fbpx

Peran Mahasiswa Seni dan Fashion untuk Hadapi COVID-19

Tahun 2020, seluruh warga di dunia menghadapi satu musuh yang sama, yakni virus COVID-19 yang mematikan. Para mahasiswa kedokteran dan keperawatan telah turun tangan untuk membantu pihak rumah sakit selama pandemi berlangsung. Sekarang, giliran para mahasiswa seni dan fashion yang mengambil peran untuk hadapi COVID-19.

Penggunaan masker selama pandemi

Pada dasarnya, terdapat perbedaan pendapat antara World Health Organization (WHO) dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Menurut WHO, hanya orang yang sedang sakit saja yang dianjurkan untuk menggunakan masker. Sedangkan, pihak CDC menyatakan bahwa akan lebih baik bagi seseorang untuk menutupi wajahnya meskipun tidak sakit.

Meskipun demikian, pada akhirnya kebutuhan akan masker telah meningkat sedemikian rupa. Bahkan, banyak juga yang kesulitan untuk mendapatkannya.

Inovasi mahasisa seni dan fashion di Praha

Peran mahasiswa hadapi COVID-19
Sumber: studyinprague.cz

Di Praha, sejumlah mahasiswa Academy of Arts, Architecture & Design berupaya membuat ratusan masker wajah dan mengirimkannya ke rumah sakit maupun pihak lain yang membutuhkan. Inisiatif ini hadir ketika pemerintah setempat meminta seluruh warga untuk menggunakan masker ketika keluar rumah, tapi tidak menyediakannya secara publik.

Alice Klouzkuva, salah satu asisten di universitas berkata, “Selama minggu ini, sejumlah rumah sakit di Republik Ceko mulai meminta bantuan masker (bahkan masker buatan tangan) melalui media sosial. Karena mahasiswa fashion di universitas kami dapat menjahit dan memiliki sejumlah tempat kerja dengan mesin jahit, maka akhirnya mereka mulai menolong pembuatan masker tersebut.

Para mahasiswa seni juga turun tangan

Peran mahasiswa hadapi COVID-19
Sumber: educationsnaphots.com

Tak hanya para mahasiswa desain fashion saja yang turun tangan untuk menggunakan talenta mereka selama pandemi ini. Salah seorang mahasiswa seni di Pratt Institute, Clarissa Hurst kadaya membagikan proyek seni dan jahitnya melalui media sosial.

Ternyata, proyeknya tersebut membuat salah satu perusahaan menghubungi dirinya dan membuka kesempatan bagi Clarissa untuk bergabung dengan NYC Face Mask Initiative. Sejak saat itu, Clarissa mulai membuat lebih banyak masker untuk digunakan.

Pada akhirnya, benar bahwa kolaborasi semua pihak dibutuhkan untuk menghadapi pandemi COVID-19. Setidaknya, menyediakan masker yang dibutuhkan menjadi peran yang mampu dijalankan oleh para mahasiswa seni dan fashion untuk hadapi COVID-19. Apapun yang terjadi, kita harus tetap optimis da berpikir positif selama pandemi ini berlangsung.

Baca juga kisah orang Indonesia yang hadapi COVID-19 di Hong Kong.

For Your Information

Apa yang dilakukan mahasiswa seni dan design untuk hadapi COVID-19?

Salah satu hal yang mereka lakukan adalah membantu memproduksi masker yang dibutuhkan oleh berbagai pihak, terutama para tenaga kesehatan.

Mengapa para mahasiswa seni dan fashion mulai mengambil peran?

Baca keterangan lengkapnya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di New York?