Bekerja di Luar Negeri? Pahami Dulu 3 Alasan Ini

Banyak bukti yang menyebutkan bahwa perpindahan penduduk ke suatu wilayah pada umumnya disebabkan oleh ketimpangan regional baik yang bersumber dari perbedaan kondisi demografis, budaya, maupun model pembangunan ekonomi yang diterapkan.

Pesatnya perkembangan kota-kota di Pulau Jawa, secara khusus, tak heran menyebabkan tekanan kepadatan penduduk yang luar biasa dan menimbulkan berbagai polemik. Seiring berjalannya waktu, beberapa dekade terakhir, migrasi internasional tenaga kerja Indonesia ke luar negeri mulai jadi perhatian karena minat yang terus bertambah.

Pusing? Intermezo di atas adalah ihwal kenapa kamu harus membaca artikel ini untuk mengetahui beberapa alasan, berdasarkan sebuah penelitian skripsi, kenapa sebagian masyarakat memutuskan untuk melakukan migrasi internasional alias bekerja di luar negeri. Mari kita bahas!

3. Umur

Masa muda memang selayaknya dibaiskan untuk menyelesaikan berbagai tantangan dan memperluas zona nyaman. Tak heran jika keputusan untuk berkarir di luar negeri lebih berimbang dilakukan di usia muda karena tingkat produktifitas yang tinggi. Terlebih terbukanya akses untk beragam informasi yang semakin mempermudah memperoleh koneksi dan pengetahuan. Yang muda, yang berkarya!

2. Jenis dan Peluang Pekerjaan

Alasannya sederhana, setiap orang menginginkan pekerjaan yang lebih dapat mensejahterakan dirinya maupun keluarga. Belum lagi bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya, tentu jenis dan peluang pekerjaan di luar negeri lebih luas sebeb pengalaman dan keterampilan yang diperoleh sebelumnya. Terlebih untuk perusahaan-perusahaan tersohor yang sudah tentu memiliki ‘nama’ dan tidak diragukan kredebilitasnya.

Selain itu, ada beberapa pekerjaan yang mungkin tidak terlalu mendulang pendapatan di dalam negeri justru banjir pendapatan di luar negeri sana. Sebut saja tukang kebersihan dan jurnalis. Semakin maju suatu negara, biasanya menawarkan ritme pekerjaan yang lebih sibuk namun karena lingkungan yang didominasi keberagaman tidak menutup kemungkinan lahirnya pemikiran-pemikiran kreatif.

1. Pendapatan yang Diperoleh

Semakin besar penghasilan yang ditawarkan, semakin tinggi kualitas SDM yang diminta, maka harusnya semakin tinggi pula minat pelamar. Terlebih negara-negara yang memiliki konversi mata uang rupiah lebih tinggi, pendapatan yang diperoleh tentu lebih tinggi. Hal ini berujung pada kesejahteraan yang ingin diperoleh nantinya. Faktor ekonomis dianggap berpengaruh lebih kuat dibanding alasan non-ekonomis lainnya seperti aspek sosial, budaya, politik, keamanan, dan psikologi.

Sederhananya, masyarakat melakukan migrasi internasional dalam rangka mencari dan mendapatkan pekerjaan biasanya memilih negara yang perekonomiannya lebih baik (opsional) yang mampu menawarkan kesempatan kerja dengan penghasilan lebih baik. Namun jangan lupa, penawaran sebanding dengan permintaan. Kamu tentunya tahu, negara maju didominasi dengan biaya hidup yang tinggi, tekanan pekerjaan yang luar biasa, dan tuntutan dari lingkungan untuk menjadi superior.