fbpx

Jejak Pendidikan Para Pebisnis Muda Indonesia di Luar Negeri

Dewasa ini, perusahaan start up sudah semakin marak keberadaannya. Selain memang memiliki kemampuan dalam berbisnis, para pebisnis muda Indonesia ini juga memiliki jejak pendidikan yang tak main-main di luar negeri. Ingin tahu siapa saja? Simak ulasannya berikut ini.

Veronika Linardi, Founder dan CEO Qerja

Veronika Linardi. Sumber: idntimes.com

Veronika merupakan sosok perempuan yang memiliki pengalaman panjang di bidang manajemen sumber daya manusia. Pada tahun 2014, Veronika mendirikan Qerja, sebuah situs perekrutan pekerjaan yang cukup sukses. Di Qerja, kamu bisa mendapatkan informasi mengenai pekerjaan tertentu seperti gaji secara transparan.

Sebelumnya, Veronika menempuh pendidikan sarjananya di bidang periklanan di The University of Texas at Austin dan magister di bidang strategi pemasaran digital dan sistem menajamen informasi di Carnegie Mellon University.

Benson Kawengian, CEO Urbanhire

Benson Kawengian (tengah). Sumber: cnnindonesia.com

Sama seperti Qerja, Urbanhire juga merupakan situs perekrutan kerja yang mulai mendapat nama di Indonesia. Adanya situs ini tak terlepas dari peran Benson Kawengian, sang CEO yang bekerja sama pula dengan Jepri Sinaga dan Hengki Sihombing pada tahun 2015.

Sebelumnya, Benson mendapatkan gelar MBA dari University of Queensland, Australia. Lalu, untuk gelar sarjananya sendiri ia dapatkan dari University of Canterbury dan University of California Los Angeles.

Joshua Kevin, Founder dan CEO Talenta

Joshua Kevin. Sumber: maxmanroe.com

Pada tahun 2014, Joshua Kevin mendirikan Talenta dalam rangka ingin menciptakan sistem manajamen sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk melakukan pencatatan penggajian dan juga kehadiran. Sejumlah perusahaan besar menjadi klien dari Talenta, seperti Go-Jek, CekAja, dan juga H&M Indonesia.

Joshua sendiri memang telah aktif menjadi mentor di bidang startup karena pengalamannya yang beragam. Sebelumnya, Joshua mendapatkan gelar sarjana di bidang administrasi bisnis di Queensland University of Technology.

Ferry Unardi, CEO dan Co-Founder Traveloka

Ferry Unardi. Sumber: phinemo.com

Pada tahun 2012, Ferry Unardi mendirikan Traveloka. Sampai saat ini, Traveloka telah menjadi aplikasi pemesanan tiket transportasi dan akomodasi terpercaya di Indonesia.

Sebelumnya, Ferry sempat menempuh pendidikan di Purdue University dan mengambil jurusan Matematika dan Ilmu Komputer. Pada tahun 2011, dia berkesempatan untuk menjadi salah seorang MBA Candidate di Harvard Business School.

Ryu Suliawan, Midtrans

Ryu Suliawan. Sumber: swa.co.id

Midtrans merupakan payment gateway yang memfasilitasi kebutuhan para pebisnis online dengan memberikan sejumlah pelayanan yang dibutuhkan. Awalnya, startup yang didirikan oleh Ryu Suliawan ini bernama Veritrans dan memiliki misi besar untuk menyediakan infrastruktur pembayaran yang aman, reliabel, dan anti suap.

Sebelumnya, Ryu menempuh pendidikan S1-nya di Claremont McKenna College dengan mengambil jurusan Ekonomi. Di masa kuliahnya, ia aktif menjadi presiden organisasi pelajar internasional dan juga tim delegasi untuk Harvard World Model United Nations. Kemudian, pada tahun 2010, Ryu melanjutkan pendidikannya di Harvard Business School untuk mendapatkan gelar MBA.

Tentu para pebisnis muda Indonesia ini perlu kita contoh dan dijadikan tauladan. Bagaimanapun, membangun sebuah bisnis bisa menjadi wadah bagi kita untuk mengembangkan diri di kemudian hari. Tak heran kalau para pebisnis Indonesia memiliki jejak pendidikan yang begitu luar biasa. Setuju, bukan?

Kamu juga bisa membaca tentang jejak pendidikan para chef Indonesia di luar negeri.

For Your Information

Apakah harus kuliah bisnis untuk menjadi seorang pebisnis?

Tentu ketika menjalani kuliah bisnis, kita akan lebih menguasai medan. Akan tetapi, kamu tidak serta-merta harus kuliah bisnis untuk menjadi seorang pebisnis.

Apakah menjadi pebisnis harus memiliki pengalaman belasan tahun?

Dulu, seperti sebuah keharusan untuk seoraang pebisnis memiliki pengalaman bertahun-tahun. Akan tetapi, sekarang para pebisnis muda Indonesia mulai bangkit dan berhasil menciptakan perusahaan start up yang tak kalah dari perusahaan konvensional.

Siapa saja para pebisnis muda Indonesia yang perlu kita teladani?

Simak pembahasannya di artikel ini ya, Kawan Rantau.