fbpx

Perkenalkan Karina: Civil Engineering MEng di UC London dan Vancouver

1. Ceritakan awalnya bagaimana lu studi ke luar negeri?

Emang dari dulu udah tau sih pengen sekolah di luar negeri, tapi masih belom tau aja dimana. Pas kelas 11 sempet summer class di Cambridge dan ternyata suka banget sama London. Tapi ribet banget soalnya UK kan gak terima UAN sebagai qualification, jadi musti apply-nya ke foundation programs. Sempet bingung banget tuh musti apply kemana aja, karena ada banyak jalur: A-level, college (e.g Bellerby’s), atau foundation. Akhirnya gua mutusin pengen kuliah di University College London karena top 10 in the world dan kampusnya Central London. Untungnya UCL ada foundation-nya jadi apply kesitu deh 🙂

2. Ceritakan jurusan/pekerjaan yang lu tempuh di luar negeri?

Gua ngambil Civil Engineering MEng, yang durasinya 4 tahun tapi lulusnya Master instead of Bachelor. Ini course good-deal banget karena boleh study abroad pas tahun ke-3. Jadi gua sempet ke UBC di Vancouver 1 tahun.

Gua juga uda sempet magang di London 3 kali (3 perusahan berbeda lol) sebagai Structural Engineer. Projeknya menarik2 dan of course ilmunya banyak. Sekarang lagi di peruahaan yang desain tunnels, dan gua merasa ini relevan banget untuk di Jakarta yang masih akan bangun MRT.

3. Ceritakan tantangan terbesar / culture shock ketika di luar negeri?

Shock berat bahwa London tuh international banget. Kirain kan semua orang bakal posh British gitu dan ngomong Inggris. Ternyata banyak orang Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Bahkan di kelas gua yang 96 orang, kurang dari 5 yang Caucasian British.

4. Ceritakan perubahan individu yang lu alami ketika di luar negeri?

Banyak banget sih, nih beberapa:

  • Networking and communication! Jadi makin mudah untuk ngobrol sama orang dan berteman sama orang dengan background beda2.
  • Be open and willing to learn from experiences! Selama Uni pasti ada projek yang gak lancar, apalagi surat rejection internship.
  • Time management! Ngurusin university sama society2 dan mumpung di Eropa kan pengen travel akhirnya bisa kewalahan. Apalagi di UK semua ujian tuh di akhir tahun, jadi the whole year ada this false sense of security lmao.
  • Teamwork and creativity! Civil Engineering di UCL dan UK secara umu banyak projek dan grupnya jarang boleh pilih sendiri, jadi bisa gak cocok. Projeknya pun beragam banget: footbridges across the Thames, sustainable school in Mexico, flood mitigation scheme in Wales, etc.

5. Bagaimana rasanya ketika balik ke Indonesia?

Suka banget sih sama Indo tapi ga tahan macetnya. Tapi kangen makanan 🙁 Hands down Indo has the best food in the world.

6. Ada pesan untuk pembaca yang ingin merantau ke luar negeri?

Yaaas! Jangan takut apply ke Uni / College / job / any opportunity. Also, maybe think about what you want to get out of the experience. Do your research juga, karena setiap sekolah / kota kan pasti beda culture dan cara belajar. Vancouver sama London aja beda jauh. Reach out ke kakak kelas yang udah pernah keluar and ask for advice. Studying abroad is 100% a great experience but also its not the end of the world if you don’t get to go. One caveat of studying abroad is that I don’t know much about the professional world in Indo, because my network is mostly international students.

Submission: Profil Rantau dibangun oleh rekomendasi komunitas Anak Rantau; jadi bila kamu mengetahui seseorang yang dapat berbagi pengalaman hidup di luar negeri, tolong beritahu kita.

Ingin mengetahui cerita lain di London?