Perkenalkan Gabriela Glennda: Accounting & Finance di University of Melbourne

Hallo teman-teman pembaca! Sebelumnya penulis ingin mengucapkan terimakasih pada banyak narasumber yang bersedia membagikan kisah dan pengalaman mereka untuk struggling hidup dan belajar di luar negeri.

Seperti halnya kali ini, Anak Rantau berkesempatan melakukan sesi QnA bersama Gabriela Glennda, mahasiswi jurusan Accounting & Finance di University of Melbourne.

Boleh diceritakan bagaimana awalnya sampai lo memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar negeri? (Aussie kan? Hehehe)

Iya ke Aussie. Sebenarnya waktu itu iseng. Jadi ceritanya waktu kelas 12 SMA kan orang-orang pada mikir ‘oh masuk mana nih?’ dan gue ketika itu pengen masuk UI dan belajar yang untuk SBMPTN itu. Nah, tapi gue itu iseng, gara-gara feel pressure dong gara-gara semua orang udah apply dimana-mana. Gue iseng cuma apply MelU. Iseng aja pokoknya. Akhirnya gue jalani dulu tuh tes SBMPTN dan nungguin sampai pengumuman. Tapi di tengah jalan orang tua engga setuju. Ya udah, karena gue udah daftar MelU dan ternyata orang tua juga memperhatikan karena rankingnya bagus (faculty of businessnya juga bagus). Pada akhirnya ya udah, gue memutuskan ke Aussie walaupun awalnya gue juga ga tau Melbourne itu kayak apa. I think one month before, actually pindah ke Melbourne jadi liburan ke Aussie dan extend di Melbourne.

Setelah sampai di Aussie dan kuliah di MelU, lo ngambil jurusan accounting. Boleh diulas sedikit tentang jurusan yang lo ambil ini?

Gue ke Aussie karena orang tua kekeuh gue ambil accounting. Akhirnya gue jalani. Kadang gue ngerasa kenapa ya dulu gue ga tau mau ambil apa tapi ya, at some other point gue bisa jelasin ke diri gue sendiri kenapa akhirnya gue milih accounting dan lihat peluang ke depannya juga. Di Aussie, business itu agak nyantai, Jadi bisa ikut-ikut organisasi kaya PPI gitu deh.

Hidup sendirian di luar negeri pasti ga mudah dong. Kira-kira tantangin apa aja nih yang awalnya sulit tapi akhirnya bisa dihadapi?

Tantangan hidup di luar negeri hmm, sendirian ya, awalnya lonely. Walaupun udah ada teman-teman baik dan deket. Apalagi if you live alone and the end of the day you’re alone. Lumayan challenged dan membuat gue bertumbuh. It makes me love being alone now.

Setelah terbiasa dengan tantangan-tangan tersebut, apa perubahan yang lo alami sebagai individu di luar negeri?

Gue jadi suka sendirian. Gue orangnya very particular about things jadi kayak lebih strong lagi. Karena biasa do things all my way. Tapi dengan ke luar negeri pikiran gue jadi lebih terbuka. Bagaimanapun seenak-enaknya tinggal di luar negeri, tinggal sendiri and especially di Melbourne but that still is not my home. Pulang. Bertemu dengan orang-orang yang mengubah hidup gue, rese dan ga rese, ya they make me who I am

Yeay! Gabriela membagikan pengalamannya untuk berjuang menaklukan Melbourne. Mulai dari memilih, lalu beradaptasi menerima tantangan tersebut, lalu pada akhirnya menjadi individu yang lebih kuat lagi. Sukses untuk Gabriela, dan untuk kamu yang lagi baca tulisan ini, semoga segala impiannya tercapai ya. Cheers!

Submission: Profil Rantau dibangun oleh rekomendasi komunitas Anak Rantau; jadi bila kamu mengetahui seseorang yang dapat berbagi pengalaman hidup di luar negeri, tolong beritahu kita di sini.