fbpx

Rumah di Kanada Seharga 150 Juta? Bukan Clickbait!

Dilansir dari Youtuber Kanada, Sacha Stevenson memaparkan bahwa orang non-Canadian seperti Indonesia dan warga negara asing lainnya dapat membeli rumah di Kanada. Negara daun mapple tersebut memang dijuluki sebagai tempat yang sangat bersahabat dengan imigran. Pun, pemerintahnya juga memberikan kemudahan dengan mendapatkan KPR dari Bank Kanada meskipun kamu belum pernah ke sana dan belum punya visa. Pada videonya, Sascha juga memperlihatkan rumah murah seharga 150 juta di Kanada.

Membeli dan memiliki sebuah rumah merupakan impian bagi generasi milenial. Akan tetapi, mimpi tersebut harus pupus ketika melihat harga tanah dan rumah yang selangit. Mereka kesulitan beli rumah karena beberapa faktor, salah satunya adalah suku bunga pembelian rumah di Indonesia belum sesuai dengan karakteristik anak muda.

Dilansir dari moneysmart.id, Direktur PT Sarana Multiguna Finansial mengatakan bahwa masalah suku bunga pembelian rumah sangat dilematis bagi anak muda. Pemerintah memang menyediakan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), namun lokasinya jauh dari kota dan transportasi tidak memadai.

Kelebihan dan Kekurangan

Sacha menyebutkan spek rumah murah di Kanada yaitu tanah seluas 1500 meter persegi, lalu rumah seluas 112 meter persegi dengan pondasi masih kokoh, dua lantai, view laut, dan memakai sumur sendiri. Di balik kelebihannya, ia juga menjabarkan kekurangannya seperti ketiadaan garasi serta pajak bangunan kurang lebih 10 juta per tahun. Jika dilihat dari potongan videonya, rumah tersebut memang layak huni, akan tetapi desain interiornya harus diperbaiki dengan nominal yang tidak sedikit.

Terdapat cerita unik yang dialami oleh Ibunda Sacha ketika membeli rumah itu. Hunian tersebut sempat ditinggali oleh seorang wanita yang memiliki banyak utang. Ahli warisnya tidak ingin mengambil rumah tersebut. Singkat cerita, guna melunasi lilitan pinjaman, akhirnya bangunan itu dilelang oleh keluarga sang wanita dan Ibunda Sacha berhasil memberikan penawaran sebesar 150 juta.

Perbandingan dengan Indonesia

Sacha menuturkan bahwa membeli rumah di Indonesia memang terhitung mahal. Untuk tanah seluas 1 are saja harganya berkisar 750 juta – 1,5 milyar. Itu hanya tanah kosong dan belum rumah seutuhnya. Ternyata terdapat beberapa faktor yang menyebabkan harga properti tinggi atau rendah, seperti lingkungan tetangga, kondisi finansial penjual, atau hal lainnya.

“…So, I think that’s a good indication of like, wow ada kayak gitu (di Kanada)! Kayaknya di Indonesia enggak ada. Saya mau ke kampung juga di Jawa Tengah, view laut, tanah 1500 meter persegi, (dan) dua lantai, walau jelek, ya! Tapi tetap rumah dua lantai, enggak dapat saya 150 juta. Kayaknya gak dapat, even in the kampung. Kayaknya, ya!” tutur Sacha Stevenson sambil menegaskan pendapatnya.

Dengan adanya kasus ini, maka terdapat peluang bagi generasi milenial untuk memiliki aset idaman. Ia pun menambahkan bahwa konten youtubenya kali ini mungkin dapat membuat generasi muda menyadari bahwa masih ada rumah berharga murah, seperti di Kanada. Bagaimana, tertarik membeli untuk tinggal atau investasi?