Penerbangan Terpanjang di Dunia Ini Tidak Akan Memberimu Jetlag Lagi

Setiap perantau pasti sudah akrab dengan waktu menunggu dalam perjalanan panjang ketika travelling. Bayangkan betapa jenuhnya menunggu selama 20 jam untuk waktu penerbangan pesawat dari Jakarta ke New York (termasuk transit).

Mobil self-driving kini sudah ada di AS dan sekarang telah tiba saatnya untuk perjalanan udara berinovasi juga. Solusinya? Pesawat A350-900 ULR (Ultra Long Range).

Apa yang spesial?

Dibangun untuk pesawat penerbangan Singapore Airlines dari Singapura ke Newark, New Jersey dan Singapura ke San Francisco. Pesawat ini didesain untuk bisa terbang selama 20 jam non-stop, yang termasuk fitur-fitur untuk melawan jetlag.

Salah satu upgrade yang cukup jelas adalah tempat duduknya: semua adalah Economy Plus dan Business Class.

Fitur Anti-Jetlag

“Kita mempunyai anti-jetlag cabin pressurization, yang menurunkan ketinggian efektif dari 2.5 km menjadi 1.8 km. Artinya terdapat oksigen yang lebih banyak, yang membuat kita lebih tidak ngantuk.” ujar Yung Han Ng, vice president of product innovation di Singapore Airlines.

Selain itu, pengaturan udara dan sistem purifikasi kabin diperbarui setiap dua menit, sambil meregulasi suhu kabin. Artinya? Kamu tidak akan mempunyai rasa ‘belum mandi seminggu’ ketika mendarat.

Tidur dengan mudah

Dalam perjalanan panjang, tidur akan membantu kamu menghindari demam kabin dan menyesuaikan dengan zona waktu. Kabin di pesawat ini empat decibel lebih sunyi dibandingkan pesawat-pesawat lainnya dan delapan decibel lebih sunyi dibandingkan bagian depan pesawat. Jadi kamu bisa tidur tanpa headphones dengan nyaman.

Makanan juga didesain untuk menipu pikiran jetlag kita

Singapore Airlines menjalin partnership dengan Canyon Ranch, sebuah brand sehat yang sudah ada sejak 40 tahun lalu, untuk memperkenalkan hidangan sehat yang membantu badan kita melawan jetlag dan membuat kita merasa lebih baik ketika mendarat.

Semakin banyak penerbangan airline lainnya menggunakan teknologi baru pesawat A350-900 ULR ini seperti penerbangan Qantas non-stop dari London dan New York ke Sydney yang akan mulai tahun 2022.

Baca Juga Ini Alasan Kenapa Pramugari Meminta Jendela Pesawat Dibuka