Bayi Jerapah Lahir di Depan Wisatawan Disney World, Sekarang Kamu Bisa Melihatnya di Safari

Pengunjung Disney’s Animal Kingdom sekarang dapat melihat Jabari, anak jerapah yang lahir pada bulan Januari lalu di hadapan para pengunjung safari.

Perwakilan Disney mengumumkan bahwa Jabari akan bergabung ke dalam taman hiburan ini, yang berarti pengunjung dapat melihatnya dari dekat di Kilimanjaro Safari. Safari berkendaraan terbuka ini memungkinkan pengunjung mengambil tur berpemandu “sabana Afrika” dan melihat hewan hidup berkeliaran di tanah Cagar Alam Harambe.

Selama Safari Kilimanjaro-lah kamu dapat melihat momen-momen langka ketika ibu Jabari mulai melahirkan.

Nama Jabari, yang berarti “pemberani” dalam bahasa Swahili, dipilih untuk menamakan anak jerapah itu. Setelah menghabiskan beberapa bulan terakhir dengan ibunya, Mara, Jabari sudah berdiri setinggi tujuh kaki dan siap untuk kembali ke objek wisata safari.

Lihatlah debutnya yang menarik di bawah ini:

“Sesuai namanya, Jabari dengan cepat mencapai semua tonggak perkembangan kuncinya, jadi hari ini ia kembali ke Kilimanjaro Safari savanna dan bergabung dengan kawanan jerapah lainnya,” kata seorang perwakilan wisata alam tersebut.

(David Roark, photographer)

Untuk merayakan kedatangannya, Disney’s Animal Kingdom juga menawarkan berbagai pengalaman terbatas dan cenderamata bertema jerapah seperti: kue mangkuk dengan foto Jabari dan Mara, sesi lukis wajah dan sesi foto khusus bertema jerapah di jembatan Harambe.

(David Roark, photographer)

Mombasa Marketplace juga akan memiliki berbagai suvenir jerapah yang mencakup telinga Mickey bertema jerapah dan berbagai ukiran batu sabun dan kayu yang unik.

Jabari merupakan jerapah dari padang rumput Masai. Orang tuanya dipilih untuk berkembang biak melalui program Species Survival Plan, yang diawasi oleh Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Amerika Serikat untuk memastikan spesies yang terancam dan hampir punah dibesarkan secara bertanggung jawab untuk melestarikan generasi masa depan. Populasi jerapah Masai telah berkurang, dalam jumlah karena faktor-faktor seperti perburuan liar dan hilangnya habitat.