Macet? Di Bolivia Zebra Mengatur Lalu Lintas Jalanan!

Seperti di Jakarta, lalu lintas di La Paz sangat buruk. Bedanya, sejumlah mobil, bus, dan minivan yang tak terhitung menjejali jalanan kolonial yang sempit seperti jalan tikus di Ibukota. Mereka secara agresif mengeroyok celah terkecil sambil tak henti membunyikan klakson. Kurangnya ruang ini berarti pejalan kaki harus berlari menyeberang jalanan di depan lalu lintas untuk sampai ke tempat kerja tepat waktu. Untungnya, tim zebra ramah telah ditugaskan untuk memulihkan ketertiban, sambil membawa sedikit humor untuk kegilaan.

Zebra adalah inisiatif lalu-lintas yang diluncurkan tahun 2001 setelah seorang pegawai pemerintah terinspirasi oleh kampanye Kolombia di mana seniman pantomim mempermalukan pengemudi yang buruk di seluruh kota Bogota. Gagasan itu diadaptasi agar orang-orang muda berpakaian zebra berpatroli di daerah-daerah yang ramai untuk mengajarkan keselamatan lalu-lintas kepada pengendara dan pejalan kaki. Hewan itu dipilih karena penyeberangan pejalan kaki disebut sebagai zebra cross dalam bahasa Spanyol, seperti halnya mereka dalam bahasa Inggris. Pada awalnya, dua orang akan masuk ke dalam satu kostum berkaki empat, meskipun konsepnya akhirnya berkembang menjadi pakaian satu orang karena desain aslinya agak tidak nyaman dan berbahaya.

Tujuan dari program ini ada dua; untuk meningkatkan keselamatan jalan lalu-lintas – khususnya di antara pejalan kaki – dan menyediakan lapangan pekerjaan dan peluang yang berarti bagi kaum muda yang kurang beruntung. Siapa pun yang telah mengunjungi La Paz dapat memberikan kesaksian tentang perlunya keselamatan jalan yang lebih baik.

Dibandingkan mengandalkan polisi lalu lintas yang memiliki reputasi buruk karena kecenderungan penyuapan, penduduk kota memutuskan untuk menugaskan zebra yang suka bersenang-senang, menari-nari dan memberikan tos high-five kepada anak-anak sebagai cara mengumpulkan dukungan publik.

Program ini telah menjadi populer sejak diluncurkan, berkembang ke tiga kota di Bolivia dan mempekerjakan lebih dari 400 zebra. Zebra telah pindah ke daerah lain juga, mendidik anak-anak sekolah dan orang dewasa tentang isu-isu penting seperti daur ulang, konservasi air, dan bullying. Bahkan ada minat dari ibu kota Eropa seperti Madrid dalam mengadopsi pendekatan di tingkat internasional.

Menurut kamu bisakah program zebra ini diterapkan dalam Negeri kita yang masih banyak isu macetnya lalu lintas?