fbpx

COVID-19 Ubah Tradisi Ramadan di Berbagai Negara

Memasuki bulan Ramadan, tentu banyak tradisi yang terus dilakukan Mulai dari sekadar ngabuburit, buka puasa bersama, hingga salat tarawih bersama. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku di tahun 2020 ini. Yap, nyatanya tradisi Ramadan di berbagai negara berubah karena COVID-19. Apa saja tradisi ramadan yang berubah? Simak ulasan kami berikut ini.

Arab Saudi

tradisi ramadan di Arab Saudi
Sumber: aljazeera.com

Di tengah situasi seperti ini, Pemerintah Arab Saudi menutup dua masjid paling suci yang ada di Arab, yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Selama bulan Ramadan, kedua masjid tersebut tetap ditutup dan para warga tidak dianjurkan untuk melakukan ibadah di sana.

Tentunya hal ini menyusul ketaatan pemerintah Arab Saudi dalam penerapan kebijakan physical distancing untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Raja Salman menyatakan bahwa salat tarawih boleh dilaksanakan kedua masjid tersebut. Haya saja, jemaah tidak diperbolehkan hadir. Hanya para imam beserta dengan staf keamanan dan kebersihan yang diperbolehkan untuk mengikuti salat tarawih. Para warga lokal yang sudah melewati tes kesehatan pun disilakan untuk hadir.

Inggris

tradisi ramadan di Inggris
Sumber: news.sky.com

Selama Ramadan, tentu banyak kegiatan keagamaan yang biasa dilakukan. Termasuk pula di Inggris. Akan tetapi karena aturan social distancing masih berlaku, seluruh kegiatan tersebut dipindahkan dalam bentuk daring. Yap, dari salat, kultum, hingga tadarus di Inggris telah dipindahkan secara daring.

Pihak departemen kesehatan Inggris pun mengeluarkan sejumlah panduan berpuasa bagi warga muslim. Panduan tersebut ditujukan bagi pasien dengan gejala ringan atau berat, maupun orang-orang yang masih bekerja di tengah COVID-19.

Tajikistan

tradisi ramadan di Tajikistan
Presiden Emomali Rahmon. Sumber: azernews.az

Meskipun belum ada kasus COVID-19 terkonfirmasi di Tajikistan, Presiden Emomali Rahmon mengimbau warganya untuk tidak berpuasa. Menurutnya, melakukan puasa bisa membuat seseorang rentan terinfeksi. Imbauan ini ditujukan bagi para petani dan pekerja manual yang masih harus bekerja di tengah pandemi COVID-19.

Pernyataan Emomali ini berdasarkan pendapat dari para ulama Islam. “Saya mengimbau kepada semua yang bekerja di lapangan untuk menjadwal ulang puasa mereka,”ujarnya.

Demikian ulasan kami mengenai bagaimana COVID-19 mengubah tradisi ramadan di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, tradisi Ramadan juga banyak yang berubah. Masjid-masjid ditutup, tak ada lagi buka bersama, dan tak ada lagi kegiatan sahur bersama. Meskipun kondisi sekarang begitu sulit, semoga kita tetap bisa jalani bulan Ramadan dengan baik.

Baca juga tradisi Siesta di Spanyol yang mulai menghilang.

For Your Information

Apa yang berubah di bulan Ramadan selama pandemi COVID-19?

Yang pasti, banyak masjid yang ditutup. Jadi, pelaksanaan salat tarawih tidak bisa dilakukan bersama-sama.

Bagaimana tradisi Ramadan berubah di negara-negara di dunia?

Baca ulasannya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Dushanbe?