Perkenalkan Aaron Amatri: Teknik Perminyakan di Curtin University, Malaysia

Hallo teman-teman pembaca! Sebelumnya penulis ingin mengucapkan terimakasih, pada banyak narasumber yang bersedia membagikan kisah dan pengalaman mereka untuk struggling hidup dan belajar di luar negeri.

Hari ini Anak Rantau ingin mengenalkanmu kepada Aaron.

Halo Aaron, boleh diceritakan bagaimana awalnya lu studi ke luar negeri?

Awalnya gue mau masuk Teknik Perminyakan di ITB lewat SBMPTN, sedihnya gagal hahahaha. Ga lama setelah itu gue ikutin student fair/educational fair ketemu deh Curtin University di Malaysia yang teknik perminyakan nya cukup bagus, jadi kesana deh.

Boleh diceritakan jurusan/pekerjaan yang lu tempuh di luar negeri?

Gue milih teknik perminyakan buat kuliah. Awalnya karena terinspirasi sama sodara aja si karena dia kerja di oil rig offshore. Sodara gue bilang gajinya gede dan hidup jadi menantang. Terus yaudah gue apply dan pelajari tuh selama 4 tahun, belajar banyak banget sih hal-hal baru dan gue suka elemen sains yang terkandung selama gue belajar.

Kalo tantangan terbesar apa sih ketika menempuh studi di luar negeri? Ada culture shock engga?

Tantangan terbesar pas kuliah menurut gue adalah mempertahankan focus untuk belajar. Kita yang biasa tinggal d rumah kan semua udah di sedian dan di pantau orang tua jadi bsa focus kalo lagi sekolah. Nah, sekarang tinggal sendirian d luar negeri ya harus tetep bisa mandiri dan focus dengan tujuan awal kuliah d luar negeri. Jangan sampai havefun-nya jadi prioritas aja sih.

Kalo untuk culture, Malaysia mirip-mirip aja sama Indonesia jadi gue enjoy aja dan makanannya juga enak-enak. Personally, temen-temen gue yang orang melayu juga baik-baik dan terbuka pikirannya kita malah merasa seperti satu bangsa karena Bahasa kita mirip dan connect2 aja.

Lu merasakan ada perubahan dalam individu ga selama hidup 4 tahun di luar negeri?

Perubahan individu, jadi lebih mandiri si karena mulai dari kebersihan, makanan dan gaya hidup lu yang atur sendiri. Pikiran jadi lebih terbuka juga karena di kuliah gua campur-campur orang dari berbagai bangsa. “Dont judge people from its cover” itu bener banget.

Bagaimana rasanya ketika balik ke Indonesia?

Asik dong, back to hometown comfort. Ketemu temen-temen lama dan bisa bernostalgia. Bakal kangen si kuliah but life goes on.

Ada pesan untuk pembaca yang ingin merantau ke luar negeri?

Pesan gue si persiapkan mental dan fokus jadi kalian selalu ingat tujuannya ke luar negeri tuh apa. “Dimana Bumi Dipijak, disitu Langit Dijunjung”, peribahasa classic tapi bener abis buat kalian yang berpegian yang jauh, d luar Asia khususnya. Terakhir, jangan lupa untuk menikmati masa-masa kuliah, it could be your life’s highlights. Cheers!

Submission: Profil Rantau dibangun oleh rekomendasi komunitas Anak Rantau; jadi bila kamu mengetahui seseorang yang dapat berbagi pengalaman hidup di luar negeri, tolong beritahu kita di sini.