fbpx

Bagan, Salah Satu Situs Warisan Dunia UNESCO di Myanmar

Mendengar Situs Warisan Dunia The United Nations Ecuational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), tentu kita akan teringat pada berbagai situs menarik di dunia yang sarat akan nilai. Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada dasarnya Situs Warisan Dunia adalah milik semua bangsa di dunia, terlepas dari wilayah di mana mereka berada. Kali ini, kami akan membahas tentang Bagan, salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO yang ada di Myanmar.

Apa itu Bagan?

Bagan. Sumber: wearetravellers.nl

Bagan merupakan situs arkeologi yang terletak di pusat Myamar. Singkatnya, Bagan termasuk kota kuno yang hingga sekarang masih terjaga. Kota kuno dulunya merupakan ibukota dari Kerajaan Pagan pada abad ke-9 sampai 13.

Pada saat pemerintahaan kerajaan itulah, yakni pada abad ke-11 sampai 13, dibangun sekitar 4.446 candi serta pagoda Buddha. Sampai sekarang, setidaknya ada 3.822 candi dan pagoda yang masih tersisa di Bagan. Tak heran apabila Bagan dianggap sebagai situs arkeologi terbesar di dunia.

Di manakah letak Bagan?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bagan terletak di tengah Myanmar. Ia berada di pingir sungai Ayeyarwady dan berada kurang-lebih 145 kilometer ke arah Barat Daya dari Mandalay.

Dulunya, Bagan menjadi pusat pemerintahan Myanmar dan berhasil mendominasi kota-kota di Myanmar lainnya. Di Pelabuhan Thiripyissaya, banyak sekali para pedagang yang mampir, mulai dari India, Sri Lanka, atau wilayah lainnya di Asia Tenggara.

Kapan waktu yang tepat untuk berkujung ke Bagan?

Sumber: bangkokattractipns.com

Bagan termasuk daerah yang cukup panas sepanjang tahun. Akan tetapi, lebih baik kamu mengunjungi Bagan pada bulan November hingga Februari. Temperatur di dearah ini hanya mencapai sekitar 30 derajat Celcius.

Kemudian, hindari untuk berkunjung pada bulan Maret hingga Mei karena temperatur bisa mencapai 43 derajat Celcius. Sedangkan, curah hujan tinggi akan hadir di Bagan pada bulan Juni dan Oktober.

Kalau kamu ingin mendapatkan pengalaman yang jauh lebih menarik, datanglah saat bulan purnama. Ketika bulan purnama, akan banyak festival yang diadakan oleh warga lokal di Bagan.

Menarik, bukan?

Bagaimana cara berkunjung ke Bagan?

Kalau boleh jurjur, memang tidaklah mudah untuk mengunjungi Bagan. Tidak ada penerbangan internasional yang langsung menuju banda terdekat di sana, Nyaung U Airport. Otomatis, kamu harus melakukan transit dari Mandalay atau Yangon.

Nyaung U Airport, Myanmar. Sumber: goasiadaytrip.com

Apabila kamu bermaksud transit menggunakan pesawat dari Mandalay, Heho, atau Yangon, banyak kok maskapai penerbangan yang bisa kamu gunakan. Dari Mandalay sendiri, kamu hanya butuh waktu 30 menit saja. Akan tetapi, pilihan transportasi yang satu ini memang cukup mahal.

Kalau kamu mencari transportasi yang lebih murah, kamu bisa memilih bis. Uniknya, bis juga lebih tepat waktu dibandingkan kereta, lho. Rute dari bis yang biasanya menuju Bagan berawal dari Yangon, Mandalay, Nyaung Shwe, Taunggyi, Kalaw, dan yin Oo Lwin. Bis-bis ini dalam perjalanan akan berhenti beberapa jam di tempat pemberhentian. Kamu akan diberi botol air minum dan juga tisu basah supaya perjalananmu menjadi lebih nyaman.

Demikianlah tentang Bagan, salah satu situs warisan dunia UNESCO yang ada di Myanmar. Semoga bisa menjadi referensi liburanmu nantinya. Baca juga Kota Wisata Selain Bangkok yang dapat Kamu Kunjungi.

For Your Information

Apa itu Bagan?

Bagan adalah situs arkeologi terbesar di dunia dan merupakan situs warisan dunia UNESCO.

Di manakah letak Bagan?

Bagan berada di pusat Myanmar dan dulunya merupakan ibukota dari Kerajaan Pagan.

Kapan waktu terbaik pergi ke Bagan?

Bulan November-Februari bisa kamu pilih sebagai waktu yang cocok untuk pergi ke Bagan.

Bagaimana cara pergi ke Bagan?

Tidak ada penerbangan internasional yang langsung menuju Bagan. Baca artikel ini untuk cari tahu alternatif pergi ke situs unik ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Yangon?