Belajar dan Bekerja di Luar Negeri; Kamu Wajib Patahkan 3 ‘Nyinyiran’ Ini!

Mulai dari ‘bisik-bisik’ tetangga hingga ‘nyinyiran’ secara langsung yang kamu peroleh tentu bisa membuat goyang atau keinginan menyerang balik. Toh pada akhirnya itu cuma omongan, bukan hal besar yang harusnya tidak menghambat langkah kamu untuk suskses di luar sana. Tiga poin singkat ini pasti pernah kamu rasain ketika belajar atau bekerja di luar negeri yang kadang bikin kesel sendiri. Mari kita mulai!

“Biar bagus ya feed instagramnya,..”

Sekarang eranya media sosial yang terperangkap pada teknologi berbasis internet. Tentunya kita semua sepakat untuk hal ini. Tidak dipungkiri beragam aktivitas di segala sendi kehidupan akrab dengan media sosial pribadi, baik melalui unggahan foto ataupun video. Tak jarang, segelintir orang berusaha membangun persepsi maya melalui media sosial agar memperoleh pengakuan dari orang lain.

Nyatanya, anggapan ini sering salah tempat. Tidak jarangkan kamu temui orang lain sebatas melontarkan persepsi tidak beralasan terkait kepergian kamu ke luar negeri sebatas ruang lingkup tampilan instagram. Jempolmu, harimaumu!

“Kamu gengsi ya kalau kerja di sini?”

Tantangan, pengalaman hidup, lingkungan, dan keberhasilan yang dicapai memang setimpal dengan perjuangan yang harus kamu tempuh untuk bisa belajar atau bekerja di luar negeri. Kamu berkesempatan untuk merasakan tinggal di negara maju yang serba tertata, belajar dari berbagai dosen yang mumpuni, serta keberagaman budaya dan orang yang menyatu kehidupan sehari-hari memang menjadi nilai yang prestisius.

Lantas, untuk semua kerja keras tersebut, sebagaian orang menganggap keputusan kamu hanya perihal gengsi dan nama baik semata. Are you ok with that?

“Wajar sih, kamu kan banyak duit,..”

Siapa sih orang yang menolak punya banyak duit? Tujuan dan kebutuhan setiap orang berbeda namun akhirnya kita harus sepakat salah satunya untuk memenuhi kebutuhan hoidup melalui kestabilan finansial. Namun seringkali sebagian orang lain merasa perlu untuk ikut campur di ranah finansial seperti ini.

Nyatanya beasiswa sekolah di luar negeri bergelimpangan, kamu tinggal pilih mau yang mana dan bersungguh-sungguh untuk memperolehnya. Bekerja di luar negeri pun ada banyak relasii, perusahaan, ataupun universits yang menawarkan kesempatan bagi kamu yang siap berkompetisi. 

“…banyak sih persepti teman-teman yang bilang kita di kuliah di luar cuma buat instagramlah, jalan-jalan doanglah, gengsilah, dan persepsi negatif  lainnya. Tapi tetap kan mereka ga tau gimana kita disana, struggling dan belajar sungguh-sungguh. Dulu sih aku suka naggepin komentar kaya gini tapi lama-lama aku ngerasa  whatever you do wether it is good or bad, people will always has opinion,…” (Khef, University of Arts Berlin)