fbpx

Perkenalkan Antonia Asri: Kisah Interior Desainer yang merantau di California.

Halo Asri, boleh ceritakan bagaimana awalnya kamu bisa studi ke luar negeri?

Awalnya bahkan tidak rencana untuk studi diluar negeri, tapi kakak saya meyakinkan saya dapat belajar banyak diluar sana. Saya mulai perjalanan kuliah di Foothill College, mengambil jurusan Fine Arts major karena bener-bener nggak tahu harus mulai darimana. I just knew that I want to do creative work and I’d probably start from the very obvious one.

Setelah Foothill College, jurusan apa yang akhirnya kamu tempuh?

Saya akhirnya memilih jurusan Interior Design setelah transfer ke California College of the Arts. I chose CCA not only because I was granted partial merit-based scholarship, but also because I was pretty confident that I would learn interior design through the lens of architecture. I would say I was pretty involved during my 3 years of study at CCA.

Selain menempuh pendidikan S1, apakah kamu mendapat pengalaman bekerja di AS?

Sambil sekolah saya bekerja di Rapid Prototyping Studio untuk membantu mahasiswa/i mengoperasikan laser cutter, 3D-printer, and CNC mill. I also worked as a teaching assistant and helped organized Interior Design mentorship program.

Sebagai seorang Interior Designer, apa aja sih proyek yang sudah kamu kerjakan?

Saya banyak mempunyai pengalaman mengerjakan proyek komersial + hospitality seperti hotels, golf clubs, beach clubs, restaurants, coworking spaces, and offices. Contohnya, saya pernah mengerjakan proyek interior + mebel untuk Gulf National Clubhouse, high end golf club yang letaknya tepat di sebelah sungai Chao Phraya, Bangkok, dan juga Davant Plantation Clubhouse, salah satu private golf club di Savannah, North Carolina, Amerika Serikat. 

Untuk sekarang saya bekerja sebagai freelance interior designer di Jakarta dan mengambil proyek hotel di Sawahlunto, kantor headquarter untuk kantor digital media dan coworking space di Jakarta dan baru-baru saja menjadi kepala desainer interior untuk proyek perumahan terjangkau di Karawang. 

Apa sih yang membedakan pengalaman kerja di Amerika Serikat dan di Indonesia?

Saya sempat bekerja di firma arsitektur, perencanaan kota, landscape, dan desain interior di San Francisco, firma ini terkenal akan proyek hospitality-nya di seluruh dunia. Pengalaman ini mendorong saya untuk belajar beberapa design discipline dari kawan arsitek dan desainer landscape, yang pada akhirnya memperluas wawasan saya diluar ilmu desain interior. Saya diberi kesempatan untuk melihat bagaimana semua ilmu desain tersebut melebur menjadi satu. 

Bekerja sebagai seorang freelancer di Indonesia adalah pengalaman yang berbeda. Bukan hanya upaya mencari proyek dengan menghadiri design events, tetapi saya juga merasakan bagaimana memimpin suatu proyek dan bertanggung jawab penuh terhadap client saya sendiri. Pengalaman bekerja sama dengan arsitek, kontraktor, dan vendor di Amerika benar-benar membantu berjalannya proyek saya disini. 

Apa saja kewajiban kamu sebagai Interior Designer? 

Dimulai dari proses Schematic Design, langkah pertama dalam penerapan konsep interior, sampai masa Construction Administration dimana saya turut mengawasi konstruksi bangunan. Saya juga harus memastikan bahwa nilai proyek sesuai dengan budget. Setelah beberapa tahun berkecimpung di dalam dunia desain interior, saya menjadi familiar dengan banyak vendor furniture, material, dan artwork sehingga saya bisa memenuhi keinginan client secara efisien tanpa meluangkan banyak waktu untuk research.

Apa saja skill yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang Interior Designer? 

Skill yang paling penting adalah membangun relasi dengan vendor material dan mebel. Mereka adalah figur penting yang bisa membantu merealisasikan design kalian. Percaya deh, mereka bisa merekomendasi kamu ke client-client baru. Skill lain yang harus kalian kuasai adalah beberapa software interior seperti AutoCAD, SketchUp, Adobe Photoshop, dan InDesign. Program-program ini bukan hanya berguna untuk mempresentasikan gambar visual desain tetapi juga dapat mempermudah pembuatan dokumen konstruksi. 

Apa saja pengalaman yang kamu dapatkan di Amerika yang tidak bisa kamu dapat di Indonesia?

Akses untuk mengoperasikan mesin-mesin prototype. Mendesain di Amerika terasa lebih eksperimental karena lengkapnya sarana dan teknologi. Alat-alat seperti 3D printer, CNC miller, dan laser cutter sangat sulit diakses di Jakarta. Saya sendiri lebih bisa mengeksplorasi design dalam segi bentuk dan fungsi berkat teknologi yang tersedia di Amerika. 

Sebenarnya seberapa langka sih skill yang sudah kamu kuasai ini? Apakah banyak yang punya skill seperti kamu?

Menurut saya, banyak desainer interior yang fasih mengoperasikan software seperti AutoCAD, SketchUp, Adobe Photoshop, dan InDesign. Perbedaannya, kegemaran saya dalam mendalami beberapa advanced software seperti Revit, Rhinoceros, Grasshopper, dan Twinmotion ternyata melebihi kebutuhan drafting. Software ini termasuk baru dan diciptakan bagi mereka yang ingin berinovasi di bidang arsitektur dan Interior design.

Apa program yang paling penting yang teman-teman harus belajar untuk menjadi seorang Interior Desainer?

Skillset dasar tentunya AutoCAD, SketchUp, and Adobe Photoshop. Mendalami Revit and Twinmotion adalah aset untuk menghasilkan 3D rendering dan juga dokumen konstruksi.  Apabila kamu ingin bekerja sebagai freelancer, menguasai software ini dapat mempercepat proses kerja sehingga kamu bisa lebih fokus pada proses desain dibandingkan proses drafting. Keuntungan yang paling besar adalah kemampuan untuk mengetahui program apa yang paling tepat untuk setiap proyek yang kamu kerjakan. 

Apabila ada teman rantau yang ingin juga merantau ke Amerika, apa sih tips yang ingin kamu berikan? Tentunya kamu harus fasih dalam berbahasa Inggris, proaktif dalam menyalurkan pendapat, inisiatif dalam bekerja, berani untuk think outside the box dan juga menghadapi tantangan baru, dan juga lancar dalam menjalankan interior software seperti yang saya sebut diatas. Apabila kamu mempunyai kemampuan dasar ini, saya yakin kalian bisa bekerja dimanapun kalian berada. Good luck!

Profil Rantau dibangun oleh rekomendasi komunitas Anak Rantau; bila kamu ingin merekomendasikan seseorang silahkan hubungi kita.

Ingin mengetahui cerita lain di San Francisco?