5 Beasiswa Shortcourse ke Asia Ini Sayang Banget Kalau Dilewatkan!

Shortcourse merupakan kuliah singkat di luar negeri yang rata-rata berlangsung selama 1 hingga 8 minggu. Nah, bagi kamu yang ingin merasakan tinggal di luar negeri sementara, namun memiliki kekhawatiran biaya bisa banget coba beasiswa shortcourse. Realitanya, mencari beasiswa ke luar negeri untuk jenjang apapun sangat sulit. Selain persaingan yang sangat kompetitif, persyaratan administrasinya pun juga ribet. Shortcourse bisa menjadi pilihanmu karena persyaratannya tidak terlalu berat dan tidak perlu komitmen untuk tinggal lama di luar negeri.

Jangan khawatir, meskipun durasinya relatif singkat, akan tetapi kamu tetap mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat. Kamu akan digembleng dengan pengalaman yang kaya ilmu pengetahuan. Hal itu dapat menambah nilai keahlianmu di masa depan. Kali ini anak rantau akan membahas 6 jenis beasiswa shortcourse ke Asia dulu, ya! Benua lainnya menyusul.

1. Jepang (JASSO)

Sumber : Swarthmore college

Sambil menunggu panggilan S2 di luar negeri, alangkah lebih baik kamu mengikuti beasiswa pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh JASSO. Studi jangka pendek ini membuka kualifikasi untuk jenjang sarjana hingga tingkat profesional. Durasi belajarnya tergantung ketentuan pihak univeristas di Jepang yang bersangkutan, yakni 8 minggu hingga 12 bulan. Para pelajar internasional akan mendapatkan uang saku bulanan sebesar ¥80,000 atau setara dengan 10 juta rupiah.

Beasiswa ini dapat kamu lamar mengikuti periode semester di Jepang, yakni mulai 1 April hingga 31 Maret. Mahasiswa internasional dapat mengikuti program ini selama negara asalnya mempunyai hubungan diplomatik dengan Jepang. Indonesia termasuk, dong! Persyaratan dan berkas-berkas yang mesti dilengkapi dapat kamu lihat melalui situs resmi JASSO Jepang.

2. Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP)

Sumber : The Journal

Beasiswa pertukaran pemuda ini merupakan salah satu program pelatihan dan pendidikan pemuda di ASEAN yang diselenggarakan oleh Jepang. Partisipan berjumlah 11 orang dari berbagai negara di Asia Tenggara. Uniknya, para pemuda terpilih akan berdiskusi dan melakukan kegiatan relawan dengan mengarungi lautan di atas kapal pesiar Nippon Maru.

Beasiswa shortcourse yang sangat keren ini dibiayai penuh. Bagi kamu berusia 20-30 tahun bisa banget apply, nih! Dijamin tidak akan rugi karena banyak sekali ilmu bermanfaat yang didapat, seperti keberagaman, ekonomi, kesehatan lingkungan, nutrisi dan makanan. Maka dari itu, segera daftarkan diri kamu melalui PPAN-PCMI Dinas Pemuda & Olahraga di setiap provinsi di Indonesia. Mekanisme seleksi dan berkas ditetapkan berdasarkan ketentuan provinsi masing-masing.

Jangan lupa cek persyaratannya di situs sseaypindonesia.org, ya! Periode pelaksanaan seleksi dimulai dari Maret hingga Mei setiap tahunnya. Wah, masih ada kesempatan buat daftar, nih!

3. Global Korea Scholarship

Sumber : unsplash

Siapa yang ingin ke korea karena demam hallyu wave? K-POP masih belum surut dari perhatian dunia hingga memancing mahasiswa internasional untuk dapat merasakan tinggal di sana. Nah, kali ini ada beasiswa shortcourse ke Korea Selatan yang tidak dapat dilewatkan begitu saja. Studi singkat ini ditujukan untuk kamu yang masih aktif di bangku kuliah dan telah menyelesaikan kelas minimal 2 semester. Durasi beasiswa pertukaran pelajar GKS ini berkisar antara 4 hingga 10 bulan.

Beasiswa ini dilaksanakan oleh pemerintah Korea Selatan dengan dibiayai penuh. Tidak tanggung-tanggung, cakupannya sangat bermanfaat yaitu biaya hidup setiap bulan senilai 500.000 won atau sekitar 6 jutaan, lalu tiket pesawat, dan asuransi. Jika lolos, kamu dapat menimba ilmu tanpa khawatir pengeluaran jadi seret.

Seleksi beasiswa ini dilakukan melalui universitas rekanan. Selain itu, seleksi dilakukan setiap bulan Juni dan Desember. Jadi, kamu wajib cek laman resmi kampus di Korea yang dituju untuk mengetahui universitas rekanannya di Indonesia. Hal itu harus dilakukan karena beasiswa ini akan sulit ditembus jika kampus tujuan tidak memiliki kerja sama dengan asal kampusmu. Pun, persyaratan berkas ditetapkan oleh universitas yang dituju. Jadi, perhatikan baik-baik melalui situs resminya, ya! Jika kamu ingin melihat melihat informasi lebih lanjut, maka kunjungi situs NIIED di sini!

4. Indonesia – China Youth Exchange Program (ICHYEP)

Sumber : unsplash

Beasiswa pertukaran pemuda antar negara ini ialah kerja sama antara Kemepora dengan All China Youth Federation (ACYF). Program ini memiliki durasi singkat, yakni 2 minggu. Sebentar, tapi ilmunya sangat luar biasa dan dibiayai penuh pula! Kamu akan digembleng mengenai kewirausahaan dan belajar langsung di pusat ekonomi dunia di Tiongkok, Cina.

Pendaftaran dan seleksi dilakukan melalui PPAN-PCMI Dinas Pemuda & Olahraga di setiap provinsi. Kuota setiap tahunnya yaitu 20 putra-putri terbaik bangsa yang antusias belajar tentang ekonomi. Sepulangnya dari negeri tirai bambu, kamu dapat merintis usaha secara perlahan-lahan. Dengan begitu kamu turut berkontribusi dalam mengentaskan pengangguran.

5. Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)

Sumber : PCMIJateng.wordpress.com

Beasiswa pertukaran pemuda ini telah diadakan sejak tahun 1973. Ada 7 program yang dapat kamu pilih sesuai keinginanmu, yaitu Asean-India (ASVI), Jepang-Indonesia (SSEAYP), Australia-Indonesia (AIYEP), Indonesia – Cina (ICHYEP), Indonesia-Korea (IKYEP), Indonesia-Malaysia (IMYEP), dan Singapura-Indonesia (SIYLEP). Durasi shortcourse tiap program berbeda-beda, berkisar 10 hingga 14 hari. Semua program dibiayai penuh dengan angka cakupan yang berbeda-beda.

Nah, itu dia 5 beasiswa shortcourse ke Asia yang sayang banget untuk dilewatkan! Tidak harus S2, kamu dapat memulai lebih awal dengan mengikuti beasiswa yang menggiurkan seperti di atas. Minimnya persaingan membuat kamu juga memiliki peluang lebih besar untuk keliling dunia melalui shortcourse. Subscribe mailing list kita untuk mendapatkan segala sumber informasi untuk belajar dan tinggal di luar negeri. Selamat merasakan jadi anak rantau!