Milenial dan Politik: 5 Profil Menteri Muda di Dunia

Muda dan politik, kedua hal yang bertolak belakang karena nuansa. Biasanya, anak muda kelihatan apatis untuk urusan dunia politik. Katanya politik itu kotor dan tidak damai, maka dari itu anak muda kelihatan masa bodo dengan urusan ini. Akan tetapi, sekarang milenial sudah memiliki beberapa role model untuk berkontribusi dalam menciptakan negara dan dunia yang lebih bersih. Mereka diangkat menjadi menteri di usia muda. Mari kita kulik satu per satu politikus milenial yang berani mengubah persepsi bahwa milenial tidak apatis-apatis amat.

Shamma Al Mazrui (22 Tahun, Uni Emirat Arab)

Sumber: celebesonline.com

Shamma Binti Suhail Faris Al Mazrui menjadi menteri termuda di dunia dan dicatat di Guinness of Word Records 2018. Ia diangkat oleh Perdana Menteri Mohammed Bin Rashid Al Maktoum sebagai Menteri Urusan Pemuda. Pekerjaannya ialah melakukan penelitian untuk pengembangan pemuda.

Di usianya yang belia, ia berhasil meraih karir cemerlang di dunia bisnis dan politik. Hal tersebut dibuktikan bahwa alumni Magister Oxford itu sempat berkiprah sebagai reksadana di UAE hingga lembaga perwakilan PBB di sana. Hebatnya lagi, ia dinobatkan sebagai perempuan pertama yang mendapatkan beasiswa Rhodes di bidang pemimpin muda aktif.

Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (Malaysia, 25 Tahun)

Open Forum: ASEAN 4.0 for All?

Pemuda ini juga merupakan politikus milenial yang namanya sudah santer di perpolitikan Malaysia. Ia sempat menghebohkan dunia maya ketika dinobatkan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga di usia yang sangat muda untuk karier politik. Pria malaysia ini pernah menempuh pendidikan di Royal Military College sebelum melanjutkan pendidikannya di International Islamic University Malaysia (IIUM). Dia jago banget kalau sedang debat. Hal tersebut dibuktikan dari prestasinya yang sering sekali menang lomba debat tingkat internasional.

Sebastian Kurz (Austria, 27 Tahun)

Kurz_Sebastian-7299

Kurz sebagai politikus muda memiliki eskalasi karier yang sangat cepat. Kehadirannya menarik perhatian dunia ketika masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Austria di usia 27 tahun. Dirinya pernah menyandang sebagai Menteri Luar Negeri termuda se-Eropa sekaligus dijuluki “Whizz-Kid” yang artinya Jagoan Kecil. Akan tetapi, kariernya sebagai menteri mesti tumbang lewat mosi tidak percaya parlemen Austria.

Yeo Bee Yin ( 36 Tahun, Malaysia)

Sumber: http://www.rojakdaily.com

Politik tidak harus melulu memiliki latar belakang jurusan Ilmu Politik ketika kuliah. Yeo merupakan lulusan Universitas Teknologi Petronas (UTP) jurusan Teknik Kimia. Lalu, ia melanjutkan S2 dengan beasiswa prestisius bernama Gates Cambridge. Dalam perjalanan karier politiknya, beliau berbagi cerita pengalaman sebagai anggota parlemen muda dalam membangun bangsa.

Nadiem Makarim ( 35 Tahun, Indonesia)

Sumber: cdn.dealstreetasia.com

Indonesia akhirnya memiliki menteri milenial sekaligus termuda di Kabinet Indonesia Maju Jilid II. Keputusan istana memanggil mantan CEO Go-Jek sempat membuat heboh masyarakat Indonesia, bahkan menjadi trending nomor satu di dunia maya. Huru-hara pelantikan menteri semakin bertambah saat posisi beliau dinyatakan sebagai Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud Dikti). Pasalnya, latar belakang pekerjaan lampau mas menteri ini -sapaan para staff Kemendikbud, bertolak belakang dengan jabatan krusial yang dipegang saat ini. Apapun itu, masih terlalu dini jika masyarakat berasumsi terlalu jauh karena beliau sendiri mengakui masih harus banyak belajar di awal masa jabatan. Kira-kira apa, ya gebrakannya?

Itulah sekilas profil 5 menteri muda di dunia yang berusaha merepresentasikan bahwa muda bisa fenomenal, in a good way. Sesekali menelaah politik itu tidak apa-apa, asalkan diimbangi dengan peningkatan keinginan literasi sebelum berpendapat. Semoga kehadiran wajah-wajah milenial di dunia politik dapat mencetuskan inovasi baru di program kerjanya dan benar-benar dapat mewakili seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya anak muda.