fbpx

Upaya Pembuatan Vaksin Virus Corona Libatkan Sejumlah Universitas

Akhir-akhir ini, berita mengenai virus Corona terus menghiasi pemberitaan media. Hal ini pun menuntun pada ketakutan masyarakat terhadap bahaya dari virus yang dipercaya berasal dari Wuhan, China. Sampai sekarang, korban terus berjatuhan dan memang masih belum ada vaksin untuk virus Corona yang dapat digunakan.

Vaksin untuk virus Corona

Pengembangan vaksin virus corona
Sumber: vox.com

Sama seperti virus-virus yang pernah ada sebelumnya, pembuatan vaksin untuk virus sebelum menjadi pandemi haruslah dilakukan. Dengan demikian, sejumlah universitas pun mulai turun tangan untuk mengembangkan vaksin untuk virus Corona.

Salah satu universitas yang mulai mengembangkan vaksin untuk virus Corona adalah University of Queensland, Australia. Keterlibatan dari University of Queensland ini tak terlepas dari permintaan pihak Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Hal ini disebabkan oleh keberhasilan University of Queesland mematenkan teknologi untuk mengembangkan vaksin atau yang dikenal sebagai molecular clamp.

Dilansir dari Study International, kepala School of Chemistry and Molecular Biosciences dari University of Queensland, Profesor Paul Young, menyatakan, “Tim (peneliti) berharap pengembangan vaksin ini akan selesai dalam enam bulan ke depan, dan dapat digunakan untuk mengatasi wabah virus ini.”

Profesor Young mengharapkan vaksin ini nantinya akan bisa membantu pengendalian dari virus agar tak sampai menyebar ke seluruh dunia.

Hong Kong University juga ambil bagian

Profesor Yuen Kwok-yung, ketua tim pengembangan vaksin virus Corona, Hong Kong University
Profesor Yuen Kwok-yung dari Hong Kong University. Sumber: youtube.com

Universitas lain yang juga ambil bagian dalam pengembangan virus ini adalah Hong Kong University. Kepala tim peneliti, Profesor Yuen Kwok-yung menyatakan bahwa timnya telah mengisolasi virus dari kota pertama yang terinfeksi.

Untuk pengembangan vaksin ini, Profesor Yuen dan tim berupaya memodifikasi vaksin influenza semprot dengan menggunakan antigen dari virus Corona. Hal ini memungkinkan untuk mencegah virus Corona dan juga influenza.

Profesor Yuen menyatakan bahwa vaksin tersebut telah diproduksi, akan tetapi akan butuh waktu yang lama untuk melakukan percobaan terhadap binatang. Hal ini disampaikan oleh Profesor Yuen kepada surat kabar South China Morning Post.

Bukanlah tugas yang mudah

Sumber: unsplash.com

Mengembangkan vaksin yang efektif untuk jenis virus baru memang bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini dapat kita lihat dari pengembangan vaksin untuk Ebola dan Zika yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Hingga saat ini, Kota Wuhan masih ditutup aksesnya. Seluruh rute transportasi ditutup dan dijaga dengan sangat ketat. Virus Corona termasuk susah dideteksi karena ada juga pihak-pihak yang menjadi karier dari virus ini. Otomatis, gejala yang muncul pun tidak akan muncul secara langsung.

Pihak pemerintah dari seluruh dunia telah berupaya untuk mengambil langkah serius menghadapi virus ini, termasuk Indonesia. Sejumlah larangan penerbangan dan juga pemeriksaan ketat di bandara-bandara internasional dilakukan. Hal ini menyusul sejumlah negara tetangga seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja yang telah mengonfirmasi adanya virus Corona di negara mereka.

Kamu juga bisa membaca tentang Departemen Parasitologi dari McGill University yang menawarkan program master dan PhD studi parasit satu-satunya di Kanada.

For Your Information

Apakah vaksin untuk virus Corona sudah ada?

Sampai sejauh ini, belum terkonfirmasi adanya vaksin untuk virus jenis baru ini. Akan tetapi, sejumlah universitas seperti Queensland University dan Hong Kong University sedang mengembangkan jenis vaksin ini.

Apakah pembuatan vaksin virus Corona memungkinkan?

Tentu memungkinkan. Akan tetapi, memang dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkannya dari awal.

Apakah mudah untuk mengembangkan vaksin virus Corona?

Pekerjaan ini tentu tidak mudah. Profesor Yuen dari Hong Kong University menyatakan bahwa vaksin untuk virus Corona telah diproduksi, akan tetapi akan butuh waktu yang lama untuk melakukan percobaan terhadap binatang. Sebelum nantinya diujicobakan ke manusia. Untuk informasi lengkapnya, kamu bisa membaca artikel berikut ini.