Travel ke Guyana, Tanah Perairan hingga Teka-Teki El Dorado di Amerika Serikat

Guyana, sebuah negara di pesisir selatan Amerika Serikat mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Bukan Ghana atau Guinea, tetapi Guyana akan mengantarkan kamu pada petualangan dengan beragam ekosistem.

Saking banyaknya air tawar di negara ini, Guyana diterjemahkan dari kata Amerindian yang berrarti ‘tanah banyak perairan’. Meskipun harus menempuh perjalanan darat dan udara yang jauh dan lama, dilansir dari laman The Crowded Planet, beberapa alasan ini menjadikan Guyana sebagai surga tersembunyi di selatan Amerika yang layak kamu kunjungi!

5. Satu-satunya negara di Amerika Selatan yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya.

Sumber: Intrepid Travel

Seringkali bahasa menjadi kendala bagi wisatawan ketika mengunjungi suatu negara. Walaupun kelihatannya sederhana, jika tidak dipersiapkan kerap bisa menimbulkan kesalahpahaman. Maka berbahagialah kamu! Guyana menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya. Berbeda dengan negara-negara lain yang ada di Amerika Selatan. Meskipun sesekali kamu akan mendengar Guyanese Creole, campuran bahasa Inggris dengan dialek Karibia.

4. Guyana adalah tanah dengan banyak perairan di dalamnya.

Sumber: BBC

Kabupaten-istilahnya-di Guyana dinamakan berdasarkan tiga sunyai besar yang mengalirinya. Ada Demerara, Essequibo, dan Berbice. Istimewanya, Guyana merupakan rumah bagi air terjun setetes tunggal terbesar di dunia, Kaieteur, dengan total panjang 251 meter dan tingkataliran air rata-rata 663 meter kubik per detik.

3. Jangan lupakan kemurnian ekosistemnya yang masih terjaga beserta satwa liar yang langka.

Sumber: Vale.com

Bertualang di sekitar Sabana dan hutan hujan di pedalaman Guyana, pastikan kamu menyaksikan salah satu pemandangan langka. Elang Harpy yang terbang melintasi hutan, burung pemangsa yang paling sulit ditangkap di dunia. Belum lagi sloth, laba-laba merah, berang-berang raksasa, armadillo, dan satwa liar nan langka lainnya. Patikan nyali kamu cukup kuat ya!

2. El Dorado, kota mitos dengan seorang raja yang berbalut emas di tepi danau.

Sumber: YouTube

Pembuktian mitos ini banyak dilakukan oleh petualang besar. Sebut saja Francisco de Orellana, Phillip von Hutten, Sir Walter Raleigh, dan beberapa lainnya. Hmm, menurut kamu mitos ini benar-benar ada ga ya?

1. Guyana masih jarang dikunjungi wisatawan.

Sumber: Travel-Tempo.co

Jika kamu penyuka perjalanan anti mainstream, maka pilihlah Guyana sebagai destinasi. Guyana masih jauh dari jangkauan para turis asing, dibuktikan dari kunjungan bandaranya diperkiran hanya 250.000 pertahun. Kamu tak perlu repot-repot berdesakan dan kehilangan banyak moment perjalanan.

Keberadaannya yang cukup dengan dengan garis Khatulistiwa menyebabkan Guyana memiliki dua musim, hujan dan kemarau. Kamu tidak dianjurkan mengunjunginya pada pertengahan November hingga pertengahan Januari serta pada bulan Mei hingga Agustus. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan jalanan menjadi berlumpur dan kemungkinan besar tidak dapat dilalui. Terakhir, jangan lupa untuk vaksinisasi terlebih dahulu sebelum mengunjungi Guyana ya!