3 Hal Ini, Perbedaan Mendasar Antara Paspor dan Visa

Dalam rangka melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk studi, bekerja, ataupun travelling, ada beberapa dokumen mutlak yang harus kamu miliki. Jika salah satu atau semuanya tidak kamu urus dan miliki menjelang waktu keberangkatan, jangan harap bisa menginjakkan kaki di berbagai negara yang ada di belahan bumi.

Paspor dan visa. Dua dokumen penting yang harus kamu miliki ketika akan melakukan safari ke luar negeri. Tak jarang, bagi kamu yang lupa mencari sumber informasi lengkap, keduanya cenderung dianggap sama. Padahan paspor dan visa memeliki beberapa perbedaan terkait lembaga, kepentingan, dan jenisnya.

Jika belum tahu, maka sudah saatnya kamu membaca artikel ini supaya tidak salah paham atau salah dalam proses pengurusannya. Hitung-hitung mengurangi omelan dari petugas imigrasi. Hehehe.

Lembaga yang mengeluarkan paspor dan visa

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi resmi negara (Imigrasi) yang berisikan identitas warga negara itu sendiri sehingga jika terjadi force majeur kamu bisa datang ke Kedutaan RI negara tujuan. Wajib hukumnya untuk memiliki paspor ketika kamu akan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Visa adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh suatu negara, dibaca: negara tujuan, melalui salah satu perwakilannya (kedutaan besar) yang berisi tanda izin diperbolehkannya warga negara asing untuk masuk ke dalam wilayah negara yang bersangkutan. Visa hanya wajib kamu miliki jika bepergian ke beberapa negara yang mengharuskan adanya visa karena beberapa negara lain tidak mewajibkan visa bagi wisatan asingnya, seperti kedatangan WNI ke negara yang ada di ASEAN maka kamu tidak perlu mengurus visa. Khusus bagi kamu yang sudah memiliki e-paspor atau electronic passport beberapa negara tidak lagi mewajibkan pengurusan visa.

Bentuk paspor dan visa yang mencolok perbedaannya

Paspor berbentuk buku yang berisi halaman identitas pemiliknya, keterangan lain, dan halaman kosong untuk catatan perjalanan ke luar negeri berjumlah 24 atau 48 halaman. Tergantung kebutuhan dan permohonan kamu ketika mengajukan penerbitan paspor ke Imigrasi. 

Visa berbentuk lembaran kertas atau stempel di paspor sebagai bukti persetujuan untuk melakukan kunjungan ke negara yang sudah diajukan. Tidak hanya kelengkapan berkas, pembuatan visa juga melewati serangkaian interview yang harus kamu jawab dengan lugas dan pasti agar visa kamu tidak ngatung.

Jenis paspor dan visa yang beragam

Paspor tidak hanya terdiri dari satu jenis saja seperti yang biasa kamu gunakan ketika keluar negeri. Terkait tujuan pemiliknya, paspor terdiri dari beberapa macam. Seperti paspor regular, diplomatik, dinas, orang asing, kelompok, serta haji dan umrah. Selengkapnya nanti akan kita bahas dalam artikel khusus jenis paspor dan visa. Umumnya masa berlaku paspor tersebut adalah lima tahun semenjak tanggal dikeluarkannya.

Visa, sama halnya dengan paspor, juga terdiri dari ebberapa macam terkait tujuan dari kunjungan yang dilakukan. Seperti visa kunjungan sementara untuk keluarga, kunjungan sementara untuk wisata, kunjungan sementara untuk bisnis, kerja, transit, dan pelajar atau mahasiswa. Masa berlaku visa juga beragam, ada yang 90 hari atau 6 bulan. Tergantung jenis visanya.

Nah, setelah membaca artikel ini tentu kamu sudah memiliki pemahaman terhadap fungsi paspor dan visa yang ternyata tidak sama. So, jangan sampai salah urus apalagi tertukar ya.