliah di Bangladesh, berikut informasi mengenai beasiswa, biaya hidup, dan juga pilihan kuliner di sana. Terus semangat untuk bisa memilih universitas impian kamu ya, Kawan Rantau!

For Your Information

Apa saja budaya unik yang kamu temui di Bangladesh?

Mulai dari cara makan pakai tangan dan transportasi Rickshaw menjadi beberapa budaya khas asal Bangladesh.

Apa saja festival khas Bangladesh?

Kebanyakn mirip dengan India karena pada dasarnya berada di wilayah yang sama. Simak percakapan kami bersama Rida Nadiatul yang sedang menempuh studi di AUW Bangladesh berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Chittagong?