fbpx

Mengenal Para Perempuan yang Memimpin Universitas Terkemuka di Dunia

Menyambut hari perempuan interasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, rasanya tak lengkap apabila tak membahas semangat kesetaraan di bidang pendidikan. Maka dari itu, mari kita mengenal para perempuan yang memimpin universitas terkemuka di dunia.

Louise Richardson – University of Oxford

perempuan yang memimpi universitas - Louise Richardson
Sumber: ox.ac.uk

Louise Richardson menjabat sebagai Vice-Chancellor di University of Oxford sejak 1 Januari 2016. Sebelumnya, ia menjabat sebagai principal dan juga vice-chancellor untuk University of St. Andrews, Skotlandia, selama 7 tahun.

Profesor Richardson merupakan seorang akademisi ilmu politik. Ia mendaptakan gelar sarjananya di bidang sejarah di Trinity College Dublin, Irlandia. Kemudian, ia melanjutkan studinya di Amerika Serikat dengan mengambil MA in Political Science dari UCLA. Lalu, ia pun menyelesaikan PhD in Government-nya di Harvard University.

Salah satu fokus penelitian dari Profesor Richardson adalah keamanan internasional, khususnya gerakan terorisme.

Martha E. Pollack – Cornell University

Sumber: news.cornell.edu

Martha E. Pollack merupakan rektor ke-14 di Cornell University, salah satu universitas yang termasuk ke dalam Ivy Leagues. Marta merupakan profesor di bidang ilmu komputer, informasi, dan juga linguistik. Ia menjabat posisi ini sejak 17 April 2017.

Sebelumnya, Martha adalah executive vice president for academic affairs di University of Michigan. Ia juga merupakan profesor di bidang ilmu komputer dan informasi. Sebelumnya, ia mendapatkan gelar sarjananya di bidang linguistik di Dartmouth College. Sedangkan, untuk gelar M.S dan PhD-nya, Martha mendapatkannya di jurusan ilmu komputer dan informasi University of Pennsylvania.

Suzanne Fortier – McGill University

perempuan yang memimpi universitas - Suzanne Fortier
Sumber: reporter.mcgill.ca

Suzanne Fortier telah menjabat sebagai principal dan vice-chancellor dari McGill University sejak September 2013. Sebelumnya, Suzane menjabat sebagai president dari Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NESRC) dari tahun 2006 hingga 2013.

Suzane mendapatkan gelar sarjana dan PhD-nya dari McGill University di bidang Crystallography. Fokus penelitian yang ia lakukan adalah pengembangan metodologi kecerdasan artifisial dan materimakan dalam struktur protein.

Margaret Gardner – Monash University

Sumber: campusreview.com.au

Margaret Gardner merupakan seorang ilmuwan sosial dengan ketertarikan pada hubungan industrial dan manajemen sumber daya manusia. Sebelum menjabat sebagai vice-chancellor di Monash Uiversity, Margaret pernah menduduki posisi eksekutif di University of Queensland dan Griffith University.

Sebelumnya, Margaret Gardner mendapatkan gelar sarjana dan PhDnya di bidang ekonomi di University of Sydney. Pada tahun 1988, Margaret mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Fullbright Postdoctoral Fellow di Massachusetts Institute of Technology, Cornell University, dan University of California, Berkeley.

Sigbritt Karlsson – KTH Royal Institute of Technology

perempuan yang memimpi universitas - Sigbritt Karlsson
Sumber: innovationsforetagen.se

Sigbritt Karlsson merupakan rektor ke-19 dari KTH Royal Institite of Technology. Ia mulai menjabat sejak 12 November 2016. Sebelumnya, Sibritt menjabat sebagai rektor dari University of Skovde dari tahun 2010 hingga 2016.

Sebelumnya, Sigbritt mendapatkan gelar S2-nya di KTH. Ia mengambil jurusan teknik kimia dengan spesialisasi di bidang bioteknologi. Ia juga mendapatkan gelar PhD-nya di bidang teknologi polimer dari KTH.

Itulah sejumlah perempuan yang berhasil memimpin universitas terkemuka di dunia. Yang pasti, mewujudkan kesetaraan gender setinggi-tingginya menjadi penting untuk terus dilakukan.

Kamu juga bisa membaca universitas-universitas khusus perempuan yang ada di Jepang.

For Your Information

Bagaimana peran perempuan di bidang pendidikan tinggi?

Dewasa ini, semangat kesetaraan gender terus hadir. Maka dari itu, banyak juga para perempuan yang berhasil menduduki posisi strategis di bidang pendidikan tinggi.

Apakah ada universitas di Amerika yang dipimpin oleh perempuan?

Cornell University, salah satu universitas yang tergabung dalam Ivy Leagues, dipimpin oleh seorang perempuan. Masih banyak pula universitas lainnya yang dipimpin oleh perempuan.

Universitas mana saja yang dipimpin oleh perempuan?

Baca artikel ini untuk tahu jawaban lengkapnya.