Jangan Ketinggalan! Inilah 5 Pilihan Beasiswa Short Course ke Eropa

Belajar di benua biru dengan beasiswa bukanlah suatu angan-angan. Bagi kamu yang memiliki banyak waktu luang, sesekali dapat mencoba beasiswa studi pendek di Eropa. Meskipun kamu tidak akan mendapatkan gelar, tapi ilmunya tidak akan sia-sia. Mumpung ada kesempatan, yuk coba 5 pilihan beasiswa short course ke Eropa ini!

Eropa merupakan benua yang seringkali dipandang sebagai hal yang mewah. Bagi sebagian orang, menjejakkan kaki ke tanah Eropa merupakan sebuah kebanggaan karena dapat melihat budaya yang berbeda dan merasakan pendidikan berkualitas tinggi. Eropa menawarkan banyak institusi pendidikan terbaik di dunia. Hal tersebut terbukti dari data QS World University Ranking 2014 / 2015 bahwa terdapat 336 universitas di Eropa yang termasuk dalam Top 800.

1. StuNed Short Course di Belanda

Beasiswa studi singkat ke Belanda ini memang rutin diberikan setiap tahun oleh pemerintah belanda sebagai bentuk kerjasama bilateral dengan Indonesia. Meskipun begitu, beasiswa penuh dengan masa studi antara 2-12 bulan ini bukanlah iseng-iseng berhadiah. Kamu harus tetap menyiapkan segala berkasnya dengan matang. Persyaratannya yaitu merupakan lulusan S1/D4, memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun, memegang izin dari atasan, dan nilai IELTS minimal 5,5 atau TOEFL IBT minimal 68.

Pada program tersebut, para karyawan akan mendapatkan pelatihan bersertifikat tingkat internasional di berbagai universitas terkenal di Belanda. Serunya lagi beasiswa ini tidak mengenal batasan usia. Selama masih produktif, maka kamu dapat berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya diri manusia. Dengan begitu, kamu memiliki kontribusi yang lebih berdampak bagi perusahaan dan lingkungan sekitar. Info selengkapnya dapat kamu lihat melalui situs resmi Stuned.

2. Orange Knowledge Program di Belanda

bersantai di kanal di belanda - Beasiswa Short Course Eropa
Sumber : berkuliah.com

Beasiswa ini merupakan program lima tahun yang didanai oleh Kementrian Luar Negeri Belanda. Masa berlakunya beasiswa ini ialah 2017 hingga 2022. Bagi kamu yang sudah bekerja dapat mencoba kesempatan ini, loh! Program ini menargetkan karyawan yang bekerja di perusahaan NGO, LSM, organisasi kecil, universitas, privat, dan lembaga kejuruan. Setiap negara memiliki tema yang berbeda untuk dipelajari. Bagi Indonesia, prioritas bidangnya yaitu Rule of LawWaterAgriculture, dan Sustainable Entrepreneurship.

Beasiswa ini bukanlah iseng-iseng tebak buah manggis, loh! Pasalnya kamu harus bersaing dengan pelamar dari 51 negara lainnya untuk menjadi penerima beasiswa spesial ini. Terdapat dua jenis pelatihan, yaitu TMT dan TMT Plus. Program TMT akan disubsidi oleh pemerintah Belanda sebesar € 75.000 dengan durasi pelatihan maksimal dua belas bulan. Sedangkan TMT Plus memiliki subsidi sebesar € 400.000 dengan durasi pelatihan maksimum 24 bulan.

3. Beasiswa Uni Eropa SHARE EU-ASEAN

Bendera - Beasiswa Short Course Eropa
Sumber : www.auswaertiges-amt.de

Nah, sekarang tibalah giliran mahasiswa. Bagi kamu yang sudah menyelesaikan dua semester di bangku kuliah sarjana, maka beasiswa pertukaran pelajar ini tidak boleh terlewatkan! Beasiswa fully funded ini menyasar mahasiswa ASEAN untuk belajar di berbagai universitas di Eropa. Di Indonesia sendiri, kampus yang menjalin kerjasama dengan program ini yaitu UI, IPB, UNDIP, dan BINUS.

Beasiswa ini biasa membuka pendaftaran di akhir tahun, yakni sekitar bulan Oktober hingga November. Nantinya, para mahasiswa akan digembleng dengan berbagai ilmu selama satu semester. Kamu tidak perlu khawatir kekurangan di luar negeri karena beasiswa ini menanggung biaya hidup, tiket pesawat pulang-pergi, asuransi kesehatan, tunjangan penyisihan, bahan studi, serta biaya visa. Info selengkapnya dapat kamu cek di situs resminya.

4. Program VLIR-UOS Belgia

pemandangan kanal cantik di belanda - Beasiswa Short Course Eropa

Mungkin di antara kamu masih kurang familiar dengan beasiswa ini. VLIR-UOS ini merupakan beasiswa dari pemerintah Belgia wilayah Flanders. Salah satu programnya yaitu menyediakan sarana pelatihan atau ITP (International Training Programme) dengan durasi maksimal 90 hari. Sama seperti Stuned, beasiswa penuh program ITP ini diperuntukkan bagi yang sudah memiliki pengalaman kerja di institusi tertentu.

Beasiswa ini mungkin memang kurang terkenal, namun jangan remehkan persaingannya. Kamu akan bersaing dengan berbagai peserta dari 31 negara mitra. Maka dari itu, siapkan segala berkas persyaratan dengan matang. Lalu, pantau terus informasinya melalui situs resmi karena ITP 2020-2021 akan diumumkan di sana.

5. Hochschulsommerkurs dari DAAD Jerman

wanita membaca di perpustakaan - Beasiswa Short Course Eropa
Sumber : pexels.com

Beasiswa Hochschulsommerkurs dari DAAD (Deutscher Akademischer Austausdienst) diadakan saat musim panas selama satu bulan kuliah di Jerman. Beasiswa pertukaran pelajar ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah Jerman. Serunya lagi, beasiswa ini terbuka untuk semua orang dan jurusan. Secara keseluruhan persyaratannya tidak terlalu ribet, seperti sertifikat bahasa asing, surat rekomendasi, formulir pendaftaran, dan motivation letter.

Biasanya beasiswa ini dibuka di pertengahan tahun, yakni antara Juli-September. Namun sayangnya, beasiswa ini tidak mencakup biaya tiket pesawat sehingga kamu harus jeli mencari waktu low season demi mencegah pembengkakan ongkos. Jika kamu takut ketinggalan info, maka ikuti instagram resminya di @daad_indonesia serta situs resminya di sini.

Nah, itu dia 5 pilihan beasiswa short course ke Eropa yang anak rantau temukan. Beasiswa short course ke Eropa minim pemberitahuan tanggal pendafaran yang pasti. Maka dari itu, kamu harus selalu memantau informasi yang berkaitan dengan negara Eropa tujuanmu. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam menentukan program yang sebaiknya kamu ambil. Semangat menggapai impian dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Yuk! cari tahu bagaimana mendapatkan beasiswa ekstensi dari D3/D4 ke S1 dengan beasiswa Westminster.