fbpx

Mengenal 5 Universitas Perempuan Favorit di Jepang

Tahukah kamu bahwa di Jepang ada universitas khusus untuk perempuan? Iya, selain sekolah menengah khusus perempuan dan juga beasiswa khusus perempuan, ternyata ada juga lho universitas khusus perempuan. Jadi, jangan heran apabila banyak sekali universitas di Jepang yang menyematkan kata “Women’s University”. Kebanyakan, universitas perempuan ini merupakan universitas swasta. Akan tetapi, ada juga yang didanai langsung oleh pemerintah nasional seperti Nara dan Ochanomizu. Lalu, universitas perempuan mana saja kah yang menjadi favorit?

Berikut beberapa universitas perempuan yang patut kamu pertimbangkan.

1. Nara Women’s University

anakrantau-universitas-perempuan-jepang.jpg
Sumber: mapio.net

Nara Women’s University merupakan salah satu universitas perempuan nasional yang terletak di Nara, Jepang. Telah berdiri sejak tahun 1908, Nara Women’s University hanya memiliki 3 fakultas saja, yakni Faculty of Letters, Faculty of Science, dan Faculty of Human Life and Environment. 

Apabila kamu berkuliah di kampus ini, maka kamu akan berkuliah di salah satu kota kuno di Jepang yang memiliki setidaknya 8 warisan dunia UNESCO. Kamu juga bisa menemukan berbagai situs budaya serta pemandangan alam yang cantik di sekitar kampus.

2. Japan Women’s University

anakrantau-universitas-perempuan-jepang-2.JPG
Sumber: inspirock.com

Japan Women’s University merupakan universitas perempuan tertua dan terbesar di Jepang. Universitas ini telah didirikan sejak 20 April 1901 oleh seorang reformis pendidikan, Jinzo Naruse. Terdapat 3 fakultas di universitas ini, yakni: Home Economics; Humanities; Integrated Arts and Social Sciences; dan Sciences.

Salah satu alumni terkenal dari universitas ini adalah Tsuruko Haraguchi, perempuan Jepang pertama yang mendapat gelar doktoral di bidang psikologi.

3. Showa Women’s University

anakrantau-universitas-perempuan-jepang-3.jpg
Sumber: jpss.jp

Pada tahun 1920, ketika Jepang masih bergelut dengan Perang Dunia I, Showa Women’s University didirikan oleh Enkichi Hitomi, seorang penyair dan pendidik, bersama dengan istrinya, Midori. Mereka percaya bahwa diperlukan suatu pemahaman lebih jauh mengenai idola mereka seperti Leo Tolstoy, Rabindranath Tagore, dan Johann Wolfgang von Goethe.

Dengan motto “Be a light to the worlds”, Show Women’s University ingin menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan pengajaran bagi perempuan supaya dapat memberikan perubahan yang bermakna di masyarakat. Terdapat 6 fakultas yang ditawarkan oleh universitas ini, yakni Faculty of International Humanities, Faculty of Global Business, Faculty of Humanities and Culture, Faculty of Humanities and Social Science, Faculty of Life and Environmental Science, dan Faculty of Environmental Science and Design.

4. Fukuoka Women’s University

anakrantau-universitas-perempuan-jepang-4.jpg
Sumber: japan-architects.com

Dulunya, Fukuoka Women’s University dibentuk dari Fukuoka Prefectural College for Women pada tahun 1923 dan hanya menawarkan dua mata kuliah, yakni humanities dan home economics. Baru pada tahun 1950, setelah berakhirnya Perang Dunia II, terdapat reformasi pendidikan dan universitas tersebut berubah menjadi Fukuoka Women’s University.

Saat ini, seluruh sistem perkuliahan di Fukuoka Women’s University berada di bawah naungan International College of Arts and Sciences. Di dalamnya terdapat 3 departemen, yakni Department of International Liberal Arts, Department of Environmental Science, dan Department of Food and Health Sciences.

5. Tokyo Women’s Medical University

anakrantau-universitas-perempuan-jepang-5.jpg
Sumber: team-medics.org

Mencari sekolah kedokteran khusus perempuan? Maka Tokyo Women’s Medical University adalah jawabannya. Tokyo Women’s Medical University merupakan sekolah kedokteran perempuan pertama di Jepang dan didirikan oleh Yoshioka Yayoi pada tahun 1900. Kala itu, Yoshioka melihat bahwa diperlukan upaya untuk meningkatkan posisi sosial dari perempuan yang kala itu belum mendapat cukup tempat. Dengan menjadi seorang dokter, maka perempuan bisa mendapatkan kemandirian finansial menurut Yoshioka.

Hingga saat ini, ada dua sekolah yang ditawarkan dari universitas ini, yakni sekolah kedokteran dan keperawatan.

Wah, menarik bukan? Ternyata Jepang memang memfasilitasi adanya universitas khusus perempuan. Kemudian, jurusan yang ditawarkan oleh masing-masing universitas pun beragam. Tentunya, upaya ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan di manapun mereka berada melalui jalur pendidikan.