fbpx

Kisah Orang Indonesia Menghadapi Covid-19 Saat Berada di Hong Kong

Sebagai anak rantau, ini pengalaman Vina bertahan hidup di negeri orang ketika wabah Covid-19 mulai menyebar di Hong Kong, China. Mau tahu seperti apa? Yuk, simak kisah orang Indonesia menghadapi Covid-19 saat berada di Hong Kong berikut ini.

1. Apa yang kamu lakukan ketika mendengar kabar muncul beberapa kasus Covid-19 di Hong Kong?

Jadi, saat ini gue tinggal bagian tengah Hong Kong. Gue bekerja sebagai client associate di Third Bridge Research. 

Setelah ada berita tentang beberapa case Covid-19 di Hong Kong sekitar tanggal 27 & 28 Januari, gue diminta untuk work from home.

Setelah itu, gue memutuskan untuk mengungsi sementara ke Indonesia dari tanggal 2 sampai 24 Februari.

2. Apa yang kamu lakukan ketika kembali lagi ke Hong Kong?

Berselang 3 minggu sejak kasus Covid-19 pertama di Hong Kong, perusahaan gue memutuskan untuk memberlakukan shift kerja di kantor sampai akhir Februari.

Jadi, gue masuk kerja selama 2 hari seminggu, lalu sisanya gue stay di rumah.

Sumber: Dokumentasi pribadi

3. Seperti apa kondisi di Hong Kong saat itu?

Sumber: Dokumentasi pribadi

Gue melihat bahwa orang-orang di Hong Kong mulai melakukan panic buying. Barang-barang seperti masker dan hand sanitizer jadi sangat sulit dicari. Harga sayuran pun jadi lebih mahal 2 kali lipat.

Terus, dolar Hong Kong (HKD) juga turun tajam. Setahu gue, sebelumnya HKD nggak pernah nyentuh level 2.000 seperti yang terjadi saat ini. Jadi, ya orang-orang sempat heboh gitu, sih.

Oh iya, orang-orang di Hong Kong sepertinya juga peduli dengan kesehatan mereka. Di jalan, semua orang pakai masker. Hand sanitizer juga akhirnya disediakan di mana-mana. 

Sumber: Dokumentasi pribadi

Rasanya aneh banget kalau gue jadi satu-satunya orang yang nggak pakai masker di jalan. Hahaha.

4. Pemerintah Hong Kong memberlakukan kebijakan tertentu terkait Covid-19?

Iya. Pemerintah menutup akses bagi orang-orang untuk masuk ke Hong Kong. Universitas di sini juga menerapkan sistem belajar di rumah.

Bagi beberapa orang yang terdeteksi positif Covid-19, pemerintah juga kasih semacam gelang yang ada GPS-nya gitu. Tujuannya supaya orang tersebut mematuhi peraturan untuk karantina di rumah.

5. Ada nggak sih hambatan yang kamu rasakan karena wabah Covid-19 ini?

Meski banyak orang yang udah pakai masker di jalan, gue masih menemukan fakta bahwa ada relasi gue di kantor yang tetap pergi ke tempat gym seperti biasa.

Itu cukup bikin gue merasa insecure, sih.

6. Sebagai anak rantau, apa yang kamu rasakan ketika wabah mulai melanda Hong Kong?

Sejujurnya, gue nggak mau panik duluan atau terlalu khawatir dengan situasi yang ada. Penanganan pemerintah Hong Kong terhadap pasien Covid-19 maupun masyarakat cukup bagus dan cepat.

Asalkan kita sendiri mau menjaga kesehatan dan kebersihan dengan sering mencuci tangan, hopefully kita akan tetap sehat.

Profil Rantau dibangun oleh rekomendasi komunitas Anak Rantau; bila kamu ingin merekomendasikan seseorang, silakan hubungi kita.

Ingin mengetahui cerita lain di Hong Kong?