Cegah Lemas Saat Puasa di Negara 4 Musim dengan Siasat Ini!

sumber : hellosehat.com

Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim di manapun. Negara 4 musim cenderung memiliki durasi puasa yang lebih panjang dibandingkan negara bukan 4 musim. Muslim di sana rata-rata berpuasa selama 17 jam ke atas. Kondisi yang seperti itu membuat para perantau muslim, khususnya Indonesia perlu menyiapkan segalanya secara ekstra demi menjaga produktivitas selama puasa. Berikut beberapa tips untuk cegah lemas saat puasa di negara 4 musim.

1. Jangan Minum Secara Tergesa-Gesa

Sumber : pexels.com

Tips pertama yaitu usahakan jangan minum sekali teguk baik ketika sahur maupun berbuka puasa. Biasanya, ketika minum sekali teguk malah akan membuatmu sering ke kamar mandi. Dengan begitu, banyak cairan tubuh yang ikut keluar. Cobalah minum secara pelan-pelan, maka airnya dapat bertahan di tubuhmu dalam waktu yang cukup lama.

Sebenarnya haus adalah yang paling terasa ketika sedang puasa. Maka dari itu, jaga selalu keseimbangan cairan dengan minum 2 gelas air putih saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas saat malam hari. Kemudian, penuhi nutrisi tubuh dengan cairan yang bagus fungsi hidrasinya seperti susu.

2. Perhatikan Makanan Ketika Berbuka Puasa

Berbukalah dengan yang manis” begitu kata sekitar kita. Faktanya bukan sekedar iklan, tapi justru dianjurkan karena gula merupakan kandungan yang mudah dicerna tubuh setelah seharian puasa. Meskipun begitu, jangan mengkonsumsinya terlalu berlebihan, ya! Lalu usahakan tidak memakan hidangan berat terlebih dahulu supaya tidak mulas. Kalau perut sakit, maka dapat mengganggu aktivitas puasa para perantau.

Jangan takut tidak bertemu makanan halal. Bagi perantau yang tinggal di Eropa, banyak komunitas muslim berasal dari Turki yang menyediakan hidangan berbuka di masjid. Setiap menjelang berbuka puasa pasti di sana ramai oleh para pemburu ta’jil.

4. Istirahat yang Cukup

Sumber : pexels.com

Sebisa mungkin istirahat apabila tidak memiliki aktivitas penting usai berbuka puasa. Durasi puasa yang cenderung lama membuat jarak antara waktu berbuka ke waktu sahur pun dekat. Maka dari itu, atur waktu istirahat sebaik mungkin, misalnya tidur 3 jam sebelum sahur dan 2 jam setelah salat Shubuh. Lalu, hindari kegiatan fisik berat di siang hari supaya tidak terlalu merasa capek di malam hari. Kalau terlalu capek, maka kamu akan terlalu lelap dan mengakibatkan lupa sahur.

3. Sahur dengan Asupan Karbohidrat Padat

Asupan karbohidrat saat sahur dengan saat berbuka puasa ternyata berbeda, loh! Ternyata makan nasi saat sahur malah akan membuat rasa lapar datang lebih cepat. Asupan saat sahur yang dianjurkan ialah kaya serat dan karbohidrat kompleks. Salah satu youtuber Indonesia, yaitu Gita Savitri pernah memberi masukan kepada penontonnya untuk tidak makan nasi ketika sahur karena karbohidratnya kurang padat. Justru makanan seperti oatmeal, pisang, dan yoghurt akan mengurangi rasa lapar karena kandungan karbohidratnya benar-benar padat. Rasa haus tetap terasa, namun kamu akan merasa kenyang lebih lama.

Nah, itu dia tips mencegah lemas saat puasa di negara 4 musim. Makanan, minuman, dan gaya hidup adalah kunci sukses menuntaskan puasa di tengah padatnya aktivitas. Semoga artikel ini dapat membantu para perantau muslim di luar negeri yang sedang berjuang melawan godaan puasa. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!