fbpx

Pelajar Butuh Waktu 5 Tahun untuk Bangkit dari Pandemi COVID-19

Pergerakan pelajar internasional menjadi salah satu sektor penting bagi sejumlah negara di dunia. Dilansir dari The Pie News, diperkirakan akan butuh waktu 5 tahun supaya sektor ini dapat bangkit dari dampak pandemi COVID-19. Bagaimanapun, tak dapat dipungkiri bahwa adanya pandemi COVID-19, pergerakan pelajar internasional menjadi terhambat.

Menurunnya pergerakan pelajar internasional

Bangkit dari Pandemi COVID-19 - Simon Marginson
Simon Marginson. Sumber: YouTube.com

Dengan diiringi dengan kesulitan finansial yang hadir akibat COVID-19, maka diperkirakan pergerakan pelajar internasional akan menurun untuk beberapa tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Simon Marginson, direktur dari Centre for Global Higher Education dan merupakan salah satu profesor di University of Oxford.

Resesi ekonomi yang tak terhindarkan menyebabkan penurunan pendapatan nasional hingga 10%. Kalangan menengah yang mulanya menjadi salah satu lapisan masyarakat dunia yang berkontribusi terhadap pendidikan internasional, akan menurun jumlahnya.

“Keseluruhan aspek dalam pendidikan internasional akan menemui kesulitan yang cukup besar. Setidaknya, dibutuhkan waktu lima tahun untuk betul-betul bangkit dari pandemi COVID-19 ini,” ujar Marginson dalam pernyataannya.

Berdampak pada sektor ekonomi jauh lebih lama

Bangkit dari Pandemi COVID-19
Sumber: unsplash.com

Apabila sektor kesehatan akan terdampak hingga 12 bulan ke depan, maka resesi ekonomi yang terjadi akan mengalami masa recovery yang lebih lama. Hal inilah yang menyebabkan ketidakpastian di sektor pendidikan internasional menjadi sangat rentan

Steve Smith, Vice chanchellor dari University of Exeter menyatakan bahwa proses pendaftaran universitas di tahun depan akan sangat berbeda. Bagaimanapun, opsi untuk melakukan perkuliahan secara daring masih harus tetap terus dipertimbangkan. Tidak ada yang tahu seberapa lama pandemi COVID-19 berlangsung.

Sejumlah negara di kawasan Asia, seperti India, Pakistan, Bangladesh, Indonesia, Malaysia, dan lainnya akan sangat terdampak akan hal ini. Bagaimanapun, negara-negara tersebut merupakan negara pemasok pelajar internasional terbesar. Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa pergerakan pelajar internasional akan betul-betul sulit dilakukan.

Hingga sekarang, masih terdapat banyak sekali ketidakpastian mengenai pendaftaran universitas di berbagai dunia. Apalagi ditambah dengan banyaknya pelaksanaan tes terstandar seperti SAT dan ACT yang dibatalkan, tentu tak mudah bagi para pelajar internasional untuk mendaftar di universitas impian mereka.

Apabila kamu sedang dalam proses pendaftaran universitas, terus pantau informasi dari universitas yang kamu tuju. Pihak universitas pasti menyediakan informasi yang kamu butuhkan selanjutnya. Tetap semangat dan ikuti anjuran untuk tetap di rumah.

Sign-up untuk info kehidupan di luar negeri lainnya!

* indicates required

Kamu juga bisa membaca tentang upaya universitas di dunia untuk mencegah penyebaran COVID-19.

For Your Information

Bagaimana pergerakan pelajar internasional menjadi penting bagi suatu negara?

Hal ini berhubungan dengan kontribusi para pelajar internasional terhadap pendapatan nasional suatu negara.

Mengapa pergerakan pelajar internasional butuh waktu lama untuk bangkit dari COVID-19?

Aspek ekonomi mau tak mau menjadi salah satu alasan. Akan butuh waktu recovery yang cukup lama supaya pergerakan pelajar internasional bisa berjalan secara normal.

Bagaimana detail dampak COVID-19 terhadap pergerakan pelajar internasional?

Silakan baca artikel ini untuk membaca artikel lengkapnya.

Ingin mengetahui cerita lain di London?