Bahasa Maori, Salah Satu Bahasa Resmi Selandia Baru

Setiap negara pasti memiliki bahasa resmi. Begitu pula dengan Selandia Baru. Negara yang bertetangga dengan Australia ini memiliki beberapa bahasa resmi, yakni bahasa Inggris dan juga bahasa Maori. Nah, mengapa bahasa Maori menjadi bahasa yang unik? Karena, bertahun-tahun silam, bahasa Maori sempat menemui mati suri dan hampir saja punah! 

Sekilas Tentang Bahasa Maori

anakrantau-maori-3.jpg
Sumber: britannica.com

Pada dasarnya, sejarah mengenai bahasa Maori (te reo Maori) dapat ditarik hingga 200 tahun yang lalu. Pada awal abad 19, bahasa Maori menjadi bahasa yang digunakan di Aostearoa atau Selandia Baru. Akan tetapi, setelah semakin banyak penutur bahasa Inggris yang datang ke Selandia Baru, maka bahasa Maori hanya digunakan oleh orang-orang Maori sendiri, masyarakat adat yang tinggal di Selandia Baru. Alhasil, pada tengah abad ke-20, keberadaan dari bahasa Maori semakin memprihatinkan.

Maka dari itu, pada tahun 1980-an, sebuah inisiatif digagas untuk menghidupkan kembali te reo. Mulanya, pada tahun 1972, terdapat tiga kelompok, yakni Auckland-based Nga Tamatoa (The Young Warrior), Victoria University’s Te Reo Maori Society, dan Te Huinga Rangatahi (the New Zealand Maori Students’ Association) mempetisi parlemen Selandia Baru untuk mempromosikan bahasa Maori. 

Dimulai dengan pengenalan hari bahasa Maori hingga pembelajaran bahasa Maori di sekolah-sekolah. Tentu, hal ini diharapkan supaya bahasa Maori tidak betul-betul punah. Dengan upaya tersebut, akhirnya bahasa Maori dapat diperdengarkan melalui radio maupun televisi. Bahkan, beberapa media cetak juga menggunakan bahasa Maori untuk berita yang mereka muat.

Sampai akhirnya, pada awal abad ke-21, ada sekitar 125.000 penutur bahasa Maori di Selandia Baru. Hingga kemudian, bahasa yang satu ini dapat bersanding bersama dengan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negeri kiwi ini.

Sampai saat ini, bahasa Maori menjadi ciri khas dari Selandia Baru. Bahkan, beberapa tempat sekarang memiliki nama resmi dalam bahasa Inggris dan juga Maori. Sebagai contoh, University of Canterbury yang punya nama resmi Te Whare Wānanga o Waitaha dalam bahasa Maori.

Studi Maori di Selandia Baru

suku-maori-penutur-bahasa-maori-selandia-baru
Sumber: newzealand.co.nz

Beberapa institusi pendidikan tinggi di Selandia Baru pun juga secara khusus menawarkan program studi untuk mempelajari seluk-beluk kehidupan Suku Maori. University of Auckland dan University of Otago adalah dua di antara sekian universitas di Selandia Baru yang menawarkan program studi di bidang ini.

Layaknya studi sastra, maka ketika kamu masuk ke dalam program studi Maori, kamu akan dikenalkan dengan bahasa, sejarah, seni, dan juga budaya dari bangsa Maori. Dengan menjadi siswa program ini, maka kamu akan mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang Maori. Harapannya, pengajaran secara akademis ini dapat terus membuat bahasa Maori tetap ada dan digunakan.

Mempertahankan identitas bangsa dengan terus melestarikan penggunaan bahasa daerah tentu menjadi penting. Hal inilah yang dilakukan oleh orang-orang Maori di Selandia Baru. Nah, apakah kamu menemui hal serupa mengenai penggunaan bahasa daerah di sekitarmu? Sekadar menjadi penutur, meski hanya dari diri kita, itu akan sangat berarti, kok. Apa kamu setuju?