fbpx

Kekhawatiran Akomodasi Para Pelajar Internasional di Eropa

Para pelajar internasional di Eropa menghadapi sejumlah permasalahan, termasuk kekhawatiran akan akomodasi. Bahkan, beberapa di antaranya takut tidak dapat memiliki tempat tinggal akibat pandemi COVID-19 yang melanda di berbagai tempat di dunia.

Kekhawatiran akomodasi

kekhawatiran akomodasi
Sumber: sparefoot.com

Penyedia akomodasi di berbagai negara meminta para pelajar untuk tetap membayar biaya sewa mereka sesuai dengan kontrak awal. Tak peduli apakah para pelajar ini kembali ke negaranya atau tidak lagi bekerja karena adanya kebijakan lockdown.

Hal ini berdasarkan hasil survei yang dibuat oleh The Class of 2020. Dalam survei tersebut, hanya 40% penyedia akomodasi yang memperbolehkan pelajar yang kembali ke negaranya untuk membatalkan kontrak mereka. Sedangkan, 60% lainya menginginkan kontrak tetap berjalan, meski dengan harga yang telah didiskon.

Keadaan yang tidak membaik

Kekhawatiran mengani akomodasi bagi para pelajar internasional di Eropa ini memang semakin meningkat. Pasalnya, bagi mereka yang tidak dapat kembali ke negara asalnya dan tinggal di asrama yang disediakan di duniversitas, tak bisa begitu saja tinggal di asrama tersebut. Bahkan, sejumlah pelajar mengaku takut tidak bisa mendapatkan tempat tinggal karena harus meninggalkan asrama.

Sejumlah universitas memberikan solusi dengan menyediakan akomodasi sementara seperti menyewa kamar di hotel. Sayangnya, hal ini menuntun pada masalah baru, yakni tantangan di bidang logistik.

“Ini merupakan situasi yang mengerikan,” ujar Govar Hovhannisyan, wakil ketua The European Student’ Union. ” Perkumpulan pelajar kami mencoba meminta bantuan pada pemerintah lokal, pihak universitas, hingga pemilikk tempat sewa. Sayangnya, hal tersebut sama sekali tidak membantu.

“Hal ini telah menghancurkan keseluruhan pengalaman para pelajar. Pada akhirnya, situasi ini menciptakan banyak sekali perasaan negatif dan akan sangat sulit untuk bangkit. Dimensi pendidikan internasional akan sulit untuk bangkit.”

Kesulitan membayar sewa

kekhawatiran akomodasi
Sumber: homelingua.com

Hovanhisyan menyatakan bahwa banyak pelajar yang tidak mampu membayar sewa tempat tinggal mereka karena kehilangan pekerjaan di masa lockdown seperti sekarang. Ditambah pula dengan tidak adanya dukungan keamanan sosial yang bisa didapatkan.

Bagi para pelajar yang mendapatkan beasiswa, maka biaya sewa tempat tinggal mereka bisa ditanggung oleh beasiswa yang mereka dapatkan. Akan tetapi, untuk para pelajar yang harus membiayai perkuliahannya secara mandiri, maka mereka mengalami kesulitan yang cukup pelik.

“Di banyak negara, tidak ada aturan umum mengenai hal ini. Maka banyak pelajar yang melakukan negosiasi secara individu untuk mendapatkan solusi,” tambah Hovhannisyan.

Hovhannisyan berharap bahwa pemerintah di negara-negara Eropa bisa memberikan solusi untuk membantu para mahasiswa untuk menghadapi kekhawatiran akomodasi yang mereka alami. Setidaknya, membantu para pelajar hingga masa kebijakan lockdown berakhir.

Tidak adanya solusi akan kesulitan akomodasi ini pada akhirnya berdampak pada performa akademis para pelajar. Bagaimanapun, pembelajaran jarak jauh masih berjalan hingga sekarang.

Baca juga mengenai kelulusan mahasiswa kedokteran di Columbia University yang dipercepat untuk tangani COVID-19.

For Your Information

Apa dampak COVID-19 terhadap para pelajar internasional?

Selain pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring, akibat COVID-19 sejumlah pelajar internasional menghadapi kekhawatiran akomodasi.

Apakah ada solusi yang ditawarkan akan akomodasi para pelajar selama COVID-19?

Belum ada aturan yang jelas mengenai hal ini.

Apa harapan para pelajar internasional mengenai permasalahan ini?

Baca info selengkapnya dalam artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?