5 Aturan Membuang Sampah di Korea Selatan ft. Yannie Kim

Banyak aspek yang diperhitungkan dalam melihat kemajuan suatu negara, diantaranya dari segi kebersihan dan kerapian tatanan daerahnya. Korea Selatan atau yang dijuluki “Negara Ginseng” merupakan salah satu negara maju di kawasan Asia yang sangat menjunjung tinggi nilai kebersihan dan kerapian daerahnya. Hal ini tidak hanya hasil kerja dari salah satu pihak saja namun kerjasama instansi terkait yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam membentuk kepedulian untuk menjaga lingkungan.

Darimana di mulainya? Yap, salah satunya dimulai dari pengelolaan sampah rumah tangga. Bahkan untuk membuang sampah saja penduduknya tidak bisa melakukan secara sembarangan atau sekedar meletakkan pada tong sampah sekitar lho. Yuk, kita simak peraturan membuang sampah di “Negara Ginseng” ini!

5. General waste bags dan food waste bags.

Sumber: bintansholihat.com

Pembuangan sampah rumah tangga di KorSel menggunakan dua kantong plastik untuk sampah yang tidak dapat didaur ulang dan sampah makanan. Kantong plastik ini dapat dibeli di supermarket dengan beragam ukuran dan harga. Oh iya, setiap daerah memiliki kantong plastiknya masing-masing jadi kamu tidak dapat membuang sampah ke daerah lain karena otomatis ketahuan.

4. Membuang barang bekas menggunakan kupon.

Sumber: TANAGEKEO

Khusus untuk pembuangan barang bekas kamu harus membeli kupon di supermarket terdekat dengan harga bervariasi, tergantung jenis barang bekas yang ingin dibuang. Nantinya kupon ini akan ditempel pada barang bekas yang akan dibuang agar diangkut oleh petugas dan di kirim ke perusahaan daur ulang.

3. Sampah daur ulang hanya dibuang pada waktu-waktu tertentu.

Sumber: channa_indica

Jika sampah yang tidak dapat didaur ulang dan sampah makanan bisa dibuang setiap hari maka lain halnya untuk sampah daur ulang. Biasanya hanya satu kali dalam seminggu dengan hari yang telah ditentukan. Nanti kamu juga akan memilah dan meletakkan sampahnya pada tong sampah yang berbeda. Ada yang khusus kardus saja, botol minuman soju-alkohol khas Korea-, kertas, dan lain-lain.

2. Uang yang diperoleh dari hasil penjualan kantong plastik dan kupon jelas transparasinya.

Sumber: Kamus Data

Ringkasnya, pihak supermarket akan menyerahkan uang hasil penjualan tersebut ke Perda setempat yang nanti sekian persennya diserahkan kepada perusahaan daur ulang, sesuai kesepakatan. Jika uang tersebut masih berlebih setelah dibagi-bagi maka akan dibagikan kepada penduduk daerah tersebut berupa barang atau hadiah kecil yang bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. Tiada yang ditutupi, yes!

1. Belanja ke supermarket harus membawa tas belanjaan sendiri.

Sumber: Republika

Jika kamu lupa membawa tas belanja biasanya petugas supermarket akan bertanya kamu ingin menggunakan kardus atau kantong plastik. Kalau memilih kantong plastik berarti kamu membeli kantong plastik sampah sehingga tidak ada istilah membuang sampah menggunakan kresek hitam, bening, atau pakai karung! Hahaha.

Kebayangkan betapa tertata dan rapinya urusan kebersihan di negara Korea Selatan ini? Tidak mudah memang untuk membentuk kesadaran di setiap lapisan masyarakat tetapi melalui riset, sosialisasi, dan disiplinnya aturan maka sah-sah saja jika cara seperti ini bisa diikuti oleh penduduknya. Jangan lupa menjaga kebersihan ya!