fbpx

Buku Fisik vs Ebook, Mana yang Masih Jadi Primadona?

Dengan semakin berkembangnya teknologi, sumber bacaan bisa berasal dari mana saja. Kamu bisa memanfaatkan buku-buku di perpustakaan, atau sejumlah artikel jurnal dan juga ebook yang tersedia secara digital. Akan tetapi, ternyata, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Blackwell pada tahun 2019, perusahaan penerbitan yang berbasis di Inggris, buku fisik masih menjadi primadona bagi para mahasiswa. Baik sebagai sumber informasi maupun referensi.

Tentang Survei Blackwell

Survei Blackwell dilakukan untuk menandai ulang tahun Blackwell yang ke-140. Dengan demikian, pihak Blackwell merasa perlu memahami preferensi dari mahasiswa dan juga dosen mengenai produk yang mereka tawarkan.

Maka dari itu, tujuan dari survei yang dilakukan oleh survei Blakcwell adalah untuk mengetahui sejauh mana preferensi atas penggunaan buku fisik dan juga ebook di lingkungan kampus. Kemudian, hal ini juga ditujukan untuk mengetahui keefektifan keberadaan toko buku di lingkungan kampus.

Hasil survei

Sumber: education.cu-portland.edu

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, ternyata buku fisik masih menjadi sumber utama bagi para mahasiswa untuk mendapatkan informasi dan referensi. Dengan demikian, para mahasiswa cenderung memilih menggunakan buku fisik daripada ebook.

Kemudian, bagi para dosen, keberadaan toko buku di lingkungan kampus menjadi sangat penting agar para mahasiswa mudah mendapatkan akses terhadap buku fisik yang mereka butuhkan.

Salah seorang partisipan dari survei ini menyatakan bahwa pada dasarnya buku fisik lebih mampu menyediakan analisis kritis yang mendalam akan satu topik. Kemudian, mereka juga menyediakan pendapat dari berbagai sumber untuk dijadikan kesatuan yang utuh.

Buku fisik vs Ebook

Sumber: unsplash.com/Joel Muniz

Kepopuleran dari buku fisik ini merujuk pada keyakinan para mahasiswa bahwa melalui buku teks, sumber informasi yang didapatkan jauh lebih terpercaya. Apalagi, bahasa yang digunakan dalam buku teks jauh lebih mudah dimengerti dibandingkan jurnal-jurnal yang ada.

Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa penjualan dari buku fisik semakin menurun. Pada bulan Februari, Pearson, perusahaan penerbitan yang berbasis di Amerika dan Inggris, menyatakan bahwa penjualan buku fisik menurun 30% pada tahun 2019.

Kemungkinan, hal ini terjadi karena mahalnya harga dai satu buku fisik. Apalagi, kalau ditambah dengan biaya ongkos kirim yang diperlukan. Otomatis, hal inilah yang membuat penjualan buku fisik lama-kelamaan semakin menurun.

Kalau kamu bagaimana, Kawan Rantau? Apakah kamu lebih suka membaca buku fisik dibandingkan ebook? Mana yang menjadi favoritmu? Yang pasti, terlepas dari kenyamanan saat membaca, keduanya bisa tetap menjadi sumber referensi yang kamu butuhkan saat kamu menjalani kuliahmu. Pilih mana yang nyaman kamu gunakan saja ya, Kawan Rantau.

Baca juga tentang Jstor, perpustakaan digital sumber jurnal-jurnal tua berada.

For Your Information

Bagaimana preferensi mahasiswa terhadap buku fisik dan ebook?

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Blackwell pada tahun 2019, perusahaan penerbitan yang berbasis di Inggris, buku fisik masih menjadi primadona bagi para mahasiswa. Baik sebagai sumber informasi maupun referensi.

Mengapa buku fisik masih menjadi favorit?

Salah satu alasannya adalah buku fisik lebih mampu menyediakan analisis kritis yang mendalam akan satu topik

Bagaimana pendapat para dosen mengenai preferensi buku fisik dan ebook ini?

Kamu bisa membaca detail lengkapnya di artikel ini.