Romantisme Vietnam; Sepanjang Gemerlap Cahaya Kolonial Kota Dalat Hingga Hamparan Laut Halong Bay

Malaysia, Singapura, dan Thailand. Seringkali menjadi rangkaian wisata tanpa visa bagi kamu yang ingin menjelajahi Asia Tenggara atau pengalaman pertama wisata ke luar negeri. Mulai dari negara serumpun, merasakan pesona negara maju dengan budget pas-pasan, hingga merasakan surganya kuliner dan fashion ciamik nan murah. Hmm, sekali aja, jika penawaran untuk wisata ke Vietnam muncul, apa yang akan kamu pikirkan?

Voila! Setelah satu dasawarsa lebih berbenah, Vietnam kini siap menyambut derasnya arus wisatawan asing yang berkunjung ke negara tersebut. Tak kalah dari negara lain, Vietnam menawarkan beragam wisata sejarah yang dilestarikan dengan baik, padang pasir, hingga makanan khas Vietnam-pho-kwetiau yang disiram dengan kual kaldu sapi yang siap memanjakan lidah wisatawan dengan cita rasa yang melegenda.

Ada banyak faktor penarik, kenapa Vietnam dilandasi sebagai negara yang wajib kamu tulis dalam bucked list. Menurut Pitana (2005) yang mengutip dari Ryan (1991), faktor penarik ini berhubungan dengan keinginan atau kebutuhan wisatawan. Seperti melarikan diri dari rutinitas sehari-hari, relaksasi, prestise seseorang, atau yang paling menarik berkaitan dengan sisi romance wisatawan.

‘Kota Bunga’ Dalat

Keinginan untuk bersama orang-orang yang dicintai dan membangun suasana romantis. Alasannya terdengan klise ya? Namun bersiaplah untuk menikmati magisnya udara sejuk sepanjang kota Dalat atau yang biasa dijuluki “The Honeymoon Mecca”.

Dalam buku “1000 Places to See Before You Die”, sebuah travel book karangan Patricia Schultz, Dalat digambarkan sebagai kota kecil di dataran tinggi, sekitar 3000 km dari Ho Chi Minh City yang popular dengan vila-vila bergaya Prancis yang dulunya merupakan tempat peristirahatan pada zaman kolonial Perancis.

Dalat Palace Luxury Hotel & Golf Club

Adalah Dalat Palace Luxury Hotel & Golf Club, ikon popular kota Dalat yang dibangun dengan gaya art deco oleh arsitek Perancis, Moncent dan Reveron pada tahun 1920. Seolah tak cukup dengan romantisme era kolonial Perancisnya, penduduk lokal menyebut Dalat sebagai “Kota Bunga” dengan beragam jenis bunga terbentang pata petak-petak kebun sebagai penyokong bisnis masyarakat setempat. Romantisme kota ini bisa kamu nikmati menggunakan sepeda motor yang disewakan karena di sini tidak ada transportasi umum. Sounds Good!

Halong Bay

Beranjak dari romantisme era kolonial di Dalat, saatnya kamu menikmati sisi romantisme Halong Bay yang penuh sejarah. Pesona bulir-bulir air laut berwarna hijau toska dan pulau berbatu kapur yang menjulang tinggi, Halong Bay tak salah jika sering dijuluki sebagai negeri dongeng. Karena itu, UNESCO menobatkannya sebagai salah satu situs warisan dunia yang patut kamu kunjungi dan lestarikan tentunya.

Hamparan laut diselimuti udara sejuk dari pepohonan yang terdapat pada hutan-hutan di sekeliling Halong Bay, dapat disisir menggunakan perahu kecil yang disewakan pada pengunjung. Tak heran, jika kamu pertama kali mengunjungi Vietnam, kunjungilah Halong Bay yang sudah tersohor di mata dunia sebagai sebuah destinasi wisata. Tidak hanya magis dan romantis namun juga mengandung nilai historikal.

Apapaun itu, baik menyusuri gemerlap cahaya pemandangan era kolonial Perancis di sepanjang sisi Kota Dalat atau berlayar menyusuri hamparan laut dengan goa-goa indah di sekitarnya, Vietnam harusnya memang romantis.